
Assalamu’alaikum, Wr, Wb..
Suka Duka Perjuangan PPG
Oleh : Nurbaiti, S.Pd.I
Selama lebih kurang 4 Bulan mengikuti perkuliahan di Program Studi Pendidikan Profesi Guru secara daring benar-benar sebuah alur kehidupan yang sangat luar biasa dan mengubah hidup saya. Dimana bukan hanya sekedar ilmu dibidang pendidikan yang saya dapatkan, namun juga ilmu kehidupan yang pada ahirnya sangat besar pengaruhnya dalam keberhasilan saya dalam mengikuti perkuliahan ini.
Secara lahiriah, memang materi yang dipelajari selama perkuliahan murni seputar dunia pendidikan. Namun bagi saya tidak hanya sebatas itu, dalam posisi ini saya dituntut juga untuk lebih bijaksana dalam pengelolaan waktu dan manajemen diri yang meliputi pengelolaan pola fikir serta emosional. Betapa tidak, dalam padatnya jadwal perkuliahan serta tugas-tugas menumpuk yang harus diselesaikan dengan batasan deadline setiap harinya, saya juga harus berbagi peran sebagai seorang ibu rumah tangga sekaligus berprofesi sebagai pendidik di sekolah tempat saya bertugas.
Meskipun bagi sebagian orang diluar sana hal-hal tersebut sangat sederhana dan biasa saja, tapi bagi saya benar-benar sebuah perjuangan yang tidak akan pernah terlupakan sampai kapanpun. Karena jauh sebelum mengikuti perkuliahan ini saya sudah diwanti-wanti oleh dokter untuk sebisa mungkin meminimalisir kegiatan yang menguras tenaga supaya tidak kelelahan yang pada ahirnya akan memicu stres.
Namun dari awal saya sudah sadar sepenuhnya akan konsekuensi dari perkuliahan ini. Ditengah-tengah perkuliahan fisik saya sempat drop karena kelelahan dan beban fikiran akibat tugas yang menumpuk, berkat suport dari suami dan teman-teman ahirnya saya semangat kembali.
Hingga tiba pengumuman hasil UP dan ternyata saya belum beruntung, disana tetera kalimat “Belum Lulus”, disitu badan saya langsung terasa lemas dan tak terkendali, ahirnya saya opname beberapa hari, ketika saya mulai sedikit lega saat dokter menyampaikan saya boleh istirahat dirumah, pada saat itu juga suami saya jatuh sakit dan harus dirawat inap.
Ya Allah cobaan apa lagi ini. Sempat terbersit rasa ragu dihati, haruskah saya lanjutkan perkuliahan ini?? Mampukah saya dengan kondisi fisik yang seperti ini? Sedih dan tidak tahu tahu harus bagaimana lagi….
Beruntungnya ada orang-orang terdekat yang terus mendoakan dan mensuport saya. Berbekal keyakinan yang kuat atas pertolongan Allah juga ridho suami, Bismillah… saya bertekad untuk berjuang menyelesaikan proses perkuliahan ini hingga ahirnya Allah memberikan hadiah terindah pada saya.
“LULUS” kalimat itu ada pada pengumuman hasil ujian Retaker saya. Masya Allah… Tak terbendung air mata bahagia penuh haru. Puji syukur tak henti-hentinya kami ucapkan.
Alhamdulillah Maha Agung Allah dengan segala Rahman RahimNya. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, dan beruntunglah mereka, manusia yang memiliki keyakinan yang kuat atas Tuhannya, juga yang tak kenal lelah dan terus bersabar atas kehidupannya. Memang benar ujaran orang bijak, من صبر زفرا Barangsiapa yang bersabar, maka ia akan menuai hasil yang indah, buah dari kesabarannya😊.
Terima kasih kepada yang telah membantu membangkitkan semangat saya yang memudar,..keluarga, teman, dosen, pimpinan FTK UIN Jambi, Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd, Ketua dan sekretaris PRODI PPG, Dr. Ridwan, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan Indra Bangsawan, M.Pd serta seluruh pihak yang tidak dapat saya ucapkan satu persatu.
Penutup kalam, Dikala senja..dibawah air mata yang telah mengering.. dibawah keharuan yang terpupuk..
Maret 2024
Wassalamualaikum, Wr. Wb


Tinggalkan Balasan