
Assalamualaikum sahabat, teman-teman seprofesi tenaga pendidik dan semua guru dimanapun kalian berada. Artikel ini saya tulis untuk membagi pengalaman saya selama menjadi mahasiswa PPG bukan karena saya mau pamer atau ingin diakui bahwa saya bisa ikut PPG namun saya berharap bagi ibu atau bapak yang masih bingung dalam mengikuti kegiatan PPG setelah melihat artikel ini ada sedikit penjelasan yang bisa bapak ibu baca.
Program pendidikan profesi guru (PPG) merupakan salah satu program dari Kemdikbudristek untuk menuntaskan pendidikan profesi guru sesuai amanat UU Nomer 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen.
Sejak tahun 2021 sampai 2022, PPG dalam jabatan di laksanakan secara daring (online), awalnya karena pandemic Covid-19 yang mengharuskan semua orang untuk berada di rumah dan tidak boleh beraktivitas di luar sehingga proses pembelajaran diharuskan untuk daring. Sampai tahun 2023 semua berangsur membaik namun ada beberapa kegiatan perkuliahan yang masih menggunakan aktivitas daring salah satunya adalah aktivitas kegiatan perkuliahan PPG yang masih menggunakan layanan daring.
Mengikuti PPG dalam jabatan membuat saya menjadi pejuang sinyal dan pejuang centang hijau serta tanda selesai di LMS, di mana pada saat proses perkuliahan ada saja kendala sinyal yang muncul yang menyebabkan saya susah untuk mengikuti proses perkuliahan namun selama menjadi mahasiswa di universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dosen dan juga guru pamong selalu sabar dan menjawab pertanyaan saya apabila saya susah memahami materi yang di jelaskan , dan juga dosen beserta guru pamong selalu memberikan contoh-contoh yang jelas sehingga kami sebagai mahasiswa bisa mengerti secara penuh bagaimana cara mengerjakan tugas yang hendak di kerjakan
PENGALAMAN AWAL MENGERJAKAN TUGAS MERANGKUM MODUL
Mahasiswa diharuskan merangkum Modul yang telah di berikan sejak awal kita menjadi peserta PPG dalam jabatan, awalnya saya malas mengerjakan itu semua dimana selama proses merangkum itu diberi waktu kurang lebih dua minggu lama nya, akibat kemalasan mengerjakan, saat akan di kumpulkan, saya hanya merangkum bagian depan nya saja dan efeknya adalah saya kurang mengerti apa saja isi dari modul tersebut padahal modul yang di berikan adalah landasan kita dalam proses perkuliahan nanti dan juga berguna untuk kita dalam mengerjakan tugas dan mengerjakan soal UP nantinya, sehingga apa yang saya lakukan sangat tidak baik untuk di lakukan bapak dan ibu.
AWAL MULA PROSES PEMBELAJARAN
Pada tahap ini mahasiswa PPG mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam berjumlah 15 mahasiswa. Kita di ajak untuk memahami tata cara menggunakan LMS dan di ajak untuk membiasakan diri dalam menggunakan LMS, namun terkadang saya dan teman-teman lain lupa dalam absen harian sehingga sering kali merepotkan admin kelas, namun admin kelas di universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sangat responsif dan sabar menghadapi kami yang sering kelupaan absen. Setelah di ajak untuk mengenal tata acara menggunakan LMS peserta PPG mulai melaksanakan pembelajaran dengan dosen masing-masing pada setiap materi pembahasan dan setiap pembahasan pasti ada tagihan tugas yang harus mahasiswa kerjakan, dengan arahan yang jelas dari dosen dan juga pendampingan yang telaten dari guru pamong sehingga proses perkuliahan dan mengerjakan tugas bisa kami lewati dengan baik.
UJIAN KOMPREHENSIF
Pada ujian komprehensif disini mahasiswa di uji oleh dosen mengenai Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) termasuk pembuatan RPP apakah sudah sesuai atau belum, apakah mahasiswa memahami atau belum dan juga di berikan pengarahan yang jelas apabila tidak sesuai ketika menyusun RPP. Banyak yang beranggapan bahwa proses komprehensif menakutkan dan juga mengerikan namun di universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sendiri dosen-dosen nya membimbing dengan cara yang baik dan juga menguji menggunakan tata cara yang baik sehingga mahasiswa merasa nyaman saat proses ujian berlangsung.
PROSES PEMBUATAN VIDEO PPL
Selama ini kami sebagai guru Sejarah Kebudayaan Islam melaksana kan proses layanan yang membantu siswa untuk mengatasi permasalahan nya baik di sekolah maupun di di rumah namun apabila siswa tidak ingin cerita maka guru susah untuk membantu siswa mengatasi permasalahan nya untuk itu guru BK selalu melakukan need assessment untuk mengetahui kebutuhan siswa melalui DCM (daftar cek masalah) AUM (alat ungkap masalah) dan juga Lembar Kerja peserta didik (LKPD) di mana hal tersebut memberikan data statistik yang bisa memperlihatkan mana masalah yang banyak yang dia alami oleh siswa dan juga hal ini membantu guru BK merumuskan layanan apa yang akan di berikan .
Pada proses PPL PPG dalam jabatan ini saya menampilkan proses pemberian layanan bimbingan konseling di sekolah dengan berbagai macam strategi layanan dan juga pendekatan sehingga saya harap bisa membantu siswa keluar dari permasalahannya
MANFAAT PPG
Awal mula ikut PPG dalam jabatan saya sangat ketakutan karena saya mendengarkan pengalaman teman-teman saya bahwa PPG itu menyeramkan dan juga susah untuk di lakukan, sehingga hal tersebut membuat saya pesimis untuk bisa mengikuti kegiatan PPG namun setelah saya mengikuti proses PPG dalam jabatan saya merasa memiliki ilmu yang bisa menjadi penunjang kinerja saya di sekolah baik dalam hal menyusun RPP yang baik dan inovatif , membuat media pembelajaran yang baik , dan juga bisa melakukan proses pembelajaran yang menarik bagi siswa serta menambah pengalaman saya dari dosen , guru pamong maupun mahasiswa yang lain.
Terima kasih saya ucapkan pada Pimpinan FTK UIN STS Jambi, ibu Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd atas kesempatan untuk menjalani perkuliahan dan terima kasih pula atas motivasi dan dorongan dari Ketua dan sekretaris PRODI PPG FTK UIN STS Jambi, bapak Dr. Ridwan, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan pak Indra Bangsawan, M.Pd. Semoga pula Prodi PPG FTK UIN STS Jambi selalu memberi manfaat bagi para mahasiswanya.
Sekelumit catatan mengakhiri resah yang pernah ada


Tinggalkan Balasan