Beranda / Berita / Mengubah Limbah Menjadi Manfaat: Air Wudhu Masjid Ash-Shahabah Daur Ulang untuk Budidaya Lele dan Tanaman Hidroponik

Mengubah Limbah Menjadi Manfaat: Air Wudhu Masjid Ash-Shahabah Daur Ulang untuk Budidaya Lele dan Tanaman Hidroponik

Diterbitkan:

Oleh:

Kategori:

5 views

Diterbitkan:

Kategori:

Oleh:

5 views

PPG FTK UIN STS JAMBI – Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) LPTK Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi terus mendorong implementasi program yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, kepedulian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan oleh FTK UIN STS Jambi adalah pemanfaatan air daur ulang dari air wudu Masjid Ash-Shahabah untuk mendukung budidaya ikan lele tanaman hidroponik.

Program ini berangkat dari semangat pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan dengan memanfaatkan air bekas wudhu yang masih layak digunakan untuk kebutuhan produktif. Sebagai langkah awal, telah dibangun kolam penampungan air limbah wudhu yang berfungsi sebagai tempat pengumpulan dan pengendapan air sebelum dialirkan ke media pemanfaatan berikutnya.

Selain pembangunan kolam penampungan, tim pelaksana juga telah menyelesaikan instalasi jaringan distribusi air yang menghubungkan kolam penampungan dengan kolam budidaya lele dan sistem tanaman hidroponik.\. Instalasi tersebut dirancang agar air dapat dimanfaatkan secara efektif dan berkelanjutan, sehingga mampu mendukung pertumbuhan ikan tanpa mengurangi kualitas lingkungan sekitar.

Ketua Program Studi PPG FTK UIN STS Jambi menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata implementasi prinsip keberlanjutan yang sejalan dengan nilai-nilai Islam dalam menjaga dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana.

“Air merupakan anugerah yang harus dikelola secara bertanggung jawab. Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah kembali menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Program ini juga menjadi sarana edukasi tentang pentingnya konservasi air dan penerapan gaya hidup ramah lingkungan,” ujarnya.

Lebih lanjut, program pemanfaatan air daur ulang ini diharapkan dapat menjadi model praktik baik (best practice) dalam pengelolaan lingkungan berbasis masjid. Selain memberikan manfaat ekologis melalui pengurangan limbah air, program ini juga memiliki nilai edukatif dan ekonomi melalui budidaya lele serta pengembangan tanaman hidroponik yang produktif.

Dengan telah selesainya pembangunan kolam penampungan dan instalasi pendukung, tahap selanjutnya akan difokuskan pada optimalisasi pemanfaatan air, pemeliharaan budidaya lele serta pengembangan tanaman hidroponik. Prodi PPG FTK UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dan lembaga pendidikan lainnya dalam mengembangkan inovasi berbasis lingkungan yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi kehidupan sosial maupun ekologi._mrs

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *