
PPG, Leadership Virtual.
Asslamualaikum,
Saya, Anton Wibowo, S.Pd.I lahir di Desa Lembah Kuamang pada tanggal 26 Maret 1989. Memiliki 2 saudara, terlahir sebagai anak pertama yang auotomatictly menjadi seorang Kakak.
Dari kecil, saya dididik oleh Ayah dengan keras, tegas, dan penuh tanggung jawab. Saat itu, saya berfikir betapa kejamnya ayah padaku. Namun, setelah pendidikan Madrasah Aliyah selesai, disitulah saya menyadari bahwa yang dilakukan oleh ayah adalah benar. Ia berharap agar saya sesuai kodrat sebagai anak pertama memiliki tanggung jawab terhadap adik-adiknya.
Berkat do’a Ibu dan Usaha Ayah, akhirnya saya menjadi seperti saat ini, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). PNS mungkin menjadi profesi yang membanggakan sebagian orang, namun sampai saat ini yang saya genggam adalah harapan dan cita-cita orang tua. Bermanfaat untuk semua umat manusia. 5 Tahun telah berlalu sebagai guru berstatus PNS dan saat itu saya mengenggam kembali masa depan dengan mengikuti kuliah di PRODI PPG
Tepat pada tanggal 24 Agustus 2023 tugas pertama (Modul 1) dimulai dari rangkaian Pendidikan Profesi Guru di LPTK UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Beberapa pekan sebelumnya, bersama Bapak Ahmad Ansori selaku wali kelas melalui zoom meeting dan rekan-rekan dari Kabupaten Bungo sebanyak 13 orang dan 7 orang dari Tanjung Jabung Timur memberi amanah kepada saya untuk Menjadi Ketua Kelas.
Ketua Kelas, sebuah beban dan tanggung jawab yang berat dimana mesti bisa memahami dan mempelajari karakter dari masing-masing rekan satu kelas yang selama ini saya hanya memahami karakter Istri Tercinta; Tatik Widyaningsih, S.Pd.I. Itulah argumen terkuat saya untuk menolak amanah tersebut.
Namun desakan dari kawan-kawan semua dan ingat pesan orang tua untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain, maka amanah tersebut saya ambil.
Sejak 24 Agustus 2023, Dua peran secara bersamaan saya jalani disamping menjadi ketua kelas juga sebagai mahasiswa. Meski, sebelumnya telah dibekali kemampuan dasar tentang teknologi, saya sempat merasa keteter dalam mengerjakan tugas-tugas. Karena bukan hanya kemampuan menggunakan teknologi saja yang dibutuhkan, melainkan kemampuan literasi (membaca, memahami, menyimpulkan dan menulis kembali berupa resume dan analisis sumber belajar) menjadi dasar utama dalam pendidikan profesi guru.
Sebuah pesan tersirat dalam proses tersebut, bahwa “Literasi” adalah salah satu cara mengembangkan kompetensi guru.
Sepekan berjalan, setelah saya pahami ritmenya, Alhamdulillah tugas tersebut tidak begitu berat dan mengalir seperti air setiap tugas-tugasku.
Disisi lain, selain sebagai mahasiswa itu sendiri, tugas sebagai ketua kelas juga harus saya jalankan. Berat, iya berat. Hanya satu modal yang saya miliki untuk membuat rekan-rekan mau bergerak bersama, yaitu Mereka Juga Ingin Lulus dalam PPG ini. Bagi kampus, mungkin ketua kelas hanya sebagai jembatan penghubung ke rekan-rekan lainnya dalam satu kelas. Namun realitanya, tidaklah hanya sebegai jembatan penghubung saja. Ketua kelas harus mengingatkan rekan-rekan dalam pengumpulan tugas terkadang juga harus dapat membackup dalam mengerjakan tugas rekan-rekan lainnya di karenakan kondisi tertentu dan terkadang juga mengarahkan rekan yang dipandang mampu untuk dapat membantu rekan lainnya. Bagaimanapun tetap Bersyukur, 2 dari rekan kami mendapatkan momongan baru, Lailiyati, S.Ag. dan Rini, S.Pd.I.
Sebagai ketua kelas, terkadang saya merasa jengkel ketika intruksi dan arahan yang diberikan tidak segera direspon dan dilaksanakan, terlebih ketika tanggung jawab kelulusan satu kelas dibebankan ke pundakku. Sehingga saya mulai berfikir untuk diri sendiri, karena tidak ada kemampuan menjangkau mereka. Selain itu, pendidikan ini juga kebutuhan mereka masing-masing.
Oleh karena itu, saya mengajukan permohonan kepada wali kelas untuk mencarikan pengganti sebagai ketua kelas. Namun tidak dikabulkan, serta dorongan dari rekan-rekan untuk tetap menjadi nahkoda PAI 1 sampai selesai pendidikan. Sejak peristiwa tersebutlah, menjadi titik pantul PAI 1 menjadi kompak kembali dan semangat untuk mencapai misi, masuk bersama luluspun bersama.
6 Bulan, iya 6 bulan pendidikan profesi guru ini harus saya jalani. Lelah, iya. Namun karena motivasi semangat dari semua pihak dan harapan tercapai pengakuan sebagai guru yang profesional, pendidikan ini harus tetap saya jalani. Kegiatan perkuliahan dilalui seperti biasa, zoom meeting bersama dosen pembimbing dan Guru Pamong, tahap demi tahap dijalani, hingga sampailah pada ujung perjalan pendidikan yaitu UKMPPG.
Sebagai ketua dan sahabat, saya merasa sedih karena dari 20, hanya 1 rekan yang belum lulus UKMPPG. Semoga rekan tersebut, tahap berikutnya di Luluskan oleh Allah pada UKMPPG. Aamiin,,,
Akhirnya Ucapan terima kasih tak terhingga disampaikan kepada seluruh stake holder (SDN No. 139/II Muara Tebo Pandak, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bungo, Kementerian Agama Kabupaten Bungo) dan tentunya kampus tercinta UIN Sulthan Thaha Saifudin Jambi atas izin dan kesempatan yang diberika kepada saya. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bapak Kaprodi PPG UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Dr. Ridwan, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan Bapak Sekretaris Prodi PPG UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indra Bangsawan, M.Pd.
Terima kasih juga kepada Kepala SDN 139/II Muara Tebo Pandak, Bapak/Ibu Dosen Pembimbing, Bapak/Ibu Guru Pamong atas bimbingannya selama ini. akhirnya saya Lulus UKMPPG pada 29 Februari 2024.
Diakhir catatan ini, saya pribadi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rekan-rekan jika dalam menjalankan amanah tidak sesuai harapan kalian.
Wassalam, temaram bulan maret 2024


Tinggalkan Balasan