Beranda / Uncategorized / AHADIAH, Mahasiswi Asal “Lombok” Berjuang Tampa Henti Untuk Lulus DI PPG UIN Jambi

AHADIAH, Mahasiswi Asal “Lombok” Berjuang Tampa Henti Untuk Lulus DI PPG UIN Jambi

Diterbitkan:

Oleh:

Kategori:

115 views

Diterbitkan:

Kategori:

Oleh:

115 views

Bismillahirrohmanirrohim..

Assslamualaikum Warohmatullohiwabarokatuh..

Izinkan saya untuk berbagi pengalaman selama mengikuti perkuliahan di Program Studi (PRODI) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi.

Perkenalkan nama saya AHADIAH, nama yang singkat dan penuh makna bagi saya. Saya berasal dari kabupaten Lombok tengah yang berada di Provinsi NUSA TENGGARA BARAT (NTB). Saya saat ini mengajar di MI Darul Ulum bongor kabupaten Lombok tengah tepatnya di desa batunyala.

Saya adalah salah satu mahasiswi Program Studi (PRODI) Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2023 pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi pada studi guru kelas MI.

Tahun demi tahun saya jalani utuk mengabdikan diri di yayasan MI darul Ulum Bongor tempat saya mengajar, mulai  dari semenjak di bangunnya yayasan  sampai sekarang, dan pada akhirnya saya di panggil untuk mengikuti pretest pada kesiapan mengikuti kuliah di PPG. Namun pada pretest pertama saya tidak lulus sampailah pada pretest yang ke empat kalinya baru saya dinyatakan lulus.

Sebenarnya berita kelulusan sepenuhnya  tidak bisa saya percaya. Hingga jam 11 malam saya di telpon oleh bapak Kepala Sekolah. “Ibu guru lulus pretest” begitu yang disampaikan kepala sekolah kepada saya. Dengan segala keraguan dan kegelisahan serta diselimuti rasa ketidakpercayaan akan berita kelulusan yang saya terima dan perasaan seperti ini menambah rasa tidak percaya  karena di saat mengikuti pretest yang keempat ini saya berempat dengan teman–teman saya, tapi hanya saya sendiri yang lulus “apakah mungkin?” itu pertanyaan yang selalu muncul dibenak saya.

Apalagi saya sebenarnya bagian yang termasuk guru gaptek. Itulah sebabnya lagi-lagi saya tidak percaya….

Langkah dan perjalanan saya menjadi mahasiswa PPG untuk pertama kali sebelum memulai saja, saya sudah merasa gugup, takut, dan minder berkecamuk di dada saya karena saya tidak menguasai IT. Tapi,  Alhamdulilah untung ada bapak kepala sekolah yang baik hati dan selalu membantu saya.

Tepat pada bulan mei tahun 2023 saya mendapatkan jadwal perkuliahan PPG pertama kalinya. Dibulan pertama perkuliahan ini, dari hari pertamanya saja sudah  mendapatkan tugas kuliah yang sangat luar biasa.

Akibatnya.. kepala saya sudah mulai didera pusing karena harus menyelesaikan tugas  merangkum mudul yang lumayan banyak yang telah di berikan sejak awal  ketika saya tercatat sebagai mahasiswi. Satu modul di bagi menjadi 4 (kegiatan belajar) KB dimana 1KB harus di rangkum dalam 1 hari, apabila kita tidak mampu menyelesaikan dalam 1 hari satu malam maka tugas kita berikutnya akan semakin bertambah dan menumpuk…begitulah seterusnya .

Setiap telah membuat tugas, dan tugas itu belum di nilai oleh para dosen, maka membuat hati menjadi berdebar-debar. Akibatnya makan kurang enak, tidurpun tidak pernah nyeyak, sampai–sampai badan menjadi kurus kering kerontang.

Setiap kali bertemu bersama tetangga, teman, semua menjadi heran kenapa saya menjadi kurus sekali. Sampai–sampai saya disuruh ke pukesmas untuk diperiksa yang dikhawatirkan saya memiliki penyakit lain.

Tapi  yang paling saya syukuri Alhamdulilah mulai dari PPL 1, PPL 2 hingga ukin, tidak pernah ganti dosen, dan dosen tersebutlah yang selalu membimbing, mensupport saya sampai  2 kali retaker yang kesemuanya gagal saya jalani dengan baik karena masih dinyatakan belum lulus.

Saya mengakui ada rasa malu, minder, dan sempat mengalami rasa turunnya rasa ketidak percayaan diri ketitik nadir terendah atas berbagai kegagalan yang saya hadapi termasuk ketidak lulusan saya saat UP..

Alhamdulilah dukungan dari kepala sekolah, keluarga, yang membuat saya kuat menghadap segala rintangan dan cobaan yang melanda.

Dengan ketegaran untuk tetap bisa bangkit dari keterpurukan perosok yang terdalam di tambah pula dukungan dari bapak dosen sekaligus selaku sekretaris PRODI yaitu pak Indra Bangsawan, M.Pd  dan selaku ketua PRODI, Bapak Dr. Ridwan S.Psi, M.Psi., Psikolog serta para wali kelas dan dosen lainnya.

Pada tanggal 17 februari 2024 saya kembali berjuang semaksimal mungkin menghadapi Uji  pengetahuan (UP) ketiga kalinya. Alhamdulilah pada UP yang ketiga kalinya tidak ada kendala pada pelaksanaan dan lancar sesuai yang saya harapkan.

Sangat, sangat mengucapkan terimakasih banyak kepada semua dosen LPTK UIN SULTAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI, ibu Dekan Dr. Hj . Fadillah, M.Pd, bapak ketua PRODI Dr. Ridwan S.Psi. M.Psi Psikolog serta sekretaris Prodi, Indra bangsawan, M.Pd yang tidak bosan–bosannya terus memberi motivasi, suport, semangat kepada kami sehingga saya lulus dan mendapatkan SERDIK yang sangat kami idam-idamkan semua.

Semoga semua jerih payah, tenaga, pikiran, dan waktu yang bapak ibu dosen berikan kepada saya, Allah ganti dengan yang lebih baik.

Amiiin  amiiin ya robbal aalmiiin

Demikian pengalaman yang saya dapatkan di PPG sekian atas perhatiaanya saya ucapkan terimakasih.

Catatan dibalik penantian dalam pengukuhan..

Maret 2024

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *