Beranda / Uncategorized / Tri Wahyuningsih “Vertigo Menyerang dan Sempat Cekcok Dalam Rumah Tangga” Saat Mengikuti Perkuliahan PPG

Tri Wahyuningsih “Vertigo Menyerang dan Sempat Cekcok Dalam Rumah Tangga” Saat Mengikuti Perkuliahan PPG

Diterbitkan:

Oleh:

Kategori:

143 views

Diterbitkan:

Kategori:

Oleh:

143 views

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarrokatuh.
Saya Tri Wahyuningsih mahasiswi PPG batch 2 kategori 2 UIN Sultan Thaha Saifuddin jambi. Saya berasal dari kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Saya bertugas Di SMP N 56 MERANGIN kecamatan Pamenang Barat.

Saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman selama mengikuti PPG yang berlangsung kurang lebih 6 bulan. Pada awalnya Saya tidak berminat mengikuti dengan berbagai alasan: 1.tidak ada dukungan dari suami. 2.tidak punya laptop. 3. kurang menguasai IT, 4.tidak punya uang membayar orang untuk membantu.

Setelah mendapatkan motivasi dan dukungan dari temen kerja dan sahabat yang bersedia meminjamkan laptop akhirnya saya mendaftar. Jujur, sebenarnya saya takut dan khawatir putus ditengah jalan. Bertepatan dihari ke 26 perkuliahan berlangsung, saya mengalami sakit vertigo karena lupa makan, kurang istirahat dan kelewat stres.

Dengan berjalannya waktu saat perkuliahan berlangsung sebulan lebih, sahabat pindah tugas di SPC hitam ulu kabupaten sarolangun. Dengan demikian mengharuskan saya untuk bisa mengoperasikan laptop sendiri dan Alhamdulillah keterpaksaan membuat saya jadi bisa, walaupun mohon maaf selalu merepotkan mahasiswa PPG kelas 8.

Alhamdulillah setelah semua tugas-tugas diselesaikan dengan baik sampailah pada titik yang membuat hampir seluruh mahasiswa PPG tidak bisa tidur karena menghabiskan waktu untuk belajar menghadapi uji pengetahuan (UP).

Saya 2 kali mengikuti UP. Untuk UP yang pertama tidak lulus dikarenakan tensi naik yang membuat saya tidak mampu membaca soal dengan baik,dan muntah2 terus. Pagi mau UP malamnya suami minta mau keluar dari rumah (pisah) kalau saya pada hari itu tidak mau ikut pulang ke jawa. Mungkin beliau merasa bosan dan hanya menghabiskan uang kalau harus bolak-balik ke Jawa demi mempertahankan saya yang sudah mengabdi 12 tahun gajinya dibawah 300.

Selama UP berlangsung soal dilaptop yang saya baca yang teringat hanya………suami. UP 1 selesai saya menutup laptopnya dan berfikir bahkan terucap sama teman2 klu saya pasti tidak lulus.

Menjelang menunggu pengumuman hasil UP saya rajin berdoa ,membaca Alquran dan shalat Sunnah bahkan puasa Barang kali ada keajaiban tentang pengumuman up. Alhamdulillah saya malah mendapat Rizki lulus P3K dan dilanjutkan pengumuman up hasilnya saya tidak lulus. Akhirnya suami merasa bersalah dan menyesal bahkan memotivasi dan mendukung untuk UP berikutnya saya harus ikut lagi. Bahkan Alhamdulillah sampai sekarang memberikan kasih sayang yang luar biasa.

Singkat cerita tibalah up yang kedua dan Alhamdulillah saya diberikan kesehatan untuk bisa ikut UP dengan semangat 45 karena diantar ngungsi ke Bangko dan ditunggu suami diluar ruangan dan Alhamdulillah up ke 2 saya lulus.

Dari cerita saya diatas banyak sekali hikmah yang saya ambil.
Maka dari itu ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala bimbingan, arahan dan ilmunya kepada:
1.Pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Thaha Saifuddin jambi.
2.Ketua Prodi dan Sekretaris prodi PPG FTK UIN Sultan Thaha Saifuddin jambi Dr. Ridwan, S.Psi. M.Psi., Psikolog dan Indra Bangsawan, M.Pd
3.Dan tak lupa juga kepada para sahabat atas doanya. Mohon maaf tidak bisa membalas semua kebaikan bapak cuma bisa mendoakan semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya.senantiasa memberikan kesempatan keselamatan dalam menjalankan segala aktivitas.Aamiin Aamiin Aamiin ya rabbal Alamin.

mohon maaf atas segala kehilafan.

Dibalik kedukaan, muncul kebahagiaan
Wassalam mu’alaikum wa Rohmatulloh hi wabarrokatuh

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *