Beranda / Uncategorized / Pengalaman PPG Munawir “Terpaksa Harus Jual Motor Kesayangan” Untuk beli Laptop Demi Impian dan Harapan Masa Depan

Pengalaman PPG Munawir “Terpaksa Harus Jual Motor Kesayangan” Untuk beli Laptop Demi Impian dan Harapan Masa Depan

Diterbitkan:

Oleh:

Kategori:

141 views

Diterbitkan:

Kategori:

Oleh:

141 views

Bismillaahirrahmaanirrahiim

ASSALAMU’ALAIKUM wr.wb
Perkenalkan nama saya Munawir, saya adalah salahsatu mahasiswa PPG batch 2 kategori 2 UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi tahun 2023 mapel PAI.

Saya berasal dari kabupaten Tanjung Jabung Timur dan bertugas di SDN 186/X Rantau Jaya, izinkan saya sedikit bercerita tentang suka maupun duka yang saya rasakan saat mengikuti kegiatan PPG.

Saya sangat senang dan bahagia ketika di tahun 2022 saya dinyatakan lulus dalam mengikuti pretes PPG melalui pendaftaran di akun Siaga pendis sehingga saya bisa masuk daftar antrian untuk mengikuti PPG, dan Alhamdulillah lebih bahagia lagi ketika dipertengahan tahun 2023 saya mendapatkan kabar baik via whatsapp bahwa nama saya termasuk dalam daftar penerima bantuan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang di biayai oleh PEMDA kabupaten Tanjung Jabaung Timur.

Perasaan saya sangat senang dan bersyukur kepada Allah SWT dan juga berterimakasih kepada Pemda Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang begitu perhatian terhadap kesejahteraan guru terutama guru Pendidikan Agama Islam, seandainya tanpa adanya bantuan pembiayaan PPG ini mungkin entah sebarapa lama lagi kami harus menunggu antrian untuk bisa mengikuti proses PPG ini bisa 1,2,3,4 5, tahun lagi bahkan bisa lebih sampai rambut memutih.

Berkat usaha pendekatan kepada sang Pencipta dan terus berdoa, shalat Tahajjud dan Shalawat Nabi Muhammad SAW yang tak henti-hentinya membasahi segenap bibir ini, Allah SWT permudahkan jalan Hambanya. Alhamdulillah terimakasih Ya, Allah…

Namun tidak hanya rasa bahagia, rasa sedihpun datang, ketika dalam pikiran saya bahwa PPG itu memerlukan sebuah alat yaitu berupa Laptop, apalagi kegiatan PPG ini menggunakan media ataupun berbasis Online kebetulan laptop saya sedang mengalami kerusakan yang sangat parah dan menggenaskan, disini otak saya mulai gabutt,,dan mencari solusi, akhirnya dengan sadar mata saya tertuju kesebuah kendaraan (bukan kendaraan orang ya,,hahaha) yaitu sepeda motor kesayangan dan begitu banyaknya kenangan,,Muncullah ide untuk menjual motor tersebut,

Dengan segera saya membuka aplikasi Sosial Media yaitu facebook dan membuka bagian marketplace dan mempromosikan di aplikasi tersebut, dan Alhamdulillah tidak memakan waktu yang lama motor tersebutpun laku terjual.

Setelah terjual, sebenarnya saya merasa sedih dan terpukul oleh keputusan saya sendiri. Motor itu bukan hanya sekadar kendaraan bagi saya, tetapi juga simbol dari kerja keras saya dan pengorbanan yang telah saya lakukan.

Namun, saya menyadari bahwa impian dan tujuan saya dalam kehidupan jauh lebih berharga daripada apapun. Saat saya mulai mengikuti program tersebut, campurbaur antara kelegaan dan kesedihan. Meskipun saya senang karena akhirnya bisa mengikuti program yang sangat saya idamkan, tetapi kehilangan motor kesayangan memberiku rasa kehilangan yang mendalam. Namun, kepedihan itu tidak sia-sia. saya belajar untuk bersyukur atas setiap kesempatan dan pelajaran yang saya dapatkan selama PPG. saya bertekad untuk menggunakan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus maju dan menggapai impian pendidikan.

Dan saya bisa mengikuti PPG proses demi proses, mengingat hal tersebut saya bertekad dan bersungguh-sungguh mengikuti rangkaian demi rangkaian dalam menjalani proses perkuliahan, sesuai dengan namanya pendidikan profesi guru (PPG) tidak semudah membalikkan telapak tangan, banyak hal-hal yang perlu dihadapi seperti mati lampu, hilang signal dan sebagainya dan lebih sedih lagi ketika di bilang sama anak saya,, “ayah ini zoom terus kapan jalannya, di depan laptooop terusss,,” terus saya bilang ke anak saya sabar nak ya,,besok kita jalan-jalan do’akan ayah lulus nak yo..Aamiin sambut anak saya,,,terenyuuh hati rasanya, dan itupuun menjadi pemacu semangat belajar saya, saya akui memang proses PPG ini sedikit menyita waktu buat bermain dan berkumpul bersama anak.

Dari kegiatan PPG yang kurang lebih selama 6 bulan ini, banyak Hikmah saya peroleh, Pertama dibalik kesukaran pasti ada Jalan kemudahan ada jalan yang Allah SWT Tunjukkan, Allah tidak membebani hambanya melampaui batas kemampuan Hambanya…

Kedua manjadda wajada siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan memperoleh keberhasilan

dan ketiga kesabaran pasti akan berbuah manis…

Semoga Ilmu yang saya peroleh selama PPG dapat bermanfa’at untuk saya pribadi dan Umumnya untuk peserta didik dan orang-orang di sekitar, Terimakasih atas dukungan semua pihak terlebih kepada pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan ibu Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd beserta bapak ketua Prodi dan bapak sekretaris Prodi PPG yang dikenal dengan kegantengannya yang tak bertepi Bapak Dr. Ridwan, S.Psi, M.Psi Psikolog dan Pak Indra Bangsawan, M.Pd, serta pak walikelas PAI 3 Bapak Aryawira Pratama, S.Pd , M.Pd dan segenap bapak dan ibu dosen yang telah menyumbangkan Ilmunya kepada kami, juga keluarga, teman kerabat yang terus mensuport sehingga saya mencapai pada titik sekarang ini akhir yang membahagiakan, salam dari saya MUNAWIR.

Catatan renungan perjalanan yang panjang…

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *