Blog

  • Adyyanto Mareta, Beratnya Mendapat Gelar “Gr” Tidak Seperti Yang Dibayangkan

    Adyyanto Mareta, Beratnya Mendapat Gelar “Gr” Tidak Seperti Yang Dibayangkan

    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

    Saya Adyyanto Mareta salah satu mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Tarbiyah UIN STS Jambi Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), Saya mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Saya  ingin berbagi pengalaman  yang sangat berat ujian dan cobaan  dalam proses meraih untuk mendapatkan  gelar Gr walapun hanya selama 3 bulan lamanya kuliah secara online.

    Pada masa menjalani proses perkulian PPG secara online begitu bertubi-tubi cobaan dan ujian yang saya alami. Meskipun kegagalan yang saya alami bukan berarti saya harus putus asa. Walaupun dalam keadaan sakit saya tetap bersemangat  untuk berjuang mendapatkan kesuksesan dalam meraih gelar Gr.

    Berkat kesabaran dan perjuangan  serta diiringi dengan bertawakal, Ikhtiar, serta berdo’a kepada Allah Swt. Alhamdulillah saya diberi kekuatan oleh Allah SWT serta motivasi dari Kaprodi serta Sekretaris Prodi, bapak Dr. Ridwan, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan bapak Indra Bangsawan, M.Pd serta Panitia PPG, Dosen, wali kelas , guru pamong beserta  kawan-kawan PPG sehingga muncul kembali semangat saya untuk medapatkan gelar tersebut walaupun dalam mengikuti ujian UP dalam kondisi yang kurang sehat saya hanya berserah diri kepada Allah Swt, dan sayapun sudah berikhtiar  dan berdo’a  apapun keputusannya  saya akan hadapi dengan ikhlas sabar serta tawakal kepada-Nya.

    Alhamdulillah selama mengikuti PPG saya bisa memahami arti dari sebuah cobaan dan ujian dalam kehidupan. Dibalik semua itu ada hikmahnya bagi diri saya pribadi. Saya dinyatakan lulus PPG pada hari Sabtu tanggal 2 Maret 2024.

    Terima kasih saya ucapkan kepada Bapak Kaprodi, Sekprodi serta panitia PPG UIN STS Jambi yang cukup sabar membimbing kami para perserta PPG. Semoga Prodi PPG FTK UIN STS JAMBI selalu sukses kedepannya. Aamiin Aamiin Ya Robal Alamin.

    Usaha tak menghianati hasil..dalam sebuah renungan panjang dibalik senyum perjuangan..

  • MARLENA, PPG Awalnya Dianggap Sesuatu Yang “Menakutkan dan Menyeramkan”

    MARLENA, PPG Awalnya Dianggap Sesuatu Yang “Menakutkan dan Menyeramkan”

    Assalamualaikum sahabat, teman-teman seprofesi tenaga pendidik dan semua guru dimanapun kalian berada. Artikel ini saya tulis untuk membagi pengalaman saya selama menjadi mahasiswa PPG bukan karena saya mau pamer atau ingin diakui bahwa saya bisa ikut PPG namun saya berharap bagi ibu atau bapak yang masih bingung dalam mengikuti kegiatan PPG setelah melihat artikel ini ada sedikit penjelasan yang bisa bapak ibu baca.

    Program pendidikan profesi guru (PPG) merupakan salah satu program dari Kemdikbudristek untuk menuntaskan pendidikan profesi guru sesuai amanat UU Nomer 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen.

    Sejak tahun 2021 sampai 2022, PPG dalam jabatan di laksanakan secara daring (online), awalnya karena pandemic Covid-19 yang mengharuskan semua orang untuk berada di rumah dan tidak boleh beraktivitas di luar sehingga proses pembelajaran diharuskan untuk daring. Sampai tahun 2023 semua berangsur membaik namun ada beberapa kegiatan perkuliahan yang masih menggunakan aktivitas daring salah satunya adalah aktivitas kegiatan perkuliahan PPG yang masih menggunakan layanan daring.

    Mengikuti PPG dalam jabatan membuat saya menjadi pejuang sinyal dan pejuang centang hijau serta tanda selesai di LMS, di mana pada saat proses perkuliahan ada saja kendala sinyal yang muncul yang menyebabkan saya susah untuk mengikuti proses perkuliahan namun selama menjadi mahasiswa di universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dosen dan juga guru pamong selalu sabar dan menjawab pertanyaan saya apabila saya susah memahami materi yang di jelaskan , dan juga dosen beserta guru pamong selalu memberikan contoh-contoh yang jelas sehingga kami sebagai mahasiswa bisa mengerti secara penuh bagaimana cara mengerjakan tugas yang hendak di kerjakan

    PENGALAMAN AWAL MENGERJAKAN TUGAS MERANGKUM MODUL

    Mahasiswa diharuskan merangkum Modul yang telah di berikan sejak awal kita menjadi peserta PPG dalam jabatan, awalnya saya malas mengerjakan itu semua dimana selama proses merangkum itu diberi waktu kurang lebih dua minggu lama nya, akibat kemalasan mengerjakan, saat akan di kumpulkan,  saya hanya merangkum bagian depan nya saja dan efeknya adalah saya kurang mengerti apa saja isi dari modul tersebut padahal modul yang di berikan adalah landasan kita dalam proses perkuliahan nanti dan juga berguna untuk kita dalam mengerjakan tugas dan mengerjakan soal UP nantinya, sehingga apa yang saya lakukan sangat tidak baik untuk di lakukan bapak dan ibu.

    AWAL MULA PROSES PEMBELAJARAN

    Pada tahap ini mahasiswa PPG mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam berjumlah 15 mahasiswa. Kita di ajak untuk memahami tata cara menggunakan LMS dan di ajak untuk membiasakan diri dalam menggunakan LMS, namun terkadang saya dan teman-teman lain lupa dalam absen harian sehingga sering kali merepotkan admin kelas, namun admin kelas di universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sangat responsif dan sabar menghadapi kami yang sering kelupaan absen. Setelah di ajak untuk mengenal tata acara menggunakan LMS peserta PPG mulai melaksanakan pembelajaran dengan dosen masing-masing pada setiap materi pembahasan dan setiap pembahasan pasti ada tagihan tugas yang harus mahasiswa kerjakan, dengan arahan yang jelas dari dosen dan juga pendampingan yang telaten dari guru pamong sehingga proses perkuliahan dan mengerjakan tugas bisa kami lewati dengan baik.

    UJIAN KOMPREHENSIF

    Pada ujian komprehensif disini mahasiswa di uji oleh dosen mengenai Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) termasuk pembuatan RPP apakah sudah sesuai atau belum, apakah mahasiswa memahami atau belum dan juga di berikan pengarahan yang jelas apabila tidak sesuai ketika menyusun RPP. Banyak yang beranggapan bahwa proses komprehensif menakutkan dan juga mengerikan namun di universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sendiri dosen-dosen nya membimbing dengan cara yang baik dan juga menguji menggunakan tata cara yang baik sehingga mahasiswa merasa nyaman saat proses ujian berlangsung.

     

    PROSES PEMBUATAN VIDEO PPL

    Selama ini kami sebagai guru Sejarah Kebudayaan Islam  melaksana kan proses layanan yang membantu siswa untuk mengatasi permasalahan nya baik di sekolah maupun di di rumah namun apabila siswa tidak ingin cerita maka guru susah untuk membantu siswa mengatasi permasalahan nya untuk itu guru BK selalu melakukan need assessment untuk mengetahui kebutuhan siswa melalui DCM (daftar cek masalah) AUM (alat ungkap masalah) dan juga Lembar Kerja peserta didik (LKPD) di mana hal tersebut memberikan data statistik yang bisa memperlihatkan mana masalah yang banyak yang dia alami oleh siswa dan juga hal ini membantu guru BK merumuskan layanan apa yang akan di berikan .

    Pada proses PPL PPG dalam jabatan ini saya menampilkan proses pemberian layanan bimbingan konseling di sekolah dengan berbagai macam strategi layanan dan juga pendekatan sehingga saya harap bisa membantu siswa keluar dari permasalahannya

    MANFAAT PPG

    Awal mula ikut PPG dalam jabatan saya sangat ketakutan karena saya mendengarkan pengalaman teman-teman saya bahwa PPG itu menyeramkan dan juga susah untuk di lakukan, sehingga hal tersebut membuat saya pesimis untuk bisa mengikuti kegiatan PPG namun setelah saya mengikuti proses PPG dalam jabatan saya merasa memiliki ilmu yang bisa menjadi penunjang kinerja saya di sekolah baik dalam hal menyusun RPP yang baik dan inovatif , membuat media pembelajaran yang baik , dan juga bisa melakukan proses pembelajaran yang menarik bagi siswa serta menambah pengalaman saya dari dosen , guru pamong maupun mahasiswa yang lain.

     

    Terima kasih saya ucapkan pada Pimpinan FTK UIN STS Jambi, ibu Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd atas kesempatan untuk menjalani perkuliahan dan terima kasih pula atas motivasi dan dorongan dari Ketua dan sekretaris PRODI PPG FTK UIN STS Jambi, bapak Dr. Ridwan, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan pak Indra Bangsawan, M.Pd. Semoga pula Prodi PPG FTK UIN STS Jambi selalu memberi manfaat bagi para mahasiswanya.

    Sekelumit catatan mengakhiri resah yang pernah ada

  • Musriyati “Status Retaker Membuat Hati Sedih” Namun Harus Tetap Bangkit

    Musriyati “Status Retaker Membuat Hati Sedih” Namun Harus Tetap Bangkit

    Perkenalkan nama saya Musriyati, berasa dari sebuah dusun yang bernama Srimukti, Sinar Rejeki kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Sebagai mahasiswa PRODI PPG FTK UIN STS dengan mapel sejarah kebudayaan Islam.

    Izinkan saya menguntaikan beberapa bait pengalaman saya saat menjalankan tugas selaku mahasiswi PPG yang sangat luar biasa, dengan segala perjuangan yang dilalui serta proses demi proses yang saya lewati selama mengerjakan tugas-tugas diperkuliahan, meski secara utuh tidak dapat berjalan lancar secara sepenuhnya. Namun didampingi anak yang sangat mendukung serta memotivasi untuk ibu tercintanya membuat saya terus berupaya memberikan dan melakukan yang terbaik demi lancarnya perjalanan perkuliahan saya.

    Syukur alhamdulillah walaupun perjalanan perkuliahan tidak begitu lancar, dikarenakan masalah internet untuk pengiriman tugas-tugas yang menjadi kendala dan lain sebagainya dengan kaitan IT. Maklum, saya juga tinggalnya dikampung atau dipelosok desa. Beriring berjalannya waktu yang saya lalui, Alhamdulillah tugas-tugas perkuliahan PPG yang mesti dikumpulkan tepat waktu tanpa alasan apapun, saya tetap berusaha menyelesaikan sesuai dengan deadline yang ada.

    Memang rasanya begitu berat, dimana setiap harinya harus mengirimkan tugas walaupun tidak menguasai IT, Namun atas Ridha dari Allah Swt. dan dibantu oleh anak, tugas tersebut bisa terselesaikan dengan baik.

    Terimakasih ya Allah atas berkah rahmatMU.. terimakasih anakku telah membantu dan mendampingi perjalanan PPG ibu sampai selesai yang dengan sabar menemani dikala kesulitan yang melanda. Setelah selesai saya menyelesaikan segala tugas-tuga dari modul-modul diperkuliahan selam kurang lebih 4 bulan akhirnya dapat saya selesaikan juga.

    Dipenghujung perkuliahan, saya mesti melaksanakan langkah akhir yaitu Uji Pengetahuan (UP) dan tidak semudah yang saya bayangkan, hasil dari UP yang saya lakoni, saya dinyatakan belum lulus. Hasil ini sempat membuat saya down, saya merasa gagal dan malu pada keluarga dan lingkungan saya. Alhamdulillah anak, keluarga, teman-teman, dewan guru, kepala sekolah, dosen-dosen PPG FTK UIN STS jambi, memberi support, motivasi dan do’a untuk saya agar dapat bangkit dari keterpurukan.

    Memang rasanya menyandang status sebagai retaker itu membuat hati saya sangat sedih, tetapi bagaimanapun rejeki belum berpihak kepada saya. Dengan nasehat dan motovasi dari dosen saya pun harus terus berusaha berikhtiar supaya meraih keberhasilan. Alhamdullah do’a itu pun terkabulkan dan diijabah oleh Allah Swt. Ammiin ya robbal ‘alamin.

    Pada tanggal 29 Februari 2024 dinyatakan lulus UKMPPG. Terimakasih saya ucapkan kepada LPTK Fakultas Tarbiyah dan keguruan UIN STS Jambi yang tidak bosan -bosannya memberikan ilmu mudah-mudahan dengan keikhlasannya semua dosen Allah catat sebagai amal jariyah. Amiin…

    Sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada Bapak Rektor Prof. Dr. As’ad, M.Pd, Ibu Dekan Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd, bapak Kaprodi dan sekprodi, Dr. Ridwan, S.Psi., M.Psi.,Psikolog dan bapak Indra Bangsawan, M.Pd. Terima kasih pula untuk Ibu Walas, Ibu Pamong dan semua dosen LPTK UIN STS Jambi.

    Terimakasih juga buat suami, anak-anak, menantu, dan semua keluarga. Terimakasih buat Bapak kepala sekolah MIS Islamiyah, Dewan guru dan rekan-rekan guru PPG semua wabil khusus kelas mapel sejarah kebudayaan islam (SKI).

    Mohon maaf kepada semua pihak , apabila pembuatan cerita pengalaman banyak kata-kata yang kurang pas/benar saya mohon maaf dan kepada Allah saya mohon ampun. Wassamu’alaikum wr wb.

    Catatan dibawah sang surya yang beranjak menerangi jalan

  • Nurhalimah “Malah Doyan Makan dan Semakin Berisi” Selama Perkuliahan PPG

    Nurhalimah “Malah Doyan Makan dan Semakin Berisi” Selama Perkuliahan PPG

    Assalamalaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Perkenalkan nama saya Nurhalimah, S.Pd.I lahir pada tanggal 5 maret 1987 di Sungai Beringin Tembilahan Indragiri Hilir RIAU, tepat 5 maret 2024 usia saya 37 tahun, cukup tua untuk mengikuti PPG DALJAB Kategori 2 yang seharusnya bisa mengikuti kategori 1, benar begitu bukan? tapi syukur tak lupa saya ucapkan sampai pada tahap ini.

    Mengikuti PPG ini adalah suatu hal yang luar biasa bagi saya yang sempat akan di DO dari STAI AULIAURRASYIDIN TEMBILAHAN Tempat saya kuliah dulu. Dari mana saya akan mulai cerita saya, apakah hanya cerita bagaimana menghadapi PPG yang dijalani selama kurang lebih empat bulanan ini atau bagaimana saya sampai pada tahap dapat mengikuti PPG ini?

    Sepertinya saya lebih tertarik menceritakan perjalanan saya sampai ke pada tahap mengikuti PPG ini, hal yang paling berkesan bagi saya dan bahkan sesuatu yang saya anggap tidak mungkin saya bayangkan akan ada pada tahap ini karena seperti yang di awal saya ceritakan bahwa saya hampir di DO.

    Di tahun 2006 saya mulai kuliah setelah tamat di MA. PP. Tunas Harapan Tembilahan, mengikuti mata kuliah, KKN dan PPL serta Skripsi tidak ada kendala sama sekali di delapan semester yang dihadapi. tibalah namanya Ujian Munaqasah atau sidang skripsi yang waktu itu biayanya sekitar 1.500.000. Disini kesulitan datang. Uang segitu banyak tentu tak mudah di dapat dengan mudah dengan Abah yang hanya seorang petani dengan 4 orang anak yang semuanya sekolah.

    Satu semester terlewati, lanjut semester berikutnya tetap tidak ada juga uang untuk membayar ujian itu, saya bahkan sempat jadi guru privat, kerja di photocopian uangnya malah tidak terkumpul, ekonomi memang sangat sulit saat itu jadi bukannya saya bayar uang Munaqasah tapi saya berikan uangnya ke mamak, kasian adik mau jajan sekolah tidak ada uang urusan dapur juga seret, lalu hal yang paling mudah saya lakukan yakni cari pengganti tanggung jawab, kebetulan jodoh sampai saya menikah di tahun 2013.

    Disinilah saya pahami bahwasanya manusia memang berencana tapi Allah juga yang menentukan takdir manusia. Bersama suami bukannya mudah juga, berdua berpikir bagaimana caranya kuliah saya bisa selesai di pilihlah beladang selama setahun nyata hasilnya nihil karena gagal panen  sampai pada tahun 2014 kuliah saya semester enam belas tentu ambang batas akan di DO oleh pihak STAI.

    Akhirnya kepala sekolah waktu di MTS PP Tunas Harapan dulu waktu saya sekolah mau meminjamkan uang, sayangnya uang yang di bayarkan tidak sejumlah yang saya sebutkan tadi tentu ada uang semester yang terlewati yang harus di bayar. AL-Fatihah untuk almarhum Ma’ruf Khadafas orang  yang berjasa membayarkan uang ujian munaqasah yang katanya sayang kalau saya di DO. Ujian di 2014 saya dinyatakan lulus sidang skripsi, Alhmadulillah tinggal ngambil ijazah, nyatanya untuk bayar wisuda kembali uangnya tidak bisa dibayarkan selama empat tahun lamanya, jadi di 2018 barulah ijazah S1 bisa dipegang. Dan pada tahun itulah saya hijrah ke Muara Sabak Barat Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Seminggu hijrah saya langsung dapat mengajar di SDN 78/X Kampung Singkep, berjuang di tahun 2020 alhamdulillah lulus CPNS dan di 2021 tugas di SDN 108/X Sungai Itik kecamatan Sadu Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.

    Jadi ASN merupakan sesuatu hal yang luar biasa kemudian di panggil PPG DALJAB 2023 BACTH 2 tak hentinya rasa syukur saya ucapkan. Lalu apakah kendala selama PPG memberatkan saya tentu tidak sama sekali, jika signal hilang saya cari tempat  dimana ada signal, tugas dari dosen diusahakan cepat selesai. Semangat tak pernah saya lepas selama empat bulan PPG ini, jika teman tidak bisa makan selama PPG saya nyatanya malah makin berisi, satu yang saya tanamkan ini kesempatan.

    Entah ada atau tidak nanti tidak ada yang tau, segalanya di atur Allah. Kita perlu usaha selebihnya serahkan kepada Allah dengan tawakkal dan ikhlas menjalani. Akhirnya pengumuman itu tiba dan saya lulus. Terimakasih kepada guru-guru hebat teman seperjuangan kelas PAI 3 dan dosen dosen serta pihak kampus yang telah membantu khususnya kepada wali kelas pak arya, pak indra dan pak amirul dan pak ridwan. Tanpa kalian saya bukanlah apa-apa apalagi masih gagal teknologi.

    Insyaallah kita bertemu di pengukuhan.

    Assalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh.

  • Tri Wahyuningsih “Vertigo Menyerang dan Sempat Cekcok Dalam Rumah Tangga” Saat Mengikuti Perkuliahan PPG

    Tri Wahyuningsih “Vertigo Menyerang dan Sempat Cekcok Dalam Rumah Tangga” Saat Mengikuti Perkuliahan PPG

     

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarrokatuh.
    Saya Tri Wahyuningsih mahasiswi PPG batch 2 kategori 2 UIN Sultan Thaha Saifuddin jambi. Saya berasal dari kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Saya bertugas Di SMP N 56 MERANGIN kecamatan Pamenang Barat.

    Saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman selama mengikuti PPG yang berlangsung kurang lebih 6 bulan. Pada awalnya Saya tidak berminat mengikuti dengan berbagai alasan: 1.tidak ada dukungan dari suami. 2.tidak punya laptop. 3. kurang menguasai IT, 4.tidak punya uang membayar orang untuk membantu.

    Setelah mendapatkan motivasi dan dukungan dari temen kerja dan sahabat yang bersedia meminjamkan laptop akhirnya saya mendaftar. Jujur, sebenarnya saya takut dan khawatir putus ditengah jalan. Bertepatan dihari ke 26 perkuliahan berlangsung, saya mengalami sakit vertigo karena lupa makan, kurang istirahat dan kelewat stres.

    Dengan berjalannya waktu saat perkuliahan berlangsung sebulan lebih, sahabat pindah tugas di SPC hitam ulu kabupaten sarolangun. Dengan demikian mengharuskan saya untuk bisa mengoperasikan laptop sendiri dan Alhamdulillah keterpaksaan membuat saya jadi bisa, walaupun mohon maaf selalu merepotkan mahasiswa PPG kelas 8.

    Alhamdulillah setelah semua tugas-tugas diselesaikan dengan baik sampailah pada titik yang membuat hampir seluruh mahasiswa PPG tidak bisa tidur karena menghabiskan waktu untuk belajar menghadapi uji pengetahuan (UP).

    Saya 2 kali mengikuti UP. Untuk UP yang pertama tidak lulus dikarenakan tensi naik yang membuat saya tidak mampu membaca soal dengan baik,dan muntah2 terus. Pagi mau UP malamnya suami minta mau keluar dari rumah (pisah) kalau saya pada hari itu tidak mau ikut pulang ke jawa. Mungkin beliau merasa bosan dan hanya menghabiskan uang kalau harus bolak-balik ke Jawa demi mempertahankan saya yang sudah mengabdi 12 tahun gajinya dibawah 300.

    Selama UP berlangsung soal dilaptop yang saya baca yang teringat hanya………suami. UP 1 selesai saya menutup laptopnya dan berfikir bahkan terucap sama teman2 klu saya pasti tidak lulus.

    Menjelang menunggu pengumuman hasil UP saya rajin berdoa ,membaca Alquran dan shalat Sunnah bahkan puasa Barang kali ada keajaiban tentang pengumuman up. Alhamdulillah saya malah mendapat Rizki lulus P3K dan dilanjutkan pengumuman up hasilnya saya tidak lulus. Akhirnya suami merasa bersalah dan menyesal bahkan memotivasi dan mendukung untuk UP berikutnya saya harus ikut lagi. Bahkan Alhamdulillah sampai sekarang memberikan kasih sayang yang luar biasa.

    Singkat cerita tibalah up yang kedua dan Alhamdulillah saya diberikan kesehatan untuk bisa ikut UP dengan semangat 45 karena diantar ngungsi ke Bangko dan ditunggu suami diluar ruangan dan Alhamdulillah up ke 2 saya lulus.

    Dari cerita saya diatas banyak sekali hikmah yang saya ambil.
    Maka dari itu ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala bimbingan, arahan dan ilmunya kepada:
    1.Pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Thaha Saifuddin jambi.
    2.Ketua Prodi dan Sekretaris prodi PPG FTK UIN Sultan Thaha Saifuddin jambi Dr. Ridwan, S.Psi. M.Psi., Psikolog dan Indra Bangsawan, M.Pd
    3.Dan tak lupa juga kepada para sahabat atas doanya. Mohon maaf tidak bisa membalas semua kebaikan bapak cuma bisa mendoakan semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya.senantiasa memberikan kesempatan keselamatan dalam menjalankan segala aktivitas.Aamiin Aamiin Aamiin ya rabbal Alamin.

    mohon maaf atas segala kehilafan.

    Dibalik kedukaan, muncul kebahagiaan
    Wassalam mu’alaikum wa Rohmatulloh hi wabarrokatuh

  • Murni “Muncul Keinginan Untuk menyerah Saat Suami dan Anak Sakit” Saat Mengikuti Perkuliahan PPG

    Murni “Muncul Keinginan Untuk menyerah Saat Suami dan Anak Sakit” Saat Mengikuti Perkuliahan PPG

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh….
    Perkenalkan saya MURNI, S.Pd ,berasal dari provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Pesisir Selatan, Kecamatan IV Jurai, Desa Sago Salido dan saya merupakan Mahasiswi Program Studi (PRODI), Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi dengan mapel Guru Kelas MI.

    Disini saya akan menceritakan pengalaman saya selama PPG…

    Bermula pada tanggal 24 Agustus 2023 saya dinyatakan lulus pretest dan memulai perkuliahan PPG online, rasa haru dan bahagia yang saya rasakan pada saat itu karena momen yang saya tunggu-tunggu  akhirnya datang juga. awalnya…. saya sempat khawatir akankah saya sanggup menjalani PPG ini sampai dengan selesai, mengingat saya belum menguasai IT dan saya juga harus membagi waktu dengan kegiatan mengajar disekolah.

    Pada saat awal memulai PPG saya mendapat kendala dengan rusaknya laptop saya tanpa diketahui sebab yang jelas atau mati secara mendadak, lalu tak lama kemudian setelah menjalani PPG beberapa minggu di lanjutkan dengan HP saya yang mendadak rusak, yang mana kerusakanya yang sangat parah lalu tak bisa terpakai lagi yang mengharuskan saya untuk membeli yang baru, padahal disini saya masih guru Honorer yang berpenghasilan tak seberapa yaitu hanya Rp.200.000 perbulan, dengan kerusakan HP tersebut membuat perasaan saya sangat sedih mengingat kebutuhan yang juga banyak harus dipenuhi, akan tetapi saya juga sangat membutuhkan HP guna memperoleh Informasi selama PPG. Namun, Allah maha baik, yang sebenarnya jika dipikir-pikir saat ini entah dari mana sumber rezki yang saya dapat pada saat itu namun atas rizky yang diberikan Allah, maka saya sanggup untuk memenuhi kebutuhan saya selama PPG berlangsng termasuk memperbaiki laptop dan membeli HP.

    Proses demi prosespun dapat dijalani dengan berjalanya waktu sehingga saya sudah sampai di pertengahan PPG yaitu kegiatan PPL, saat pelaksanaan pembuatan Video terjadi kendala pada jaringan yang sulit didapat di lokasi tempat saya mengajar, yang mana lokasi sekolah tempat saya mengajar berada di Desa yang  jarak kota dari desa tempat saya mengajar memakan jarak tempuh selama 30 Menit dari pusat kota.

    Kebetulan saat pelaksanaan pembuatan video, di tempat saya sedang berlangsungnya musim hujan dan akhirnya sulit mendapatkan waktu yang tepat untuk pembuatan video, jadi saya memulai pelaksanaan video di siang hari yang mana siswa sudah sulit di kendalikan ketenanganya di karenakan sudah merasa ingin segera pulang.

    Pada dasarnya saat mengajar kita harus memiliki kesabaran dalam menghadapi siswa maka dapat terselesaikanlah video tersebut dan disini saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada siswa saya yang sudah menjaga kekompakan dan kerjasama yang baik dalam proses take video, dan juga teman teman seperjuangan saya disekolah yang sudah membantu,baik berupa motivasi,semangat dan juga pengertian selama proses PPL berlangsung.

    Seiring berjalannya waktu, hari menjelang UP pun tiba, disinilah kekacauan pikiran saya dimulai, ujian UP berlangsung berdekatan dengan ujian PPPK dan membuat saya membutuhkan waktu untuk lebih fokus lagi untuk mengajar, namun tanpa saya harapkan, suami saya jatuh sakit, lalu di susul oleh 2 anak saya, disini pikiran saya sangat terkuras belum lagi saya juga masih melaksanakan tanggung jawab saya untuk mengajar, tak dapat saya deskripsikan perasaan saya pada saat itu, yang jelas yang ada dipikiran saya hanya keadaan anak dan suami saya.

    Proses menggunggah berkas syarat UP berjalan dengan tetesan air mata, perasaan ingin menyerah dan berhenti di pertengahan jalan menyelimuti jiwa saya, sempat saya curahkan kekacauan hati saya kepada kakak dan keponakan saya tentang pikiran saya yang ingin berhenti melanjutkan pelaksanaan PPG karena tidak mungkin saya menunjukkkan kesedihan saya kepada anak dan suami saya yang pada saat itu tengah sakit, lalu dengan dorongan dan motivasi dari kakak dan ponakan saya, dengan tertatih saya berusaha untuk tetap melanjutkan proses selanjutnya.

    Hari pelaksanaan UP PPG pun tiba, saya melaksanakan ujian dengan segenap kemampuan saya pada saat itu, dalam kondisi kurangnya waktu bagi saya untuk mempersiapkan diri, karena waktu saya sudah terkuras mengurus keluarga saya yang sedang sakit dan saat ujian berlangsung di dalam pikiran saya hanya mempertanyakan keadaan suami dan anak saya dirumah, karena saat itu saya melaksanakan ujian di rumah teman saya yang memiliki jaringan internet yang bagus.

    Tibalah hari pengumuman kelulusan, saya dinyatakan tidak Lulus UP, disini saya menyadari kelemahan saya, dan saya tidak menyesali hasil tersebut karena banyaknya konflik batin yang terjadi pada diri saya pada saat ujian berlangsung. Saya hanya berpegang teguh bahwa akan ada waktunya hari bahagia untuk saya setelah kerasnya badai menerjang kehidupan saya. Dan saat itu tak henti-hentinya saya mendapat support dan motivasi dari suami, anak, kakak, keponakan dan sahabat saya terutama bapak wali kelas saya yang sangat membantu membangkitkan semangat saya, beliau adalah bapak M.SATTAR KARIM AMRULLAH mungkin jika dapat saya deskripsikan, kehadiran beliau mungkin salah satu obat yang Allah berikan setelah cobaan yang saya alami, dan sahabat seperjuangan PPG saya yang selalu menjaga mental dan rasa percaya diri saya, yang tak dapat saya sebut namanya satu per satu.

    Alhamdulillah….Sampailah pada pelaksanaan UP RETAKER, disini saya mengerahkan segala kemampuan terbaik saya, saya punya tekat akan menjemput rezki yang tertunda. Akhirnya saat pelaksanan ujian saya merasa fokus, tenang dan tak ada kendala sedikitpun,mungkin inilah saat dimana Allah mengabulkan doa saya, yaitu saya dinyatakan LULUS pada tanggal 02 Maret 2024 yang pengumumannya tertanggal 29 Februari.

    Benar adanya bahwa akan ada buah dari kesabaran saya selama ini,dan kelulusan ini juga merupakan hadiah ulang tahun saya yaitu dua hari kemudian pada tanggal 04 maret 2024. Dengan kelulusan tersebut hati saya sangatttttttttt bahagia sekali,rasanya saya mendapat angin segar setelah perjalanan panjang yang di lalui. Terimakasih kepada diri saya untuk tidak menyerah.

    Terimakasih untuk segala ilmu yang bermanfaat yang diberikan bapak/ibu dosen dan guru pamong selama PPG,dan terimakasih juga kepada pemimpin FTK UIN STS Jambi yang di komandoi ibu Hj.FADILLAH, M.Pd beserta ketua dan sekretaris prodi PPG FTK UIN STS Jambi, Bapak Dr. RIDWAN, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan bapak INDRA BANGSAWAN atas segala support yang tak bertepi.

    Bakecek-kecek urang minang “Baraja ka nan manang,Mancontoh ka nan sudah”
    Demikian sedikit cerita pengalaman saya selama PPG,sedikit banyaknya mungkin ada yang tak dapat saya ceritakan,semoga generasi selanjutnya lebih semangat lagi dan lebih lebih sukses lagi hendaknya,Amin ya Rabbabal ‘alamin.

  • Okta Andika “Ke Desa Tetangga dan Menaiki Menara” Mencari Secercah Sinyal, Bertahan Dari Tuntutan Tugas PPG

    Okta Andika “Ke Desa Tetangga dan Menaiki Menara” Mencari Secercah Sinyal, Bertahan Dari Tuntutan Tugas PPG

    Bismillahirrahmanirrahim

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Perkenalksn nama saya Okta Andika, Seorang mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan batch 2 kategori 2 Fakultas Tarbiyah di Keguruan di Universitas Islam Negeri  Sulthan Thaha Saifudin Jambi pada tahun 2023 dengan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

    Saya mengajar sejak Januari tahun 2021 di sekolah dasar tepatnya setelah dinyatakan lulus Pegawai Negeri Sipil Tahun 2020. Namun ada hal menarik yang sampai saat ini menjadi kenangan perjalanan saya untuk mendapatkan NIP. Pada waktu itu, dimana pada saat pengumuman hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) saya mendapatkan informasi bahwa salah satu dari peserta yang lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) telah menyelesaikan dan dinyatakan lulus Pendidikan Profesi Guru, dan itu artinya akan memberikan nilai maksimal bagi yang memiliki sertifikat kelulusan Profesi. Namun hal itu tidak menyurutkan ikhtiar dan semangat saya untuk berjuang mengejar cita-cita saat itu, dan Alhamdulillah mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan. Sejak saat itulah saya mulai mempelajari dan mencari informasi terkait dengan Pendidikan Profesi Guru (PPG).

    Pada tahun 2022 kemenag mengadakan seleksi akademik (pretest) calon peserta PPG,  tepatnya Kamis 12 Mei 2022, Alhamdulillah saya dinyatakan lulus pretest.

    Pada tahun 2023 saya berkesempatan untuk mendapatkan pengalaman yang luar biasa selama menumpuh pendidikan profesi guru (PPG) dengan segala perjuangan.

    Kegiatan PPG diawali dengan kegiatan perkenalan dengan pihak LPTK UIN Sulthan Thaha Saifudin Jambi dan sesama mahasiswa, serta dibagikan dalam beberapa kelas dengan didampingi dengan Wali kelas. Saya sangat bersyukur berada ditengah teman-teman satu kelas yang saling memberikan semangat dan motivasi yang tinggi kepada sesama, terutama pada masa kegiatan pendalaman materi, mengingat hari-hari pertama kegiatan PPG merupakan saat penyesuaian diri dengan materi dan modul serta tugas yang padat dan terjadwal, sehingga membuat saya merasa sedikit panik karena belum terbiasa membuat peta konsep dengan menggunakan berbagai website, sehingga hampir beberapa tugas terlambat dikumpulkan, namun memasuki hari keempat dan seterusnya terasa lebih mudah karena sudah terbiasa mengerjakan tugas-tugas dengan alur dan jadwal yang sama, namun tetap saja ada hal-hal yang di luar kendali dan tidak diduga-duga terjadi beberapa kali, seperti lampu mati dalam waktu lama yang juga berpengaruh terhadap signal jaringan internet, yang mana internet sangat penting dalam pengupload tugas-tugas, sehingga saya harus pergi ke desa tetangga atau naik ke menara terdekat untuk dapat mendapatkan signal. Namun hal itu tidak membuat saya menyerah sedikitpun, karena adanya dukungan penuh dan pengertian para Bapak/Ibu dosen pembimbing yang terus memberikan dukungan serta motivasi kepada saya.

    Pengalaman berharga selanjutnya adalah kegiatan lokakarya, dimana kegiatan lokakarya para mahasiswa mendalami pengembangan perangkat pembelajaran. hal ini saya rasa sangat bermanfaat karena banyak hal–hal baru yang saya dapatkan berkaitan dengan tahapan pengembangan perangkat pembelajaran, yang tidak saya dapatkan di tempat lain karena dalam kegiatan lokakarya para mahasiswa di dampingi oleh dosen dan guru pamong yang kompeten dan profesional, selain itu adanya keleluasaan tanya jawab dan berdiskusi, sehingga setiap kendala dan kesulitan dapat terselesaikan dengan baik.

    Setelah Lokakarya, bagian yang tak kalah pentingnya adala praktik pengalaman lapangan, yang mana saya dan mahasiswa lainnya menerapkan apa-apa yang sudah dipelajari dan dibuat pada saat lokakarya diterapkan dengan membuat video pembelajaran di sekolah masing-masing. Kegiatan pembuatan video praktik pengalaman lapangan tak kalah menariknya dengan segala keseruan dan sedikit kendala. Adapun keseruan ketika proses pembuatan video adalah kebersamaan bersama peserta didik yang sangat aktif sesuai dengan tujuan pembelajaran Kurikum merdeka. namun tetap saja ada kendala-kendala kecil seperti lampu mati ketika proses pembuatan video praktik pengalaman lapangan yang menggunakan infokus dan penggunaan media link youtube.

    Setelah melewati proses PPG yang penuh semangat, maka sampailah pada persiapan Uji Pengetahuan yang dilaksanakan pada hari sabtu 17 Februari 2024, dengan segala iktiar dan do’a dengan berharap kepada Allah agar mendapatkan hasil yang memuaskan. Berselang waktu dua minggu harap cemat, akhirnya tombol “Cek Kelulusan” pun muncul. dengan penuh harap dan tawakal kepada Allah saya memasukkan nomor daftar ujian dan tanggal lahir dan status kelulusanpun keluar. Allhamdulillah dinyatakan “LULUS”.

    Dari kegiatan PPG yang dilaksanakan memberikan banyak manfaat bagi seorang mahasiswa PPG yaitu guru, yaitu dalam pengalaman saya, terasa berbeda ketika proses pembelajaran sebelum kegiatan PPG dan sesudah PPG dilaksanakan, yang mana setelah mendapatkan pemahaman materi dan penjelasan selama PPG bersama para dosen dan guru pamong yang kompeten, kegiatan belajar di kelas menjadi lebih tertata, lebih sistematis, tidak kaku, peserta didik menjadi aktif, lebih memahami keberagaman peserta didik, penggunaan media teknologi dan metode pembelajaran yang efektif, hingga proses evaluasi pembelajaran peserta didik menjadi terarah dan masih banyak sekali manfaat yang saya rasakan setelah melaksanakan Pendidikan Profesi Guru di Fakultas Tarbiyah di Keguruan di Universitas Islam Negeri  Sulthan Thaha Saifudin Jambi. Terimakasih atas segala ilmu yang bermanfaat dari para dosen dan guru pamong, terimakasih pula kepada para pimpinan FTK UIN Jambi yang dikomandoi bu Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd beserta Ketua dan sekretaris PRODI PPG FTK UIN STS Jambi, bapak Dr. Ridwan, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan bapak Indra Bangsawan atas segala dampingan dan supportnya yang tak bertepi.

    dibalik temaram Rangkaian makna kata yang tertulis dalam selimut rasa bahagia demi menjemput takdir

  • Rosyidah “Kondisi Stres Membuat Berat Badan Turun” Semasa Perkuliahan PPG

    Rosyidah “Kondisi Stres Membuat Berat Badan Turun” Semasa Perkuliahan PPG

    Assalamu’alaikum wr… Wb…
    Izin kan saya atas nama Rosyidah berbagi pengalaman selama kegiatan perkuliahan PPG yang mana saya memulai perkuliahan batch 1. Selama menjalani perkuliahan di Program Studi (PRODI) Pendidikan Profesi Guru (PPG) saya mengalami situasi stres ditandai dengan berat badan saya turun sebanyak 2kg karena harus menyelesaikan berbagai tugas PPG yg hampir 4 bulan secara terus menerus tanpa henti.

    Disamping dengan banyaknya tugas yang mesti saya selesaikan dan disegerakan,  saya juga dihadapkan dengan berbagai pekerjaan rumah layaknya seorang ibu yang juga memiliki tanggung jawab kepada keluarga.

    Dalam kesunyian yang saya hadapi, tekanan kerja yang menghampiri,  sering membuat saya menangis dikarenakan harus menjaga suami yg dalam kondisi sakit (stroke). Terasa dunia begitu kejam kepada saya yang lemah ini.

    Namun,  saya tetap menjalani dengan segenap daya yang saya miliki. Kondisi yang menekanpun tidak berhenti sampai disana, dua kali saya mengikuti Uji Pengetahuan (UP) dan kedua-duanya gagal dan ini sempat membuat saya terpuruk dengan beban yang terasa berat dipundak secara bertubi-tubi dengan cara menangis sejadi-jadinya. Seolah-olah dunia tidak pernah berpihak kepada saya, cobaan demi cobaan selalu menyertai, saya menyesal dan berkali-kali pula menyalahkan diri sendiri atas segala kegagalan yang saya terima. Saya manusia biasa, yang mudah rapuh bila dihantam berbagai gelombang.

    Tapi, saya selalu istighfar dan mulai bangkit secara perlahan, meski raga terkadang tak bisa menerima, tapi pikiran tetap saya paksakan untuk menjalani UP yang ke tiga kalinya.

    Alhamdulillah, atas izin Allah Swt, akhirnya saya dapat lulus pada UP yang ke-tiga. Pengumuman kelulusan yang tertanggal 29 maret 2024, sontak membuat saya bersujud syukur. Lelah hati ini menjadi lillah atas kehendak Allah dan tak ada yang tak mungkin bila Allah sudah berkehendak meski disela keputus asaan yang saya hadapi.

    Saya mengucapkan terima kasih atas arahan dari pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi juga dukungan penuh dari Ketua PRODI dan Sekretaris PRODI PPG FTK UIN STS Jambi, bapak Dr. Ridwan, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan pak Indra bangsawan, M.Pd yang tak pernah lelah memberi secercah harapan. Teman-teman dan kerabat yang mampu membersitkan asa yang ada meski asa itu sudah setipis kapas tetapi sangat beharga bagi saya.

    Terima kasih untuk semua orang yang mengenal dan mendukung saya, terima kasih atas segala pengorbanan keluarga. Saya telah membayar apa yang menjadi niat saya dari awal untuk menuntaskan perkuliahan yang sudah saya mulai meski melelahkan dan sangat panjang bak sungai yang terus mengalir.

    Secarik pengalaman dibalik tangis dan haru bercampur aduk.

    Wassalam, di penghujung malam

  • Mardiana Cerita Pengalaman Selama Kuliah di PPG “UNTUK IBUNDA” Yang Telah Tiada

    Mardiana Cerita Pengalaman Selama Kuliah di PPG “UNTUK IBUNDA” Yang Telah Tiada

    “ “

    BISMILLAHIROHMANIRROHIM.

    ASSALAMU’ALAIKUM Warahmatullahi wabarakatuh.

    Perkenalkan saya, MARDIANA S.Pd.I berasala dari SUNGAI ULAK ,NTT, kabupaten Merangin, Provinsi JAMBI dan saya merupakan mahasiswi Program Studi (PRODI) Pendidikan Profesi Guru (PPG) FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN STS  JAMBI dengan MAPEL PAI.

    Pengalaman saya disaat  menjalankan tugas PPG  memang tidak begitu banyak, tidak begitu indah dan tidak pula begitu pahit juga, akan tetapi sangat berkesan di benak saya, karna ada begitu banyak pengalaman yang tertuang selama hampir 4 bulan lamanya.

    Proses demi proses terlewati walau cukup banyak cerita, hambatan dan liku-liku yg di hadapi.

    Tepatnya tgl 24 agustus 2023 saya di nyatakan lulus pretes dan memulai perkuliahan PRODI PPG online. Rasa Bahagia bercampur khawatir  dengan beberapa alasan di antara nya saya tidak begitu mengusai IT, di selingi tugas sekolah persiapan akreditasi dan pengisian PMM dan terberat adalah di mana saya masih memiliki 1 orang tua yaitu ibunda yang sedang sakit keras dan tiap hari bergantung kesehatannya dengan obat dari dokter spesialis .

    Setiap mingu harus cek up ke rumah sakit, klinik dan dokter pribadi. Jika seketika kesehatan ibunda saya drop dan harus di rawat inap, tidak menutup kemungkinan saya harus merawat ibunda saya, dalam kurun 4  bulan 9 kali di rawat inap secara intensif. Yang terbaring lemas di betc ,dengan alat Kesehatan lengkap oksigen, impus dan kadang tiap 2 jam saya harus menanyakan ke perawat jaga dan dokter yang piket tentang perkembangan kesehatan ibu dilantai bawah betc,vdi samping ibu pulalah saya harus mengerjakan tugas, uji formatif dan tes akhir modul dan tanpa alasan apapun saya siap mengirim di jam 17,00 teng.

    Di samping itu juga dengan gelar seorang istri dan ibu dari 2  anak, semua tugas itu harus bisa saya handel, kerjakan dgn penuh tangung jawab.

    Memang tdk berat bagi org yg tdk mengalami nya, namun semua itu hanya yg Allah yang berkuasa atas makhluk Nya lah yang tau jeritan hati seorang anak, seorang istri dan seorang ibu.

    Beriring berjalannya waktu saya lewati dg keyakinan suatu hari ibu saya bisa sembuh dan tugas PPG saya berjalan lancar hinga berhasil, itulah tekad yang terus saya bangun dalam hati. Satu-satu nya harapan saya, ibu juga bisa merasakan kebahagian itu, menyaksikan keberhasilan anaknya. Mimpi yang saya bangun seolah-olah menjadi kado terindah saya buat ibu yang bisa mendamping saya di pengukuhan nanti, pasti beliau akan tersenyum manis.

    Berkat bimbingan dan sufort dari ibu walas PAI 6  SUSY PRANSISKA ,M.Pd saya terus membangun tekad yang membaja meski dengan segala tetesan keringat dan air mata, Seketika nama saya tersebut sebagai orang yang dinyatakan lulus oleh Ketua PRODI PPG FTK UIN Jambi, bapak Dr. RIDWAN S.PSI.,M.Psi.,PSIKOLOG dan pak Indra Bangsawan, M.Pd selaku Sekretaris PRODI serta menyerahkan serdik, beliau akan meneteskan air mata bahagia untu anaknya yang selalu ia doakan dalam keberhasilan menempuh jenjang pendidikan. Namun yang kuasa berkendak lain, pada 20 november 2023 ibu saya di pangil yg kuasa pergi untuk selama-lama nya. Seolah harapan yang saya bangun menjadi sirna, hampa tanpa orang tua disisi.

    Dengan laju nya waktu tugas demi tugas PPG  selesai dengn baik, sampailah pada di titik nadir saya harus berjuang semaksimal mungkin menghadapi Uji Pengetahuan (UP). Walau tanpa  ibunda disisi, saya selalu menyempatkan diri berziarah  ke makam beliau memohon izin Allah, restu dari kedua orang tua dengan harapan ujian berjalan lancar tanpa terkendala.

    ALHAMDULILLAH. akhirnya tepat tanggal 29 Februari saya dinyatakan lulus dan dengan penuh harap saya dan keluarga bisa menghadiri hari pengukuhan tanggal 14 Maret 2024 nanti.

    Allah maha baik yang selalu mendengar do’a-do’a hambanya.

    Secarik catatan dalam penantian.

  • Nur Asiah : Kondisi Hamil dan Memiliki Anak Sempat Membuat Galau Dalam Menyelesaikan Studi di PRODI PPG

    Nur Asiah : Kondisi Hamil dan Memiliki Anak Sempat Membuat Galau Dalam Menyelesaikan Studi di PRODI PPG

    Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

    Saya Nur Asiah, mahasiswi PPG batch 2 kategori 2 UIN Sulthan Thaha Saifuddi Jambi. Saya berasal dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan bertugas di kecamatan Bram Itam tepatnya di Desa Tanjung Senjulang yang berada ditepian sungai Pengabuan.

    Saya ingin bercerita tentang perjalanan perkuliahan PPG yang berlangsung kurang lebih 6 bulan ini. Pada minggu kedua bulan Agustus 2023, saya baru saja menikmati hari pertama cuti hamil (9 bulan) anak kedua saya, hingga pada sore harinya saya mendapatkan surat via whatsapp bahwa nama saya masuk dalam daftar penerima bantuan belajar PPG yang dibiayai PEMDA.

    Perasaan saya campur aduk waktu itu, entah harus senang atau sedih, karena PPG adalah panggilan yang sudah dinanti lama, namun kondisi hamil besar dan akan memiliki bayi tentu akan membuat pergerakan saya terbatas. Sempat berfikir untuk mundur, namun teman-teman sesama guru banyak yang memberikan masukan dan pengalaman serupa yang membuat saya memutuskan untuk maju dalam perkuliahan dalam kondisi cuti melahirkan. Berada pada kategori 2 dengan jumlah sks kuliah yang lebih banyak dari teman k1 sempat membuat saya jenuh dan seringkali emosional karena kelelahan dengan tugas.

    Hari prediksi lahir yang diperkirakan pada 10 September atau saya perkirakan di modul ke 7 pendalaman materi, ternyata maju pada 2 September 2023. Rasanya ingin saya beri nama anak saya “Hana resume Analisa”. Benar-benar situasi yang menguras tenaga, fikiran, dan emosi. Bahkan saat acara aqiqah anak saya, Hana Khairunnisa, saya sempat mencuri diri ke kamar untuk mengintip zoom pembahasaan PPL waktu itu. Alhamdulillah, Allah sebaik-baiknya perencana. Keluarga sangat pengertian. Bahkan teman sekelas juga selalu mebantu kesulitan saya dalam pengerjaan tugas. Tak terasa anak yang lahir dimodul 3 itu sudah berusia 6 bulan saat saya dinyatakan lulus UKMPPG.

    Semoga ilmu yang saya dapat selama PPG dapat bermanfaat untuk saya dan tentunya anak didik saya, serta Hana anak saya menjadi perempuan baik, bahagia, dan selalu semangat untuk menimba ilmu, sebagaimana ia turut kuliah sedari kandungan bersama saya. Alhamdulilah.. terima kasih atas dukungan semua pihak, pimpinan Fakultas tarbiyah dan Keguruan, ibu Dr. Hj.Fadlilah, M.Pd beserta Ketua dan sekretaris Prodi PPG Dr. Ridwan,S.Psi.,M.Psi.,Psikolog dan pak Indra bangsawan, M.Pd teman-teman dan keluarga yang telah mensupport hingga saya mencapai keberkahan pada titik sekarang ini dan saya akan terus mengembangkan keilmuan yang telah saya peroleh selama kuliah di Prodi PPG FTK UIN Sutha Jambi.

    Wassalaamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh