
Guru Pamong memiliki peran penting dalam rangka mencetak “Guru Profesional”
Oleh : Nazirwan, M.Pd.I Guru Pamong PAI PPG UIS STS Jambi
Menurut UU Nomor 14 Tahun 2015 pasal 1 dinyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Guru merupakan profesi yang memiliki tugas pokok dalam proses pembelajaran. Uraian tugas pokok tersebut mencakup keseluruhan unsur proses pendidikan dan peserta didik. Tugas pokok itu hanya dapat dilaksanakan secara profesional bila persyaratan profesional yang ditetapkan terpenuhi.
Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan implementasi dari UU Nomor 14 Tahun 2015 untuk mempersiapkan dan mencetak guru-guru yang prefesional dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.
Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Syaifuddin Jambi melalui Fakultas Tarbiyah dan Keguruan melaksanakan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan pada tahun 2023 yang diikuti oleh guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab yang ada di Madrasah maupun guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI & BP) yang ada di Sekolah umum (SD/SMP/SMA/K) dari berbagai provinsi yang ada di Indonesia khususnya provinsi Jambi dan sekitarnya.
Nazirwan, M.Pd.I merupakan salah seorang guru pamong yang bertugas membimbing dan mengarahkan Mahasiswa PPG yang dilaksanakan oleh UIN STS Jambi Tahun 2023 khususnya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI & BP) pada sekolah umum. Beliau menuturkan, bahwa banyak sekali romantika yang ditemukan dalam membimbing Mahasiswa PPG UIN STS Jambi sejak tahun 2022 pengalamannya menjadi guru pamong hingga sekarang.
Sebagaimana kita maklumi bersama bahwa sistem PPG Dalam Jabatan yang dilaksanakan oleh UIN STS Jambi menggunakan sistim dalam jaringan (Daring) melalui Learning Management System (LMS) dengan jadwal dan durasi waktu yang telah disepakati Bersama. Oleh karena itu, semangat dan perjuangan mahasiswa PPG perlu diberikan apresiasi yang setinggi-tingginya, karena mereka yang mayoritas berasal dari daerah yang sangat jauh dengan segala keterbatasannya tetap semangat melaksanakan perkuliahan.
Ada diantara mereka yang sengaja pindah ke Kota Kabupaten untuk mendapatkan aliran listrik yang baik dan signal yang maksimal demi untuk menyelesaikan tahapan demi tahapan dalam PPG. Banyak juga diantara mahasiswa PPG tersebut yang tinggal sementara di rumah saudara atau teman demi untuk mendapatkan signal yang memadai hanya sekedar untuk melaskanakan zoom meeting atau mengirimkan tugas di LMS.
Pernah suatu ketika saya membimbing salah satu kelas dalam PPG Bach I Tahun 2023, terdapat satu Mahasiswa PPG yang sudah cukup berumur, namun hebatnya setiap kali dijadwalkan melaksanakan zoom meeting, dia (Mahasiswa tersebut) yang didampingi oleh anggota keluarga lainnya harus menuju pada sebuah bukit untuk mendapatkan jaringan internet. Sehingga selama pelaksanaan zoom meeting, maka selama itu pula dia berada pada tempat tersebut, tidak peduli siang ataupun malam hari demi menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa PPG. Ada pula yang harus tetap tinggal di sekolah sampai malam selama pelaksanaan zoom meeting menggunakan wifi sekolah, karena keterbatasan biaya untuk membeli kuota internet. Selain itu, ada pula yang harus rela tidak mengikuti zoom meeting atau terlambat mengumpulkan tugas, karena terkendala listrik mati sehingga jaringan juga ikut tidak berfungsi dengan baik.
Selain kendala jaringan dan listrik, banyak juga diantara mereka yang menggunakan jasa orang lain (anak, suami/istri, teman sejawat) dalam mengoperasikan zoom meeting dan mengumpulkan tugas di LMS, karena ada diantara mereka belum memiliki kemampuan yang baik dalam mengoperasikan komputer. Banyak hal lainnya, seperti kemampuan dan pemahaman mereka terkait dengan kebijakan implementasi kurikulum merdeka, banyak diantara mereka yang benar-benar menemukan hal yang baru hanya di PPG. Oleh karena itu, perlu rasanya kita memberikan perhatian yang lebih pada teman-teman di daerah terutama bagi mereka yang sedang melakasankan perkuliahan PPG demi untuk menjadi seorang guru yang professional.
Beberapa romantika tersebut diatas bisa kami lalui dengan mudah berkat kerjasama dan komunikasi yang intens antara pengelola PPG, Mahasiswa, serta Dosen dan Guru Pamong, sehingga perkuliah berjalan sesuai dengan juknis yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama. Oleh karena itu, pengelola, dosen, dan guru pamong pada PPG perlu diberikan apresiasi yang setinggi-tingginya oleh pemangku kebijakan di UIN STS Jambi dan kementerian Agama, karena mereka dalam menjalankan tugas tidak mengenal ruang dan waktu, serta banyak pengorbanan yang diberikannya demi tercapainya tujuan untuk mencetak guru-guru yang professional.
Saya sebagai guru pamong, menghimbau dan mengajak kepada teman-teman guru pamong lainnya, mari kita menjalankan Amanah yang diberikan oleh UIN STS Jambi ini dengan sebaik-baiknya, tidak hanya sebatas menjelansakan tugas secara formal akan tetapi kita harus memberikan sesuatu yang lebih kepada teman-taman mahasiswa PPG karena mereka telah mengorbankan waktu, tenaga, harta, bahkan keluarga demi untuk mengikuti tahapan demi tahapan dalam PPG untuk mendapatkan informasi terbaru terkait dengan tugas dan fungsi sebagai seorang guru yang profesional.
Demikian terima kasih, Semoga bermanfaat.


Tinggalkan Balasan