
Menjelang Uji Pengetahuan (UP) atau setelah UP membuat situasi harap-harap cemas bagi para mahasiswa PPG. Apakah nanti nama mereka tertera sebagai salah satu mahasiswa yang dinyatakan lulus atau justru sebaliknya, situasi seperti inilah yang menimbulkan dilema bagi kalangan mahasiswa PPG karena harapan yang begitu besar mengakhiri perkuliahan yang dijalani ini dengan segala pengorbanan waktu, tenaga bahkan materi. Tetes peluh dan air matapun menghiasi perjalanan para mahasiswa.
Kekuatiran diiringi dengan dilema-dilema akan harapan yang tinggi terhadap perjuangan yang dilalui, membuat situasi mental menjadi tidak stabil. Kondisi panik menghampiri, akibatnya situasi yang ada membuat mereka mudah untuk dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan serta menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang atau apapun yang kesemuanya adalah kebohongan belaka.
Menyikapi hal ini, ketua PRODI PPG FTK UIN Jambi Dr. Ridwan,S.Psi.,M.Psi.,Psikolog turut prihatin akan peristiwa yang berulang setiap akan memasuki UP dan berakhirnya UP. Untuk itu, beliau berpesan agar para mahasiswa waspada bila ada SMS, WA ataupun telepon mengatasnamakan KAPRODI, SEKPRODI, Dosen ataupun yang mengaku pejabat dilingkungan kampus maupun kementerian dengan menjanjikan kelulusan, sejatinya itu hanya kebohongan belaka karena kelulusan para mahasiswa hanya ditentukan oleh hasil jerih payah mereka semua. Bagaimana supaya tidak tertipu? Ridwan berharap para mahasiswa segera menghubungi no KAPRODI maupun SEKPRODI yang aktif bukan no yang mengatasnamakan para pejabat terlebih no tersebut adalah no yang tidak dikenal meski poto profil yang ada di WA menunjukkan poto pejabat tertentu. Kejadian tersebut, merupakan kondisi hipnotis yang dilakukan oleh pelaku kepada korbannya tutur ridwan.
Senada, Indra Bangsawan, M.Pd sekretaris PRODI PPG FTK UIN Jambi mengungkapkan kalau beberapa mahasiswa yang terjebak dengan jaringan penipuan ini melapor kepada dirinya sehingga dengan cepat tersadarkan oleh Indra Bangsawan, kalau tidak, pasti mereka akan dikerjai oleh sang penipu. Bahkan ada pula yang mengatasnamakan dirinya, tentu Indra Bangsawan merasa dikorbankan oleh perbuatan yang tidak bertanggung jawab. Untungnya, mahasiswa berkoordinasi dengan dirinya sehingga pelaku tidak sampai bertindak lebih jauh karena mahasiswa sudah tersadarkan oleh Indra Bangsawan.
Kita berharap mahasiswa selalu waspada dan hati-hati baik firsttaker dan retaker, terus berkoordinasi bersama teman-temannya dan PRODI ujar Ridwan dan Indra bersamaan.
-Tim PPG-


Tinggalkan Balasan