
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh….
Perkenalkan saya MURNI, S.Pd ,berasal dari provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Pesisir Selatan, Kecamatan IV Jurai, Desa Sago Salido dan saya merupakan Mahasiswi Program Studi (PRODI), Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi dengan mapel Guru Kelas MI.
Disini saya akan menceritakan pengalaman saya selama PPG…
Bermula pada tanggal 24 Agustus 2023 saya dinyatakan lulus pretest dan memulai perkuliahan PPG online, rasa haru dan bahagia yang saya rasakan pada saat itu karena momen yang saya tunggu-tunggu akhirnya datang juga. awalnya…. saya sempat khawatir akankah saya sanggup menjalani PPG ini sampai dengan selesai, mengingat saya belum menguasai IT dan saya juga harus membagi waktu dengan kegiatan mengajar disekolah.
Pada saat awal memulai PPG saya mendapat kendala dengan rusaknya laptop saya tanpa diketahui sebab yang jelas atau mati secara mendadak, lalu tak lama kemudian setelah menjalani PPG beberapa minggu di lanjutkan dengan HP saya yang mendadak rusak, yang mana kerusakanya yang sangat parah lalu tak bisa terpakai lagi yang mengharuskan saya untuk membeli yang baru, padahal disini saya masih guru Honorer yang berpenghasilan tak seberapa yaitu hanya Rp.200.000 perbulan, dengan kerusakan HP tersebut membuat perasaan saya sangat sedih mengingat kebutuhan yang juga banyak harus dipenuhi, akan tetapi saya juga sangat membutuhkan HP guna memperoleh Informasi selama PPG. Namun, Allah maha baik, yang sebenarnya jika dipikir-pikir saat ini entah dari mana sumber rezki yang saya dapat pada saat itu namun atas rizky yang diberikan Allah, maka saya sanggup untuk memenuhi kebutuhan saya selama PPG berlangsng termasuk memperbaiki laptop dan membeli HP.
Proses demi prosespun dapat dijalani dengan berjalanya waktu sehingga saya sudah sampai di pertengahan PPG yaitu kegiatan PPL, saat pelaksanaan pembuatan Video terjadi kendala pada jaringan yang sulit didapat di lokasi tempat saya mengajar, yang mana lokasi sekolah tempat saya mengajar berada di Desa yang jarak kota dari desa tempat saya mengajar memakan jarak tempuh selama 30 Menit dari pusat kota.
Kebetulan saat pelaksanaan pembuatan video, di tempat saya sedang berlangsungnya musim hujan dan akhirnya sulit mendapatkan waktu yang tepat untuk pembuatan video, jadi saya memulai pelaksanaan video di siang hari yang mana siswa sudah sulit di kendalikan ketenanganya di karenakan sudah merasa ingin segera pulang.
Pada dasarnya saat mengajar kita harus memiliki kesabaran dalam menghadapi siswa maka dapat terselesaikanlah video tersebut dan disini saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada siswa saya yang sudah menjaga kekompakan dan kerjasama yang baik dalam proses take video, dan juga teman teman seperjuangan saya disekolah yang sudah membantu,baik berupa motivasi,semangat dan juga pengertian selama proses PPL berlangsung.
Seiring berjalannya waktu, hari menjelang UP pun tiba, disinilah kekacauan pikiran saya dimulai, ujian UP berlangsung berdekatan dengan ujian PPPK dan membuat saya membutuhkan waktu untuk lebih fokus lagi untuk mengajar, namun tanpa saya harapkan, suami saya jatuh sakit, lalu di susul oleh 2 anak saya, disini pikiran saya sangat terkuras belum lagi saya juga masih melaksanakan tanggung jawab saya untuk mengajar, tak dapat saya deskripsikan perasaan saya pada saat itu, yang jelas yang ada dipikiran saya hanya keadaan anak dan suami saya.
Proses menggunggah berkas syarat UP berjalan dengan tetesan air mata, perasaan ingin menyerah dan berhenti di pertengahan jalan menyelimuti jiwa saya, sempat saya curahkan kekacauan hati saya kepada kakak dan keponakan saya tentang pikiran saya yang ingin berhenti melanjutkan pelaksanaan PPG karena tidak mungkin saya menunjukkkan kesedihan saya kepada anak dan suami saya yang pada saat itu tengah sakit, lalu dengan dorongan dan motivasi dari kakak dan ponakan saya, dengan tertatih saya berusaha untuk tetap melanjutkan proses selanjutnya.
Hari pelaksanaan UP PPG pun tiba, saya melaksanakan ujian dengan segenap kemampuan saya pada saat itu, dalam kondisi kurangnya waktu bagi saya untuk mempersiapkan diri, karena waktu saya sudah terkuras mengurus keluarga saya yang sedang sakit dan saat ujian berlangsung di dalam pikiran saya hanya mempertanyakan keadaan suami dan anak saya dirumah, karena saat itu saya melaksanakan ujian di rumah teman saya yang memiliki jaringan internet yang bagus.
Tibalah hari pengumuman kelulusan, saya dinyatakan tidak Lulus UP, disini saya menyadari kelemahan saya, dan saya tidak menyesali hasil tersebut karena banyaknya konflik batin yang terjadi pada diri saya pada saat ujian berlangsung. Saya hanya berpegang teguh bahwa akan ada waktunya hari bahagia untuk saya setelah kerasnya badai menerjang kehidupan saya. Dan saat itu tak henti-hentinya saya mendapat support dan motivasi dari suami, anak, kakak, keponakan dan sahabat saya terutama bapak wali kelas saya yang sangat membantu membangkitkan semangat saya, beliau adalah bapak M.SATTAR KARIM AMRULLAH mungkin jika dapat saya deskripsikan, kehadiran beliau mungkin salah satu obat yang Allah berikan setelah cobaan yang saya alami, dan sahabat seperjuangan PPG saya yang selalu menjaga mental dan rasa percaya diri saya, yang tak dapat saya sebut namanya satu per satu.
Alhamdulillah….Sampailah pada pelaksanaan UP RETAKER, disini saya mengerahkan segala kemampuan terbaik saya, saya punya tekat akan menjemput rezki yang tertunda. Akhirnya saat pelaksanan ujian saya merasa fokus, tenang dan tak ada kendala sedikitpun,mungkin inilah saat dimana Allah mengabulkan doa saya, yaitu saya dinyatakan LULUS pada tanggal 02 Maret 2024 yang pengumumannya tertanggal 29 Februari.
Benar adanya bahwa akan ada buah dari kesabaran saya selama ini,dan kelulusan ini juga merupakan hadiah ulang tahun saya yaitu dua hari kemudian pada tanggal 04 maret 2024. Dengan kelulusan tersebut hati saya sangatttttttttt bahagia sekali,rasanya saya mendapat angin segar setelah perjalanan panjang yang di lalui. Terimakasih kepada diri saya untuk tidak menyerah.
Terimakasih untuk segala ilmu yang bermanfaat yang diberikan bapak/ibu dosen dan guru pamong selama PPG,dan terimakasih juga kepada pemimpin FTK UIN STS Jambi yang di komandoi ibu Hj.FADILLAH, M.Pd beserta ketua dan sekretaris prodi PPG FTK UIN STS Jambi, Bapak Dr. RIDWAN, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan bapak INDRA BANGSAWAN atas segala support yang tak bertepi.
Bakecek-kecek urang minang “Baraja ka nan manang,Mancontoh ka nan sudah”
Demikian sedikit cerita pengalaman saya selama PPG,sedikit banyaknya mungkin ada yang tak dapat saya ceritakan,semoga generasi selanjutnya lebih semangat lagi dan lebih lebih sukses lagi hendaknya,Amin ya Rabbabal ‘alamin.