Beranda / Berita / Vina “Sedikit Cerita Pengalaman Menjadi Guru Pamong”

Vina “Sedikit Cerita Pengalaman Menjadi Guru Pamong”

Diterbitkan:

Oleh:

Kategori:

442 views

Diterbitkan:

Kategori:

Oleh:

442 views

Menggabungkan  peran sebagai Guru di SMK Negeri 5 Tanjung Jabung Barat, sebagai Guru Pamong pada Universitas Islam Negeri Sulthan thaha Saifuddin Jambi dan Sebagai pengajar Praktik Pendidikan Guru Penggerak yang diselenggarakan oleh KEMDIKBUDRISTEK adalah merupakan tanggung jawab besar dan bukanlah perkara yang mudah bagi saya. Namun, pengalaman ini memberikan banyak pelajaran berharga bagi saya sebagai seorang pendidik. Sebagai Guru disekolah saya punya tanggung jawab melaksanakan proses belajar mengajar dari pukul 07.00- 15.20 WIB. Dan sebagai seorang Ibu tentu saja tetap melaksanakan Tugas sebagaimana Ibu Rumah tangga yang lain. Disamping itu sebagai Guru pamong memiliki tugas untuk membimbing dan mendampingi Mahasiswa dalam proses pendidikannya sebagai calon guru professional yang siap mengimplementasikan ilmunya dalam dunia pendidikan.

Di sisi lain, saya juga terlibat dalam program Guru Penggerak, sebuah program pelatihan yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mencetak guru-guru yang dapat memimpin perubahan di sekolah. Sebagai pengajar praktik Guru Penggerak, saya berperan dalam membimbing para peserta didik yang sedang menjalani masa pelatihan untuk menerapkan perubahan yang mereka rencanakan di sekolah masing-masing. Ini adalah tantangan yang sangat berbeda, karena selain mengajar, saya juga harus membantu mereka merancang dan menerapkan inisiatif perubahan yang relevan dengan kebutuhan sekolah.

Melakukan beberapa peran  bersamaan tentu memiliki tantangan tersendiri dan tantangan yang saya hadapi antara lain Pembagian Fokus karna terkadang saya bingung mana dulu yang harus saya kerjakan. Selain itu Jaringan Internet yang sering tidak stabil, karena saat zoom meeting diperlukan jaringan yang kuat. Sementara dirumah tinggal saya jaringan kurang baik dan terpaksa saya sering off cam saat zoom. Apalagi jika hujan dan mati lampu, maka saya tidak dapat mengikuti atau melaksanakan tugas-tugas saya sementara waktu. Namun jika sangat mendesak, saya harus keluar mencari jaringan internet yang terkadang menaiki bukit yang tinggi di perkebunan sawit, Namun hal itu tak menyurutkan semangat untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab saya. Tantangan selanjutnya adalah Manajemen Waktu, Menyusun jadwal yang efektif adalah hal yang paling pertama harus saya atasi. peran ini membutuhkan komitmen yang tinggi dalam hal waktu. Selain menjalankan Tugas utama sebagai guru, juga Sebagai guru pamong, saya harus mengoreksi tugas mahasiswa dan memberikan Review yang tepat. Sementara itu, sebagai pengajar praktik Guru Penggerak, saya harus meluangkan waktu untuk mendiskusikan rencana perubahan yang dilakukan oleh calon guru penggerak dan memberikan arahan dalam proses implementasinya.

Meskipun penuh tantangan, menjalani peran-peran ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi saya seperti Peningkatan Keterampilan Kepemimpinan dan mentoring, Refleksi Diri yang Lebih Mendalam, Membangun Jejaring Profesional dengan bertemu dengan banyak orang-orang hebat disekitar saya seperti para Dosen yang luar biasa dari UIN STS Jambi serta guru-guru hebat sebagai agen perubahan dari berbagai latar belakang yang memiliki semangat untuk belajar dan berkolaborasi dalam dunia pendidikan. Hal ini membuka banyak kesempatan untuk saling bertukar pengalaman dan pengetahuan.

Saya ucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada seluruh stakeholder LPTK UIN STS Jambi yang telah memberikan kesempatan pada saya untuk berkontribusi pada perkembangan dunia pendidikan, Kaprodi dan Sekprodi, Dr. Ridwan,S.Psi.,M.Psi.,Psikolog dan Indra Bangsawan,M.Pd dimana tidak hanya dengan mendidik siswa, tetapi juga diberikan kesempatan mendampingi para calon guru profesional yang siap melakukan perubahan di sekolah mereka. Dengan tantangan yang ada, saya merasa semakin berkembang dan siap menghadapi berbagai dinamika pendidikan di masa depan. Semoga pengalaman ini dapat menjadi inspirasi bagi para pendidik lainnya untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

-Admin PPG-

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *