
Assalamualaikum teman-teman semuanya..
Saya adalah salah satu peserta PPG LPTK UIN STS jambi dan saya berasal dari Muaro Bungo Propinsi Jambi bernama Hindun.
Saya akan berbagi sebuah kisah pengalaman selama mengikuti PPG. Tau tidak teman-teman, pada awalnya saya merasa cemas dan takut dalam menjalani PPG, kebayangkan..dengan tugas yang begitu padat. Hari pertama kuliah saja sudah di kasih modul dan wajib mengerjakan resume setiap hari.
Jujur..saya bingung bagaimana cara mengerjakan tugas sedangkan saya sendiri kurang lihai dan mumpuni di bidang IT. Tapi, berkat keinginan tahu saya untuk belajar dan belajar serta berkat bantuan teman-teman yang lain sehingga mampu membuat saya bisa menyelesaikan tugas tersebut sampai sepuluh modul…luar biasa bukan.
Kemudian sampailah perkuliahan ke Loka Karya, PPL P5. lagi-lagi dalam perkuliahan PPL ini saya menghadapi kebingungan bagaimana cara mengedit vidionya. Untunglah pertolongan tiba, dimana dengan di bantu keponaan yang sedang libur kuliahnya. Rasanya di sela saya kurang fokus dikarenakan orang tua sedang di rawat dirumah sakit. Tapi, Alhamdulillah PPL yang saya jalani berjalan dg lancar.
Di saat mau PPL P5 orang tua saya (Mak) meninggal dunia, ini membuat saya sempat drop dan tidak dapat konsentrasi sehingga saya mendapat nilai P5 di bawah KKM dan saya berusaha tegar serta tabah menjalani. Sayapun mengulang kembali tugas PPL P5 nya. lagi-lagi Alhamdulillah karena pada akhirnya berjalan dengan lancar
Kemudian berlanjut ke Uji Pengetahuan (UP). UP pertama saya dinyatakan tidak lulus, bak disambar petir yang menggelegar, saya hanya bisa pasrah.. mungkin belum ada rezeki dari Allah.
Setelah itu saya lebih bersemangat lagi, bangun dari keterpurukan dan kembali mengikuti UP ke dua kalinya..Rupanya semangat saja tidak cukup..kembali saya gagal lagi..Disinilah saya menangis sejadi-jadinya..saya merasa malu akan hal yang terjadi pada diri saya, teman dan keluarga.
Suami yang selalu mendukung menenangkan say dan meminta agar saya pantang menyerah..jangan pernah biarkan semangat itu luntur ujarnya sebelum mendapat kelulusan, makanya saya tetap semangat dan termotivasi kembali..
Teman-teman sekelas yang selalu memotivasi dan menyemangatkan saya untuk menghapus air mata yang berderai dengan memberi dukungan sehingga mampu menaikkan moral saya yang sudah tercabik-cabik.
Akhirnya.. berlanjut lah ke UP yang ke tiga kalinya….
Alhamdulillah saya di nyatakan lulus.. semua ini berkat dukungan suami dan anak-anak saya serta keponaan saya, teman-teman seperjuangan saya.
Tak lupa saya mengucapkan banyak terima kasih atas bimbingan para dosen, wali kelas dan guru pamong yg selalu mensupport saya serta bu dekan, Dr. Hj.Fadilah, M.Pd, pak kaprodi Dr.Ridwan, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan Indra Bangsawan, M.Pd. yang selalu membuat saya semangat dalam menjalani tugas yang terasa berat ini.
Dengan adanya PPG ini saya merasa beruntung, dulunya saya tidak paham tentang IT, sekarang sudah agak bisa menggunakan IT.
Walaupun tidak sepenuhnya dapat bersilaturahmi, namun dapat menambah banyak teman selama PPG, meski kami tidak bertemu secara lansung.
Semoga silaturahmi ini dapat berlangsung seterusnya.
Alhamdulillah sekarang hati saya sudah lega, semoga ilmu yang saya dapat di PPG bisa saya terapkan di sekolah saya, Aamiin,,
Catatan : Air mata yang mengering tergantikan kebahagian dalam penantian


Tinggalkan Balasan