Beranda / Uncategorized / Nurhalimah “Malah Doyan Makan dan Semakin Berisi” Selama Perkuliahan PPG

Nurhalimah “Malah Doyan Makan dan Semakin Berisi” Selama Perkuliahan PPG

Diterbitkan:

Oleh:

Kategori:

217 views

Diterbitkan:

Kategori:

Oleh:

217 views

Assalamalaikum warahmatullahi wabarakatuh

Perkenalkan nama saya Nurhalimah, S.Pd.I lahir pada tanggal 5 maret 1987 di Sungai Beringin Tembilahan Indragiri Hilir RIAU, tepat 5 maret 2024 usia saya 37 tahun, cukup tua untuk mengikuti PPG DALJAB Kategori 2 yang seharusnya bisa mengikuti kategori 1, benar begitu bukan? tapi syukur tak lupa saya ucapkan sampai pada tahap ini.

Mengikuti PPG ini adalah suatu hal yang luar biasa bagi saya yang sempat akan di DO dari STAI AULIAURRASYIDIN TEMBILAHAN Tempat saya kuliah dulu. Dari mana saya akan mulai cerita saya, apakah hanya cerita bagaimana menghadapi PPG yang dijalani selama kurang lebih empat bulanan ini atau bagaimana saya sampai pada tahap dapat mengikuti PPG ini?

Sepertinya saya lebih tertarik menceritakan perjalanan saya sampai ke pada tahap mengikuti PPG ini, hal yang paling berkesan bagi saya dan bahkan sesuatu yang saya anggap tidak mungkin saya bayangkan akan ada pada tahap ini karena seperti yang di awal saya ceritakan bahwa saya hampir di DO.

Di tahun 2006 saya mulai kuliah setelah tamat di MA. PP. Tunas Harapan Tembilahan, mengikuti mata kuliah, KKN dan PPL serta Skripsi tidak ada kendala sama sekali di delapan semester yang dihadapi. tibalah namanya Ujian Munaqasah atau sidang skripsi yang waktu itu biayanya sekitar 1.500.000. Disini kesulitan datang. Uang segitu banyak tentu tak mudah di dapat dengan mudah dengan Abah yang hanya seorang petani dengan 4 orang anak yang semuanya sekolah.

Satu semester terlewati, lanjut semester berikutnya tetap tidak ada juga uang untuk membayar ujian itu, saya bahkan sempat jadi guru privat, kerja di photocopian uangnya malah tidak terkumpul, ekonomi memang sangat sulit saat itu jadi bukannya saya bayar uang Munaqasah tapi saya berikan uangnya ke mamak, kasian adik mau jajan sekolah tidak ada uang urusan dapur juga seret, lalu hal yang paling mudah saya lakukan yakni cari pengganti tanggung jawab, kebetulan jodoh sampai saya menikah di tahun 2013.

Disinilah saya pahami bahwasanya manusia memang berencana tapi Allah juga yang menentukan takdir manusia. Bersama suami bukannya mudah juga, berdua berpikir bagaimana caranya kuliah saya bisa selesai di pilihlah beladang selama setahun nyata hasilnya nihil karena gagal panen  sampai pada tahun 2014 kuliah saya semester enam belas tentu ambang batas akan di DO oleh pihak STAI.

Akhirnya kepala sekolah waktu di MTS PP Tunas Harapan dulu waktu saya sekolah mau meminjamkan uang, sayangnya uang yang di bayarkan tidak sejumlah yang saya sebutkan tadi tentu ada uang semester yang terlewati yang harus di bayar. AL-Fatihah untuk almarhum Ma’ruf Khadafas orang  yang berjasa membayarkan uang ujian munaqasah yang katanya sayang kalau saya di DO. Ujian di 2014 saya dinyatakan lulus sidang skripsi, Alhmadulillah tinggal ngambil ijazah, nyatanya untuk bayar wisuda kembali uangnya tidak bisa dibayarkan selama empat tahun lamanya, jadi di 2018 barulah ijazah S1 bisa dipegang. Dan pada tahun itulah saya hijrah ke Muara Sabak Barat Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Seminggu hijrah saya langsung dapat mengajar di SDN 78/X Kampung Singkep, berjuang di tahun 2020 alhamdulillah lulus CPNS dan di 2021 tugas di SDN 108/X Sungai Itik kecamatan Sadu Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.

Jadi ASN merupakan sesuatu hal yang luar biasa kemudian di panggil PPG DALJAB 2023 BACTH 2 tak hentinya rasa syukur saya ucapkan. Lalu apakah kendala selama PPG memberatkan saya tentu tidak sama sekali, jika signal hilang saya cari tempat  dimana ada signal, tugas dari dosen diusahakan cepat selesai. Semangat tak pernah saya lepas selama empat bulan PPG ini, jika teman tidak bisa makan selama PPG saya nyatanya malah makin berisi, satu yang saya tanamkan ini kesempatan.

Entah ada atau tidak nanti tidak ada yang tau, segalanya di atur Allah. Kita perlu usaha selebihnya serahkan kepada Allah dengan tawakkal dan ikhlas menjalani. Akhirnya pengumuman itu tiba dan saya lulus. Terimakasih kepada guru-guru hebat teman seperjuangan kelas PAI 3 dan dosen dosen serta pihak kampus yang telah membantu khususnya kepada wali kelas pak arya, pak indra dan pak amirul dan pak ridwan. Tanpa kalian saya bukanlah apa-apa apalagi masih gagal teknologi.

Insyaallah kita bertemu di pengukuhan.

Assalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *