Beranda / Uncategorized / FIRDAUS Cerita Pengalaman di PPG “Bolak Balik Hijrah” Demi bisa Mengikuti Kuliah

FIRDAUS Cerita Pengalaman di PPG “Bolak Balik Hijrah” Demi bisa Mengikuti Kuliah

Diterbitkan:

Oleh:

Kategori:

622 views

Diterbitkan:

Kategori:

Oleh:

622 views

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

PERJUANGAN DALAM MENGHADAPI PPG 2023

Perkenalkan nama saya FIRDAUS, S,Pd.I, saya berasal dari Nalo Gedang  Kecematan Nalo Tantan Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Saya merupakan seorang mahasiswa Program Studi  (PRODI) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Syafuddin Jambi Pada Tahun 2023 dengan bidang studi Pendidikan Agama Islam.

Pengalaman saya selama mengikuti PPG adalah sangat banyak rintangan dan cobaan yang saya hadapi, namun dibalik itu saya juga sangat bersyukur kepada Tuhan akhirnya saya  bisa mengikuti PPG ini dengan mudah dan lancar. Lebih kurang 4 bulan saya menjalankannya dengan banyak pengalaman yang saya hadapi. Proses demi proses saya jalani mulai dari pretest pertama pada tahun 2022. Alhamdulillah Allah memberikan rezeki, saya lulus pretest dengan hasil yang memuaskan, lalu di tahun 2023 saya terpanggil untuk mengikuti PPG di bulan agustus sampai bulan desember, dari sanalah banyak sekali pengalaman dan liku-liku perjalanan saya selama mengikuti perkuliahan PPG PAI dalam jabatan.

PPG merupakan pendidikan profesi guru yang bertujuan untuk menghasilkan guru yang profesional. Akan tetapi tidak  semua guru mendapatkan kesempatan untuk mengikuti prgram ini dan saya adalah salah satu guru yang beruntung karena terpilih menjadi mahasiswa PPG dalam jabataban angkatan 2 kotegori  1 di Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Syafuddin Jambi Pada Tahun 2023

Pertama sekali kendala yang saya rasakan adalah terhadap diri saya sendiri bahwasanya saya menyadari bahwa saya tidak terlalu mampu Teknologi IT. Tetapi Alhamdulillah Allah memberikan saya kemudahan, kembali saya menemukan pendamping yang mau menolong saya dalam perkuliahan ini, namun tentu saja tidak sepenuhnya dia menolong saya setiap harinya.

Pada bulan agustus 2023, pertama masuk jadwal perkuliahan saya hijrah ke kota bangko karena takut akan terkendala listrik mati. Maklum, di tempat desa saya berada di ujung  kecematan nalo tantan sering mengalami kendala listrik mati .

Yang menemani saya hijrah ke kota bangko adalah istri saya dan anak saya, pada saat itu istri saya lagi hamil tua, beriring berjalannya waktu saya lewati dengan keyakinan. Saya terpaksa menginap di tempat keluarga beberapa hari.

Didalam hati saya sering muncul rasa bersalah terhadap keluarga kecilku dikarenakan hamil tua ikut bersamaku. Sebelumnya saya sebagai suaminya sudah menmberi tahu “sayang tinggal saja dirumah” kasihan anak dalam kandungan nanti sakit. Jawabannya istri saya “tidak apa” Inyallah anak kita sehat. Saya benar salut dengan ketabahan dan kesabaran istri saya.

Saat perkuliahan berjalan, kadang jadwal sudah diberikan sama dosen dengan tanggal dan hari yang sudah ditetapkan untuk kuliah.. Terpaksa hijrah, baik itu kadang-kadang  pagi, malam, malah dalam perjalanan sering  mengalami hujan di perjalanan.

Setiap hari tugas yang begitu padat. Dalam sehari saya harus mengerjakan beberapa resume dan analisis analisis bahan ajar yang diberikan oleh dosen,  belum lagi posttest diakhir modul. Namun seiring berjalannya waktu, Allah selalu memberikan saya kemudahan dan kelancaran dalam perkuliahan ini, dibuktikan  dengan saya terus-terusan mendapat banyak dosen-dosen yang baik dan selalu siap membantu saya ketika saya bingung dengan tugas yang diberikan.

Alhamdulillah LPTK UIN Sultan Thaha Syaifuddin Jambi juga sangat berkontribusi memberikan semangat dan dukungan terhadap mahasiswanya, dengan itu saya bangga menjadi mahasiswa LPTK UIN Sultah Thaha Syaifuddin Jambi.

Setelah selesai perkuliahan saya sempat senang sesaat karna tugas yang menumpuk sudah saya lewati dengan lancar. Tiba saatnya di tanggal 16 Desember 2023 Ujian UP yaitu ujian akhir menentukan kelulusan, pada saat ujian UP jadwal sudah ditentukan dosen.

Sehari sebelum ujian saya sudah hijrah ke bangko. Saat stimulasi saya juga mengalami sedikit kendala dimana selesai saya  menjawab soal yang diberikan, laptop yang saya gunakan tidak berfungsi dengan baik, laptop tersebut mendadak mati sendiri, namun keesokan harinya dimana sebelum ujian UP saya menghidupkannya kembali ternyata kendala tersebut kesalahan download aplikasi ujian UP dimana yang saya download aplikasi untuk windows 8.0 dan ternyata laptop saya mengunakan windows 11….

Namun, Allah kembali memberi saya kemudahan tiba- tiba seorang kakak datang  dengan  tujuan menyemangati saya ketika ujian, saat itulah saya minta tolong memeriksa laptop yang saya gunakan dan Alhamdulillah dia memperbaiki dan mendownload aplikasi UP sesuai windows yang saya gunakan. Akhirnya ujian saya lakukan dengan lancar.

Beriringnya berjalannya waktu Tibalah saat pengumuman kelulusan UP yang berjarak 10 hari dari saat saya ujian, pada saat penguguman kelulusan UP saya berada di rumah sakit karena istri saya melahirkan. Saya cek di UKMPPG ternyata saya tidak lulus UP.

Seketika itu saya sangat hancur dan sedih semangat saya menjadi luluh lantah tak bersisa…

Teman seperjuangan semua akhirnya memberi suppor kepada saya dengan ucapan sabar pak fir, rezki tak pernah tertukar, saat ini pak fir di beri rizki kelahiran anak dengan selamat , mungkin UP yg kedua masih bisa ikut lagi mudahmudan lulus..

Seiring berjalannya waktu saya mampu menerima takdir Allah dengan sabar dan ikhlas dan selalu berdoa  kepada Allah setiap selesai sholat. Dan Alhamdulillah saya mengikuti ujian retaker untuk pertama kalinya, dan Allah ternyata memberikan saya kelulusan setelah sekian banyak perjuangan yang saya lakukan.

Terima kasih ya Allah hamba sangat mengucap syukur dan juga jutaan terimakasih terhadap Engkau, dan juga  terhadap teman-teman seperjuangan yang sering mensuppor, dosen yang selalu siap menjawab pertanyaan saya, Saya ucapkan sekali lagi beribu – ribu terima kasih dengan tulus.  Ternyata dibalik cobaan dan rintangan yang saya hadapi Allah mengajarkan saya untuk bersabar dan bersyukur lebih banyak.

Terimakasih juga saya ucapkan ke pada Bapak/Ibu dosen, Wali Kelas PAI 5, Bapak  Dr. Hamdi Zaspendi, M.Pd serta Terima kasih saya untuk Ketua dan Sekretaris PRODI PPG, bapak Dr. Ridwan, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan bapak Indra Bangsawan, M.Pd yang tak lelah mengawal hingga kami menuju kesuksesan.

Tak lupa pula terimakasih teruntuk panita PPG UIN STS Jambi yang cukup sabar membimbing kami para peserta PPG. Semoga Prodi PPG FAKULTAS UIN STS Jambi selalu sukses ke depannya . Aamiin Aamiin ya rabbal Aalamiin.

Tetesan kelam berlumur air mata, teruntuk keluarga tercinta

12 maret 2024

Wassalamualaikum wr.wb

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *