Beranda / Berita / NUSRIAL, S.Ag, M.Pd “Berbagi Pengalaman dan Bersilaturrahmi Bersama Para Mahasiswa PPG”

NUSRIAL, S.Ag, M.Pd “Berbagi Pengalaman dan Bersilaturrahmi Bersama Para Mahasiswa PPG”

Diterbitkan:

Oleh:

Kategori:

417 views

Diterbitkan:

Kategori:

Oleh:

417 views

PENGALAMAN YANG BERHARGA

Dipercaya menjadi guru pamong merupakan penghargaan yang tidak terhingga nilainya. Saya bisa berkolaborasi dengan dosen fasilitator dalam memberikan pendampingan kepada mahasiswa PPG yang notabene adalah guru-guru yang telah mengajar diberbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK sampai tingkat SMA/SMK. Saya bisa memperluas pengalaman profesi saya sebagai pendidik, dan menimba pengalaman dari dosen fasilitator serta rekan guru sesama pamong. Pengalaman yang terindah adalah disaat berkolaborasi dengan dosen fasilitator dan mahasiswa. Banyak pengalaman berharga yang saya dapatkan, terutama tentang bagaimana memahami kelemahan-kelemahan mahasiswa dalam menyelesaikan materi pembelajaran.

 

BERBAGI PENGALAMAN

Menjadi pamong PPG sebenarnya lebih kepada berbagi pengalaman dengan mahasiswa PPG. Mahasiswa PPG adalah mitra sesama guru yang sebagian juga sudah berpengalaman dalam merancang dan merencanakan pembelajaran.  Hampir seluruh materi PPG diadopsi dari Kurikulum Merdeka, mulai dari penerapan model pembelajaran, seperti PBL, BJBL, DBL, P5/PPRA , yang di presentasikan dalam bentuk video pembelajaran, yang disebut dengan peerteaching. Semua model pembelajaran tersebut sudah banyak tersebar di internet, tinggal download, dimodifikasi dan di adopsi ke sekolah masing-masing. Namun demikian masih ada mahasiswa PPG  yang ragu dan belum bisa membedakan antara tema project dengan tema materi pelajaran. Hal ini disebabkan ada beberapa sekolah didaerah yang baru menerapkan kurikulum merdeka, bahkan belum menerapkan sama sekali. Dengan demikian tentu saja mereka belum pernah melaksanakan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Hal lain yang sering terlupakan oleh mahasiswa adalah ketika membuat modul P5, mereka lupa menyertakan dimensi PPRA (Profil Pelajar Rahmatatal Lil ‘aalamiin). Sebagai pamong, saya merasa terpanggil untuk memberikan pemahaman tentang hal tersebut. Menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya bisa berbagi atau memberikan pengalaman kepada mahasiswa PPG tentang materi P5/PPRA ini. Sampai pada akhir pelaksanaan PPG, alhamdulillah semua mahasiswa PPG yang saya dampingi sudah bisa memahami dan menerapkan  semua materi yang dipelajari dalam PPG ini. Hal ini terlihat dari video pembelajaran yang mereka upload di LMS.

 

MEMAHAMI DENGAN HATI

Pelaksanaan PPG DALJAB tidak bisa mengharapkan mahasiswa mampu menerapkan semua materi secara komprehensif. Yang terpenting adalah mereka mau dan mampu mengikuti proses pembelajaran secara keseluruhan. Dari proses tersebut mereka akan mendapatkan pengalaman, dan dari pengalaman, mereka akan terpancing untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah masing-masing. Sebagai guru pamong, saya tidak boleh terlalu idealis dalam menilai kompetensi mahasiswa. Karena dari kontek sekolah, kesiapan sekolah dalam menerapkan kurikulum merdeka, dan dari kondisi daerah dimana sekolah mereka berada, dapat menyebabkan kendala dalam menyelesaikan tugas pembelajaran dengan sempurna. Oleh karena itu, dalam menilai hasil kerja mahasaiswa harus menggunakan hati, disamping objektivitas.

Ungkapan terimakasih kepada KAPRODI dan SEKPRODI, Dr. Ridwan, M.Psi.,Psikolog dan Indra Bangsawan atas kerjasama dan kesempatan yang diberikan.

Catatan ringan dari GURU SMA NEGERI 2 KOTA JAMBI

-Admin PPG-

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *