Blog

  • Cerita Jajang Kurniawan Ketika Kuliah PPG “Malam Pertama Sempat Tidak Fokus” Karena Tugas Menanti

    Cerita Jajang Kurniawan Ketika Kuliah PPG “Malam Pertama Sempat Tidak Fokus” Karena Tugas Menanti

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu

    Perkenalkan nama saya Jajang Kurniawan, lahir di Tasikmalaya 25 September 1997, saya mengejar di SD Negeri 102/X Lambur I, Kecamatan Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur sejak tahun 2020 s/d sekarang. Saya juga salah satu Mahasiswa PPG Dalam Jabatan Batch 2 kategori 2 UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi tahun 2023.

    Mesikpun tergolong guru baru, saya ingin membagikan pengalaman dan semangat dalam mendedikasi diri sebagai seorang guru, karena cita-cita dari kecil memang ingin menjadi guru, dan Alhamdulillah sudah tercapai sampai saat ini.

    Selama mengikuti PPG Dalam Jabatan Pendidikan Agama Islam di Program Study (PRODI) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN STS Jambi, saya memiliki beberapa pengalaman yang menarik dimana PPG PAI adalah program pendidikan yang bertujuan untuk membentuk guru profesional dalam bidang Pendidikan Agama Islam.

    Berikut pengalaman saya..

    Pengalaman saya saat menjalani PPG memang tidak begitu banyak, tidak begitu indah dan tidak pula begitu pahit, akan tetapi sangat berkesan dibenak saya, karena ada begitu banyak pengalaman yang terulang selama hampir 6 bulan lamanya.

    Proses demi proses terlewati meski cukup banyak cerita, hambatan dan lika-liku yang ada dihadapan. Saat dinyatakan lulus Pretest dan memulai perkuliahan PPG online, rasa bahagia bercampur khawatir dengan beberapa alasan yang membuat diri ini kurang percaya diri untuk menjalaninya.

    Beriring berjalannya waktu kurang lebih sudah berjalan selama sebulan,  menghadapi tugas PPG yang dibarengi dengan niat untuk mempersunting seorang wanita yang akan menjadi Istri tercinta, fikiran begitu ruwet, karena harus ada tugas PPG yang diselesaikan. Namun disamping itu persiapan menuju pernikahan begitu banyak dan semakin dekat. Berkat kesabaran, keyakinan dan ketelatenan dalam mengahadapi itu semua, Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar tanpa ada halangan apapun. Meskipun saat duduk dipelaminan banyak pikiran karena tugas PPG belum selesai.

    Tiba waktunya mengganti baju pengantin, tidak banyak bicara langsung buka laptop dan mengerjakan tugas PPG, disamping menunggu istri dandan mengunakan baju adatnya tamu diluar sudah menunggu untuk berfoto bersama dengan kami. Hingga tiba waktu malam pertama tiba saya tidak fokus karena tugas PPG sudah ditunggu Dosen untuk dikumpulkan tepat waktu.

    Berkat bimbingan dan support dari Wali Kelas PAI 3 Bapak Aryawira Pratama, M.Pd Saya terus membangun tekad yang membara meski dengan segala tetesan keringat dan air mata, seketika nama saya tersebut sebagai orang yang dinyatakan lulus, begitu bahagianya diri ini dan penuh haru, karena perjuangan selama ini tidak sia-sia dengan hasil yang sangat memuaskan dan menjadi impian karena sudah menyelesaikan tugas PPG dengan sangat baik.

    Alhamdulillah LULUS, Allah maha baik yang selalu mendengar Do’a-do’a hambanya.

    Terimakasih kepada pimpinan FTK, bu dekan Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd atas kesempatan kembali dapat menuntut ilmu di Kampus tercinta dan KAPRODI serta Sekprodi, Dr. Ridwan, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan Indra Bangsawan, M.Pd atas segala motivasi yang diberikan. Tak lupa special terimakasih kepada istri yang sangat memahami posisi suaminya serta kerabat dan teman-teman yang telah mendo’akan demi kesuksesan saya.

    Haturnuhun.

    Wassalamualaikum Wr.Wb

  • DELVI SUSANTI, Berbagi Pengalaman di PPG “Belajar Dari Youtbe dan Bermodal Yakin Lulus”

    DELVI SUSANTI, Berbagi Pengalaman di PPG “Belajar Dari Youtbe dan Bermodal Yakin Lulus”

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Perkenalkan nama saya DELVI SUSANTI, lahir di Nipah Panjang 19 Oktober 1997, saya mengajar di SDN 11/X Nipah Panjang Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur  sejak tahun 2020 s/d sekarang , Saya juga salah satu mahasiswa PPG dalam jabatan batch 2 kategori 2 UIN Sulthan Thaha Saifudin Jambi tahun 2023.

    Selama mengikuti kegiatan PPG PAI (Pendidikan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam) di Program Studi (PRODI) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN STS Jambi, saya memiliki beberapa pengalaman yang menarik dimana PPG PAI adalah program pendidikan yang bertujuan untuk membentuk guru profesional dalam bidang Pendidikan Agama Islam.

    Meskipun banyak tantangan, saya mendapatkan banyak pengalaman berkesan selama mengikuti program PPG Daljab 2023. Saya bertemu dengan banyak guru inspiratif dari berbagai daerah, belajar banyak hal baru tentang pendidikan, dan mengembangkan keterampilan mengajar saya.

    Menjalani program PPG Daljab 2023 tidaklah mudah. Saya harus membagi waktu antara pekerjaan, belajar, dan keluarga. Selain itu, saya juga harus menyelesaikan berbagai tugas dan ujian yang cukup menantang.

    Awalnya saya tidak mengetahui apa yang saya ikuti, berawal dari informasi dari teman sejawat untuk mengikuti pretes namun ketika mengikutinya saya belum faham bahwa pretetes itu ditujukan untuk apa, dan ppg itu apa. Saya menjalani semua prosesnya begitu saja mengalir dan menghasilkan akhir yang masyaAllah tidak di sangka-sangka ternyata ppg ini sangat di harapkan oleh banyak orang.

    Bersyukur karena sudah diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan PPG ini, dimana jutaan guru diluar sana menunggu dipangggil untuk mengikuti PPG maka saya tidak akan menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang sudah diberikan. Menjalani proses tahap demi tahap perkuliahan ini penuh dengan semangat dan tanggung jawab karena sudah dibiayai pemerintah daerah dan tidak ingin mengecewakan semua pihak yang sudah mendukung selama ini.

    Pada tahap pendalaman materi, selama pendalaman materi, saya belajar secara mandiri melalui modul-modul yang telah disediakan oleh Penyelenggara. Selama kegiatan ini, saya mendapatkan banyak pelajaran baru dan pengetahuan yang lebih mendalam tentang Pendidikan Agama Islam. Mengerahkan sekuat tenaga dengan penuh semangat yang membara , dibutuhkan energi yang luar biasa dan sinyal yang mendukung itu sebabnya selama PPG dari pagi, siang bahkan malam selalu di depan laptop, yang membuat minus mata saya naik drastis di tambah lagi saya tidak mengkomsumsi sayur-sayuran .

    Setelah pendalaman materi, selanjutnya adalah kegiatan lokakarya. Lokakarya adalah pertemuan ilmiah yang kecil, di mana peserta berkumpul untuk memecahkan masalah tertentu dan mencari solusinya. Dalam PPG PAI, lokakarya fokus membahas perangkat pembelajaran dan penelitian tindakan kelas (PTK). Selama lokakarya, saya berdiskusi dengan teman-teman satu kelas dan mendapatkan informasi serta panduan yang berguna dalam mengembangkan perangkat pembelajaran.  Disini saya mendapatkan banyak pengalaman, pengetahuan dan ilmu baru yang sangat menyenangkan terutama pengetahuan dalam pembuatan modul kurikulum merdeka.

    Pada tahap PPL mulai dari PPL 1 sampai dengan PPL 4 saya kerjakan dengan penuh semangat dan tepat waktu. Pada tahap ini saya menemukan banyak ilmu baru yang awalnya belum saya ketahui karena saya termasuk guru baru di dunia pendidikan.

    Dalam kegiatan PPL ini di lakukan dengan cara langsung praktik mengajar dengan berbagai metode pembelajaran mulai dari Problem based learning, Projeck Based Learning, Deferentiated Based Learning  dan TPACK. Hal tersebut membuat saya tertantang untuk membuat modul ajar yang sesuai dengan menggunakan media pembelajaran yang relevan sehingga siswa pun ikut merasakan pengalaman baru dalam proses pembelajaran.

    Pada tahap selanjutnya yaitu UKIN atau Uji Kinerja disini cukup menguras energi karena harus menyiapkan berbagai dokumen, masih dengan perasaan yang sama, semangat yang membara penuh dengan vitalitas dan senyuman karena kebetulan saya juga memiliki tugas lain yaitu sebagai Ketua KPPS Pemilu di TPS 12 Kecamatan Nipah Panjang. Saya harus pintar-pintar  membagi waktu dan tetap bertanggung jawab dalam mengerjakan semua tugas-tugas.

    Menjelang UP atau Uji Pengetahuan banyak sekali tantangan yang saya hadapi. Berbarengan dengan kegiatan pemilu jadi tidak sempat untuk belajar atau membaca materi satupun. Hanya sekedar belajar melalui youtube saja, itupun ketika saya putar soalnya di youtube yang ada malah ketiduran. Jadi untuk persiapan UP saya bermodalkan yakin lulus dan mohon doa dari mak dan abah, untuk pemilihan tempat  UP saya mengungsi ke Kota Jambi untuk menghindari kendala sinyal .

    Selama UP berlangsung saya selalu mendengarkan nasehat pengawas dan mentaati peraturan selama ujian. Dengan mengucap Basmallah yakin lulus saya kerjakan soal dengan cermat dan teliti. Alhamdulillah ujian berjalan dengan lancar, sinyal aman dan materi yang diujikan adalah materi yang disampaikan ketika pendalaman modul.

    Pada saat ujian saya selesai lebih dulu di bandingkan dengan teman-teman yang lain, karna terlalu lama melihat layar laptop dengan jumlah soal UP sebanyak 120 soal mengakibatkan mata saya perih.

    Setelah menyelesaikan program PPG Daljab 2023, saya merasakan banyak manfaat, seperti:

    • Peningkatan pengetahuan dan keterampilan pedagogik
    • Peningkatan profesionalisme sebagai guru
    • Peningkatan kualitas pembelajaran di kelas
    • Peningkatan rasa percaya diri dalam mengajar

    Terimakasih banyak atas bimbingan dan arahan oleh seluruh bapak/ibu dosen yang sudah membimbing kami selama ini, semoga ilmu yang bapak ibu dosen berikan berkah barokah serta dibalas kebaikan oleh Allah. Trimakasih kepada LPTK UIN STS Jambi, pimpinan FTK, bu Dr. Hj Fadlilah, M.Pd beserta Ketua dan Sekretaris PRODI PPG,  pak Dr. Ridwan, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan pak Indra Bangsawan, M.Pd yang sudah membantu dari tahap awal hingga akhir dengan pelayanan yang sangat memuaskan, semoga UIN STS Jambi semakin jaya semakin jadi kampus idola kedepannya.

    Juga terima kasih yang banyak saya ucapkan kepada Ibu. KARTINI, S.Pd.SD selaku kepala sekolah SD Negeri 11/X Nipah panjang dan Rekan sejawat saya yang sudah saya anggap seperti kakak dan orang tua saya. serta anak-anak hebat yang selalu mau saya repotkan dan mempermudah saya dalam pembuatan tugas kuliah ppg yaitu pembuatan vidio pembelajaran yang berkali-kali sehingga membuat anak-anak murid saya bertanya “ buk nanti kami viral dak di yuotube buk” .

    Dan yang paling saya utaman adalah Beribu terimakasih untuk mak yang selalu saya repotkan dengan urusan makan bahkan mencucikan pakaian saya, abah yang selalu siap mendengarkan keluhan saya karna kelelahan serta membantu saya dalam merubah suasana kamar saya agar tidak bosan dan menambah semangat saya untuk mengerjakan tugas-tugas perkuliahan, dan mak aji yang selalu stand by membacakan yasin non stop setiap saya mengahadapi ujian UKIN dan UP. Dan juga terimkasih kepada teman-teman saya yang mau di ajak nongkrong secara tiba-tiba, atau bahkan saya ajak makan pecel ayam di tengah malam.

    Trimakasih Berkat doanya saya lulus PPPK dan PPG tahun ini.

    Maret, 2024

  • Nazirwan, Sang Guru Pamong “Sekelumit” Catatan dan Pengalaman

    Nazirwan, Sang Guru Pamong “Sekelumit” Catatan dan Pengalaman

    Guru Pamong memiliki peran penting dalam rangka mencetak “Guru Profesional”

    Oleh : Nazirwan, M.Pd.I Guru Pamong PAI PPG UIS STS Jambi

     

    Menurut UU Nomor 14 Tahun 2015 pasal 1 dinyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

    Guru merupakan profesi yang memiliki tugas pokok dalam proses pembelajaran. Uraian tugas pokok tersebut mencakup keseluruhan unsur proses pendidikan dan peserta didik. Tugas pokok itu hanya dapat dilaksanakan secara profesional bila persyaratan profesional yang ditetapkan terpenuhi.

    Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan implementasi dari UU Nomor 14 Tahun 2015 untuk mempersiapkan dan mencetak guru-guru yang prefesional dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

    Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Syaifuddin Jambi melalui Fakultas Tarbiyah dan Keguruan melaksanakan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan pada tahun 2023 yang diikuti oleh guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab yang ada di Madrasah maupun guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI & BP) yang ada di Sekolah umum (SD/SMP/SMA/K) dari berbagai provinsi yang ada di Indonesia khususnya provinsi Jambi dan sekitarnya.

    Nazirwan, M.Pd.I merupakan salah seorang guru pamong yang bertugas membimbing dan mengarahkan Mahasiswa PPG yang dilaksanakan oleh UIN STS Jambi Tahun 2023 khususnya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI & BP) pada sekolah umum. Beliau menuturkan, bahwa banyak sekali romantika yang ditemukan dalam membimbing Mahasiswa PPG UIN STS Jambi sejak tahun 2022 pengalamannya menjadi guru pamong hingga sekarang.

    Sebagaimana kita maklumi bersama bahwa sistem PPG Dalam Jabatan yang dilaksanakan oleh UIN STS Jambi menggunakan sistim dalam jaringan (Daring) melalui Learning Management System (LMS) dengan jadwal dan durasi waktu yang telah disepakati Bersama. Oleh karena itu, semangat dan perjuangan mahasiswa PPG perlu diberikan apresiasi yang setinggi-tingginya, karena mereka yang mayoritas berasal dari daerah yang sangat jauh dengan segala keterbatasannya tetap semangat melaksanakan perkuliahan.

    Ada diantara mereka yang sengaja pindah ke Kota Kabupaten untuk mendapatkan aliran listrik yang baik dan signal yang maksimal demi untuk menyelesaikan tahapan demi tahapan dalam PPG. Banyak juga diantara mahasiswa PPG tersebut yang tinggal sementara di rumah saudara atau teman demi untuk mendapatkan signal yang memadai hanya sekedar untuk melaskanakan zoom meeting atau mengirimkan tugas di LMS.

    Pernah suatu ketika saya membimbing salah satu kelas dalam PPG Bach I Tahun 2023, terdapat satu Mahasiswa PPG yang sudah cukup berumur, namun hebatnya setiap kali dijadwalkan melaksanakan zoom meeting, dia (Mahasiswa tersebut) yang didampingi oleh anggota keluarga lainnya harus menuju pada sebuah bukit untuk mendapatkan jaringan internet. Sehingga selama pelaksanaan zoom meeting, maka selama itu pula dia berada pada tempat tersebut, tidak peduli siang ataupun malam hari demi menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa PPG. Ada pula yang harus tetap tinggal di sekolah sampai malam selama pelaksanaan zoom meeting menggunakan wifi sekolah, karena keterbatasan biaya untuk membeli kuota internet. Selain itu, ada pula yang harus rela tidak mengikuti zoom meeting atau terlambat mengumpulkan tugas, karena terkendala listrik mati sehingga jaringan juga ikut tidak berfungsi dengan baik.

    Selain kendala jaringan dan listrik, banyak juga diantara mereka yang menggunakan jasa orang lain (anak, suami/istri, teman sejawat) dalam mengoperasikan zoom meeting dan mengumpulkan tugas di LMS, karena ada diantara mereka belum memiliki kemampuan yang baik dalam mengoperasikan komputer. Banyak hal lainnya, seperti kemampuan dan pemahaman mereka terkait dengan kebijakan implementasi kurikulum merdeka, banyak diantara mereka yang benar-benar menemukan hal yang baru hanya di PPG. Oleh karena itu, perlu rasanya kita memberikan perhatian yang lebih pada teman-teman di daerah terutama bagi mereka yang sedang melakasankan perkuliahan PPG demi untuk menjadi seorang guru yang professional.

    Beberapa romantika tersebut diatas bisa kami lalui dengan mudah berkat kerjasama dan komunikasi yang intens antara pengelola PPG, Mahasiswa, serta Dosen dan Guru Pamong, sehingga perkuliah berjalan sesuai dengan juknis yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama. Oleh karena itu, pengelola, dosen, dan guru pamong pada PPG perlu diberikan apresiasi yang setinggi-tingginya oleh pemangku kebijakan di UIN STS Jambi dan kementerian Agama, karena mereka dalam menjalankan tugas tidak mengenal ruang dan waktu, serta banyak pengorbanan yang diberikannya demi tercapainya tujuan untuk mencetak guru-guru yang professional.

    Saya sebagai guru pamong, menghimbau dan mengajak kepada teman-teman guru pamong lainnya, mari kita menjalankan Amanah yang diberikan oleh UIN STS Jambi ini dengan sebaik-baiknya, tidak hanya sebatas menjelansakan tugas secara formal akan tetapi kita harus memberikan sesuatu yang lebih kepada teman-taman mahasiswa PPG karena mereka telah mengorbankan waktu, tenaga, harta, bahkan keluarga demi untuk mengikuti tahapan demi tahapan dalam PPG untuk mendapatkan informasi terbaru terkait dengan tugas dan fungsi sebagai seorang guru yang profesional.

     

    Demikian terima kasih, Semoga bermanfaat.

  • Esna Julita, Pengalaman Selama PPG “Dengan Segala Kekurangan” Mencoba Beradaptasi

    Esna Julita, Pengalaman Selama PPG “Dengan Segala Kekurangan” Mencoba Beradaptasi

    assalamu’alaikum warahmatullahi wabarkatuh.

    Perkenalan nama sy Esna Julita lahir di pulau tengah 14-3-1979 kec. Jangkat. Kabupaten merangin, Provinsi Jambi.

    Sy merupakan mahasiswi program studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) FTK di UIN Sultha Thaha Saeffuddin Jambi. pengalaman yang saya dapat selama kuliah sungguh mengesankan, meskipun agak merangkak tapi masih bisa berlari dengan tekat yang bulat di mana ada kemauan di situ ada jalan, itu merupakan prinsip dasar sekali.

    Saya tidak boleh menyerah demi masa depan nan cerah yang ada di depan mata. Hidup sesungguhnya penuh dengan makna hingga sampai akhir hayat kita menghembus napas.

    Sebagai pelajaran bagi generasi penerus terutama anak bangsa putra dan putri saya, amiin..

    Sungguh saya sangat terharu selama mengikuti perkuliahan PPG dimana saya mendapat banyak pengalaman yang beharga. Saya mulai beradaptasi dengan banyaknya tugas yang diberikan..ada bebrapa pepatah yang coba saya terapkan

    • Gunakanlah masa muda sebelum tua mu
      Gunakan sehat sebelum sakit mu
      Berusahalah kamu seakan hidup selama nya
      Shalat lah seakan diri mu  esok tiada

    Meski diawal-awal, saya tidak mengerti dengan tugas yang diberikan, saya tetap mencoba menjalani dan lama kelamaan saya sedikit demi sedikit dapat memahami semua tugas.

    Dengan segala kekurangan yang saya miliki, saya terus belajar dan pada akhirnya menuai hasil dengan kelulusan yang saya terima. Ketika dinyatakan lulus, semua teman-teman merasakan kebahagian yang sama. Semua saling memberi support serta saling memberi selamat.

    Semua yang menjadi beban dan permasalahan selama menghadapi kuliah, hilang dan sirna begitu saja. Terasa plong hati dan pikiran saya. Masa depan yang saya bayangkan akan menemukan kebahagian, akhirnya menjadi nyata. Terima kasih saya ucapkan pada pimpinan FTK, Ketua dan Sekretaris PRODI, Dr. RIdwan, S.Psi., M.Psi., Psikolog serta Indra Bangsawan, M.Pd.

    Perjuangan penuh pengorbanan menghasilkan kebahagian.

    catatan disudut kebahagian, sedikit goresan tinta saya..

    Lebih dan kurang saya mohon maap.

    Salam persembahan, maret 2024 🙏🏻🙏🏻

  • Ehsan Cerita Pengalaman PPG “Mencari Sinyal di Jembatan” Tepi Sungai Mendahara Bersama Para Nelayan

    Ehsan Cerita Pengalaman PPG “Mencari Sinyal di Jembatan” Tepi Sungai Mendahara Bersama Para Nelayan

    “Memanfaatkan Peluang dan Menghadapi Tantangan dalam Menggapai Kesuksesan”

    Bismillahirrahmanirrahim.

    Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

    Perkenalkan nama saya Ehsan, mahasiswa PPG batch 2 kategori 2 UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi tahun 2023 mapel PAI. Saya berasal dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan bertugas di Kecamatan Mendahara tepatnya di SD Negeri 82/X Bhakti Idaman.

    Pada pertengahan tahun 2023, saya mendapatkan kabar baik via whatsapp bahwa nama saya masuk dalam daftar penerima bantuan belajar PPG yang dibiayai PEMDA. Perasaan saya seketika langsung berubah menjadi senang dan bersyukur kepada Allah SWT dan juga sangat berterima kasih kepada PEMDA Tanjung Jabung Timur yang perhatian terhadap guru-guru Pendidikan Agama Islam yang mau membiayai perkuliahan Pendidikan Profesi Guru (PPG).

    Seandainya tanpa adanya bantuan beasiswa dari PEMDA mungkin sampai sekarang saya belum bisa berkesempatan mengikuti perkuliahan Pendidikan Profesi Guru (PPG) mengingat antrian yang terlalu banyak seperti antrian mau naik haji.

    Mengingat hal tersebut saya bertekad dan bersungguh-sungguh mengikuti rangkaian demi rangkaian dalam menjalani proses perkuliahan karena masih banyak di luar sana teman-teman yang masih belum berkesempatan mengikuti perkuliahan Pendidikan Profesi Guru (PPG).

    Sesuai dengan namanya Pendidikan Profesi Guru (PPG) tidak semudah membalikkan telapak tangan, banyak hal-hal yang perlu di hadapi.

    Pada hari kamis, 24 Agustus 2023 adalah hari pertama saya mengikuti perkuliahan, di hari pertama saya sudah dihadapkan dengan kondisi lampu mati. Di daerah saya kalau sudah lampu mati otomatis sinyal juga menghilang dan di situlah dilema mulai melanda hati karena tuntutan tugas yang banyak harus di selesaikan.

    Pada kondisi seperti itu tidak menurunkan semangat saya dalam menyelesaikan tugas, saya berusaha mencari sinyal, biasanya saya berada di jembatan tepi sungai mendahara yang di temani dengan nelayan yang mencari ikan dan anak-anak yang asik mandi berenang di sungai.

    Memasuki bulan ke dua perkuliahan saya mendapatkan cobaan, teman setia saya yang menemani saya mengikuti perkuliahan yaitu “laptop” mengalami kerusakan. Laptop saya mati total dan tak hidup lagi, di sini lah saya sangat galau dan bigung mau mengerjakan tugas perkuliahan. Mau beli laptop baru waktu itu kondisi tidak memungkinkan dan mau meminjam ke teman rasa segan kalau minjam terus-terusan.

    Untungnya ada istri dan anak yang selalu mensupport saya. Saya ingat sekali kata-kata yang di lontarkan istri saya kepada saya “yang sabar, jangan galau terus, ingat Allah selalu bersama kita” kata-kata itulah yang selalu membuat saya tenang.

    Di tahun yang bersamaan yaitu tahun 2023, sekolah tempat saya bertugas mendapatkan bantuan crome book sebanyak 15 unit. Saya terpikir sejenak, apakah melalui ini Allah berikan jalan saya untuk bisa terus bertahan dari tuntutan tugas perkuliahan.

    Hari demi hari saya mulai membiasakan menggunakan crome book, awal nya agak bigung bagaimana cara mengoperasikannya. karena saya mempunyai tekad ingin sungguh-sungguh mengikuti perkuliahan dan sedikit banyak akhirnya saya mulai memahami cara mengoperasikan crome book untuk mengerjakan tugas-tugas perkuliahan.

    Cobaan berikut menghampiri saya, tepatnya di bulan ke tiga saya memulai perkuliahan, mertua saya meninggal dunia, sebagai anak pasti merasakan rasa kehilangan yang mendalam apabila orang yang di sayangi telah meninggalkan kita. Saya ikhlas dan tabah atas kepergian mertua saya dengan segala kesedihan yang saya rasa.

    Setelah melewati proses PPG yang penuh dengan bermacam cobaan, maka sampailah pada Uji Pengetahuan yang dilaksanakan pada hari sabtu, 17 Februari 2024, dengan segala ikhtiar dan do’a dengan berharap kepada Allah agar mendapatkan hasil yang memuaskan.

    Hari yang di tunggu-tunggu dan di nanti-nanti sudah tiba, tepatnya pada hari sabtu, 2 maret 2024 saya dinyatakan “LULUS”.

    Dari kegiatan PPG yang kurang lebih 6 bulan lamanya, banyak hikmah yang dapat saya petik….

    Pertama orang yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan apa yang di harapkan, kedua kesabaran pasti akan berbuah manis, ketiga Allah tidak akan memberikan suatu cobaan melebihi batas kemampuan hambanya.

    Semoga ilmu yang saya dapat selama PPG dapat bermanfaat untuk saya dan tentunya anak didik saya, terima kasih atas dukungan semua pihak pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Ibu Dr. Hj.Fadlilah, M.Pd beserta Ketua dan sekretaris Prodi PPG Dr. Ridwan, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan Pak Indra Bangsawan, M.Pd, teman-teman dan keluarga yang telah mensupport hingga saya mencapai pada titik sekarang ini dan saya akan terus mengembangkan keilmuan yang telah saya peroleh selama kuliah di Prodi PPG FTK UIN Suthan Thaha Saifuddin Jambi.

    Akhir yang membahagiakan dalam kalam tertulis, maret 2024

    Wassalaamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

  • FIRDAUS Cerita Pengalaman di PPG “Bolak Balik Hijrah” Demi bisa Mengikuti Kuliah

    FIRDAUS Cerita Pengalaman di PPG “Bolak Balik Hijrah” Demi bisa Mengikuti Kuliah

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

    PERJUANGAN DALAM MENGHADAPI PPG 2023

    Perkenalkan nama saya FIRDAUS, S,Pd.I, saya berasal dari Nalo Gedang  Kecematan Nalo Tantan Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Saya merupakan seorang mahasiswa Program Studi  (PRODI) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Syafuddin Jambi Pada Tahun 2023 dengan bidang studi Pendidikan Agama Islam.

    Pengalaman saya selama mengikuti PPG adalah sangat banyak rintangan dan cobaan yang saya hadapi, namun dibalik itu saya juga sangat bersyukur kepada Tuhan akhirnya saya  bisa mengikuti PPG ini dengan mudah dan lancar. Lebih kurang 4 bulan saya menjalankannya dengan banyak pengalaman yang saya hadapi. Proses demi proses saya jalani mulai dari pretest pertama pada tahun 2022. Alhamdulillah Allah memberikan rezeki, saya lulus pretest dengan hasil yang memuaskan, lalu di tahun 2023 saya terpanggil untuk mengikuti PPG di bulan agustus sampai bulan desember, dari sanalah banyak sekali pengalaman dan liku-liku perjalanan saya selama mengikuti perkuliahan PPG PAI dalam jabatan.

    PPG merupakan pendidikan profesi guru yang bertujuan untuk menghasilkan guru yang profesional. Akan tetapi tidak  semua guru mendapatkan kesempatan untuk mengikuti prgram ini dan saya adalah salah satu guru yang beruntung karena terpilih menjadi mahasiswa PPG dalam jabataban angkatan 2 kotegori  1 di Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Syafuddin Jambi Pada Tahun 2023

    Pertama sekali kendala yang saya rasakan adalah terhadap diri saya sendiri bahwasanya saya menyadari bahwa saya tidak terlalu mampu Teknologi IT. Tetapi Alhamdulillah Allah memberikan saya kemudahan, kembali saya menemukan pendamping yang mau menolong saya dalam perkuliahan ini, namun tentu saja tidak sepenuhnya dia menolong saya setiap harinya.

    Pada bulan agustus 2023, pertama masuk jadwal perkuliahan saya hijrah ke kota bangko karena takut akan terkendala listrik mati. Maklum, di tempat desa saya berada di ujung  kecematan nalo tantan sering mengalami kendala listrik mati .

    Yang menemani saya hijrah ke kota bangko adalah istri saya dan anak saya, pada saat itu istri saya lagi hamil tua, beriring berjalannya waktu saya lewati dengan keyakinan. Saya terpaksa menginap di tempat keluarga beberapa hari.

    Didalam hati saya sering muncul rasa bersalah terhadap keluarga kecilku dikarenakan hamil tua ikut bersamaku. Sebelumnya saya sebagai suaminya sudah menmberi tahu “sayang tinggal saja dirumah” kasihan anak dalam kandungan nanti sakit. Jawabannya istri saya “tidak apa” Inyallah anak kita sehat. Saya benar salut dengan ketabahan dan kesabaran istri saya.

    Saat perkuliahan berjalan, kadang jadwal sudah diberikan sama dosen dengan tanggal dan hari yang sudah ditetapkan untuk kuliah.. Terpaksa hijrah, baik itu kadang-kadang  pagi, malam, malah dalam perjalanan sering  mengalami hujan di perjalanan.

    Setiap hari tugas yang begitu padat. Dalam sehari saya harus mengerjakan beberapa resume dan analisis analisis bahan ajar yang diberikan oleh dosen,  belum lagi posttest diakhir modul. Namun seiring berjalannya waktu, Allah selalu memberikan saya kemudahan dan kelancaran dalam perkuliahan ini, dibuktikan  dengan saya terus-terusan mendapat banyak dosen-dosen yang baik dan selalu siap membantu saya ketika saya bingung dengan tugas yang diberikan.

    Alhamdulillah LPTK UIN Sultan Thaha Syaifuddin Jambi juga sangat berkontribusi memberikan semangat dan dukungan terhadap mahasiswanya, dengan itu saya bangga menjadi mahasiswa LPTK UIN Sultah Thaha Syaifuddin Jambi.

    Setelah selesai perkuliahan saya sempat senang sesaat karna tugas yang menumpuk sudah saya lewati dengan lancar. Tiba saatnya di tanggal 16 Desember 2023 Ujian UP yaitu ujian akhir menentukan kelulusan, pada saat ujian UP jadwal sudah ditentukan dosen.

    Sehari sebelum ujian saya sudah hijrah ke bangko. Saat stimulasi saya juga mengalami sedikit kendala dimana selesai saya  menjawab soal yang diberikan, laptop yang saya gunakan tidak berfungsi dengan baik, laptop tersebut mendadak mati sendiri, namun keesokan harinya dimana sebelum ujian UP saya menghidupkannya kembali ternyata kendala tersebut kesalahan download aplikasi ujian UP dimana yang saya download aplikasi untuk windows 8.0 dan ternyata laptop saya mengunakan windows 11….

    Namun, Allah kembali memberi saya kemudahan tiba- tiba seorang kakak datang  dengan  tujuan menyemangati saya ketika ujian, saat itulah saya minta tolong memeriksa laptop yang saya gunakan dan Alhamdulillah dia memperbaiki dan mendownload aplikasi UP sesuai windows yang saya gunakan. Akhirnya ujian saya lakukan dengan lancar.

    Beriringnya berjalannya waktu Tibalah saat pengumuman kelulusan UP yang berjarak 10 hari dari saat saya ujian, pada saat penguguman kelulusan UP saya berada di rumah sakit karena istri saya melahirkan. Saya cek di UKMPPG ternyata saya tidak lulus UP.

    Seketika itu saya sangat hancur dan sedih semangat saya menjadi luluh lantah tak bersisa…

    Teman seperjuangan semua akhirnya memberi suppor kepada saya dengan ucapan sabar pak fir, rezki tak pernah tertukar, saat ini pak fir di beri rizki kelahiran anak dengan selamat , mungkin UP yg kedua masih bisa ikut lagi mudahmudan lulus..

    Seiring berjalannya waktu saya mampu menerima takdir Allah dengan sabar dan ikhlas dan selalu berdoa  kepada Allah setiap selesai sholat. Dan Alhamdulillah saya mengikuti ujian retaker untuk pertama kalinya, dan Allah ternyata memberikan saya kelulusan setelah sekian banyak perjuangan yang saya lakukan.

    Terima kasih ya Allah hamba sangat mengucap syukur dan juga jutaan terimakasih terhadap Engkau, dan juga  terhadap teman-teman seperjuangan yang sering mensuppor, dosen yang selalu siap menjawab pertanyaan saya, Saya ucapkan sekali lagi beribu – ribu terima kasih dengan tulus.  Ternyata dibalik cobaan dan rintangan yang saya hadapi Allah mengajarkan saya untuk bersabar dan bersyukur lebih banyak.

    Terimakasih juga saya ucapkan ke pada Bapak/Ibu dosen, Wali Kelas PAI 5, Bapak  Dr. Hamdi Zaspendi, M.Pd serta Terima kasih saya untuk Ketua dan Sekretaris PRODI PPG, bapak Dr. Ridwan, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan bapak Indra Bangsawan, M.Pd yang tak lelah mengawal hingga kami menuju kesuksesan.

    Tak lupa pula terimakasih teruntuk panita PPG UIN STS Jambi yang cukup sabar membimbing kami para peserta PPG. Semoga Prodi PPG FAKULTAS UIN STS Jambi selalu sukses ke depannya . Aamiin Aamiin ya rabbal Aalamiin.

    Tetesan kelam berlumur air mata, teruntuk keluarga tercinta

    12 maret 2024

    Wassalamualaikum wr.wb

  • Anton Wibowo, Cerita Pengalaman di PPG “Sebagai Ketua Kelas” Perlu Usaha Ekstra Mengingatkan Rekan-rekan Mahasiswa

    Anton Wibowo, Cerita Pengalaman di PPG “Sebagai Ketua Kelas” Perlu Usaha Ekstra Mengingatkan Rekan-rekan Mahasiswa

    PPG, Leadership Virtual.

    Asslamualaikum,

    Saya, Anton Wibowo, S.Pd.I lahir di Desa Lembah Kuamang pada tanggal 26 Maret 1989. Memiliki 2 saudara, terlahir sebagai anak pertama yang auotomatictly menjadi seorang Kakak.

    Dari kecil, saya dididik oleh Ayah dengan keras, tegas, dan penuh tanggung jawab. Saat itu, saya berfikir betapa kejamnya ayah padaku. Namun, setelah pendidikan Madrasah Aliyah selesai, disitulah saya menyadari bahwa yang dilakukan oleh ayah adalah benar. Ia berharap agar  saya sesuai kodrat sebagai anak pertama memiliki tanggung jawab terhadap adik-adiknya.

    Berkat do’a Ibu dan Usaha Ayah, akhirnya saya menjadi seperti saat ini, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). PNS mungkin menjadi profesi yang membanggakan sebagian orang, namun sampai saat ini yang saya genggam adalah harapan dan cita-cita orang tua. Bermanfaat untuk semua umat manusia. 5 Tahun telah berlalu sebagai guru berstatus PNS dan saat itu saya mengenggam kembali masa depan dengan mengikuti kuliah di PRODI PPG

    Tepat pada tanggal 24 Agustus 2023 tugas pertama (Modul 1) dimulai dari rangkaian Pendidikan Profesi Guru di LPTK UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Beberapa pekan sebelumnya, bersama Bapak Ahmad Ansori selaku wali kelas melalui zoom meeting dan rekan-rekan dari Kabupaten Bungo sebanyak 13 orang dan 7 orang dari Tanjung Jabung Timur memberi amanah kepada saya untuk Menjadi Ketua Kelas.

    Ketua Kelas, sebuah beban dan tanggung jawab yang berat dimana mesti bisa memahami dan mempelajari karakter dari masing-masing rekan satu kelas yang selama ini saya hanya memahami karakter  Istri Tercinta; Tatik Widyaningsih, S.Pd.I. Itulah argumen terkuat saya untuk menolak amanah tersebut.

    Namun desakan dari kawan-kawan semua dan ingat pesan orang tua untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain, maka amanah tersebut saya ambil.

    Sejak 24 Agustus 2023, Dua peran secara bersamaan saya jalani disamping menjadi ketua kelas juga sebagai mahasiswa. Meski, sebelumnya telah dibekali kemampuan dasar tentang teknologi, saya sempat merasa keteter dalam mengerjakan tugas-tugas. Karena bukan hanya kemampuan menggunakan teknologi saja yang dibutuhkan, melainkan kemampuan literasi (membaca, memahami, menyimpulkan dan menulis kembali berupa resume dan analisis sumber belajar) menjadi dasar utama dalam pendidikan profesi guru.

    Sebuah pesan tersirat dalam proses tersebut, bahwa “Literasi” adalah salah satu cara mengembangkan kompetensi guru.

    Sepekan berjalan, setelah saya pahami ritmenya, Alhamdulillah tugas tersebut tidak begitu berat dan mengalir seperti air setiap tugas-tugasku.

    Disisi lain, selain sebagai mahasiswa itu sendiri, tugas sebagai ketua kelas juga harus saya jalankan. Berat, iya berat. Hanya satu modal yang saya miliki untuk membuat rekan-rekan mau bergerak bersama, yaitu Mereka Juga Ingin Lulus dalam PPG ini. Bagi kampus, mungkin ketua kelas hanya sebagai jembatan penghubung ke rekan-rekan lainnya dalam satu kelas. Namun realitanya, tidaklah hanya sebegai jembatan penghubung saja. Ketua kelas harus mengingatkan rekan-rekan dalam pengumpulan tugas terkadang juga harus dapat membackup dalam mengerjakan tugas rekan-rekan lainnya di karenakan kondisi tertentu dan terkadang juga mengarahkan rekan yang dipandang mampu untuk dapat membantu rekan lainnya. Bagaimanapun tetap Bersyukur, 2 dari rekan kami mendapatkan momongan baru, Lailiyati, S.Ag. dan Rini, S.Pd.I.

    Sebagai ketua kelas, terkadang saya merasa jengkel ketika intruksi dan arahan yang diberikan tidak segera direspon dan dilaksanakan, terlebih ketika tanggung jawab kelulusan satu kelas dibebankan ke pundakku. Sehingga saya mulai berfikir untuk diri sendiri, karena tidak ada kemampuan menjangkau mereka. Selain itu, pendidikan ini juga kebutuhan mereka masing-masing.

    Oleh karena itu, saya mengajukan permohonan kepada wali kelas untuk mencarikan pengganti sebagai ketua kelas. Namun tidak dikabulkan, serta dorongan dari rekan-rekan untuk tetap menjadi nahkoda PAI 1 sampai selesai pendidikan. Sejak peristiwa tersebutlah, menjadi titik pantul PAI 1 menjadi kompak kembali dan semangat untuk mencapai misi, masuk bersama luluspun bersama.

    6 Bulan, iya 6 bulan pendidikan profesi guru ini harus saya jalani. Lelah, iya. Namun karena motivasi semangat dari semua pihak dan harapan tercapai pengakuan sebagai guru yang profesional, pendidikan ini harus tetap saya jalani. Kegiatan perkuliahan dilalui seperti biasa, zoom meeting bersama dosen pembimbing dan Guru Pamong, tahap demi tahap dijalani, hingga sampailah pada ujung perjalan pendidikan yaitu UKMPPG.

    Sebagai ketua dan sahabat, saya merasa sedih karena dari 20, hanya 1 rekan yang belum lulus UKMPPG. Semoga rekan tersebut, tahap berikutnya di Luluskan oleh Allah pada UKMPPG. Aamiin,,,

    Akhirnya Ucapan terima kasih tak terhingga disampaikan kepada seluruh stake holder (SDN No. 139/II Muara Tebo Pandak, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bungo, Kementerian Agama Kabupaten Bungo) dan tentunya kampus tercinta UIN Sulthan Thaha Saifudin Jambi atas izin dan kesempatan yang diberika kepada saya. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bapak Kaprodi PPG UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Dr. Ridwan, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan Bapak Sekretaris Prodi PPG UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indra Bangsawan, M.Pd.

    Terima kasih juga kepada Kepala SDN 139/II Muara Tebo Pandak, Bapak/Ibu Dosen Pembimbing, Bapak/Ibu Guru Pamong atas bimbingannya selama ini. akhirnya saya Lulus UKMPPG pada 29 Februari 2024.

    Diakhir catatan ini, saya pribadi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rekan-rekan jika dalam menjalankan amanah tidak sesuai harapan kalian.

    Wassalam, temaram bulan maret 2024

  • Marsidi, Kepala Sekolah yang Bercerita Pengalaman Selama PPG “Menjadikan Pribadi yang Lebih Sabar”

    Marsidi, Kepala Sekolah yang Bercerita Pengalaman Selama PPG “Menjadikan Pribadi yang Lebih Sabar”

    Assalamualaikum….

    Perkenalkan Nama saya Marsidi , asal tempat tinggal saya  merangin kec pamenang propinsi Jambi.

    Saya bertempat tugas di SDN 171 pauh menang 1. Selain menjadi seorang guru PAI, saya juga mempunyai tugas tambahan sebagai kepala sekolah ditempat saya mengajar.

    Saya merupakan mahasiswa dari Program Studi ( PRODI ) Pendidikan Profesi Guru  (PPG ) Fakultas Tarbiyah  dan Keguruan UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN ) SulthanThaha Saifudin  (STS ) JAMBI pada mata Pelajaran  Pendidikan Agama Islam  ( PAI ).

    Sekelumit pengalaman saya  dalam masa mengikuti perkuliahan di prodi PPG,  yang mana dihari pertama mulai mengikuti perkuliahan  dengan tugas yang masih membingungkan, bagai mana cara mengerjakannya dan pekerjaan tersebut haruslah dikerjakan tepat waktu, ditambah pula dengan tugas selaku kepala sekolah yang tidak bisa diwakilkan, sehingga saya mesti benar-benar bisa membuat manajemen waktu agar kedua-duanya bisa saya jalankan dengan baik.

    Bertepatan dengan saat mengikuti perkuliahan PPG, anak pertama saya juga memasuki tahap awal sekolah di Pondok pesantren. Anak saya yang belum terbiasa berpisah dari orang tua, tentu pada akhirnya saya mesti memberikan perhatian ekstra agar anak bisa betah di pondok pesantren. Hampir setiap minggu, saya mengunjunginya yaitu sesuai hari dan jam kunjungan yang telah ditetapkan,yakni  pada hari jum’at.

    Sementara itu, tugas kuliah PPG tidak bisa dipending semua harus dikerjakan tepat waktu, sesuai dengan arahan pak dosen, kemanapun kita laptop jangan pernah lupa karena tugas harus dikerjakan, Bagai mana kiat dan strategi kita untuk curi-curi waktu menyelesaikan tugas.

    Dimana pun berada. Begitulah seterusnya hampir tiada  istirahat, mulai pada puncaknya, rasanya ingin menyerah, Kesehatan pun mulai terganggu karena saya mempunyai Riwayat sakit pengentalan darah yang mengharuskan banyak istirahat dan jangan terlalu banyak pikiran.

    Alhamdulilllah.. ternyata semua yang dilalui dapat diatasi karena ada orang tua yang selalu mendoakan, seorang istri yang selalu berada disamping untuk menyemangati, mendampingi, membantu dan mendoakan saya untuk terus semangat dan berusaha mengikuti perkuliahan PPG ini dan dengan bantuan adik juga teman-teman sekelas yang selalu memberi dukungan dengan memberikan bantuan setiap saat, apabila ada tugas yang masih belum saya pahami.

    Dan yang lebih membuat saya tetap semangat yaitu bapak dan ibu dosen, ibu wali kelas dan guru pamong yang ternyata selalu  mengingatkan dan menyemangati saya yang terkadang  telat mengumpulkan tugas karena terkendala sinyal dan waktu, akhirnya hari demi hari bisa  dilewati dan sedkit demi sedikit sayapun sudah bisa  beradaptasi  dengan tugas kuliah disetiap materi dan tugas yang diberikan.

    Setelah menjalani hampir 4 bulan perkuliahan, Pada akhirnya saya mengikuti test akhir berupa Uji Pengetahuan (UP) ternyata saat itu saya dinyatakan tidak lulus…

    Kecewa pasti ada namun Kembali lagi kepada takdir Allah, kegagalan itu semua pasti ada hikmahnya. Membuat diri menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih mengingat kesalahan yang membuat kita gagal agar bisa diperbaiki, dan kegagalan ini membuat saya merasa bukan lagi hanya sekedar memiliki teman, tapi lebih dari itu memiliki saudara karena teman-teman saya yang telah  lulus dan Bapak Dr. RIDWAN, S,Psi. M.Psi Psikolog (Ketua Prodi) PPG dan Bapak Indra Bangsawan M.Pd, (SesProdi) selalu menyemangati saya untuk memberikan yang terbaik serta memberikan kiat-kiat untuk lulus mengikuti test uji Pengetahuan yang kedua.

    Ditambah lagi istri dan keluarga yang tak henti mensupport dan mendokan saya. Sehingga saya merasa semangat lagi untuk mengikuti test Uji Pengetahuan berikutnya karena dikelilingi orang orang yang tulus.

    Pada Tanggal 17 Februari 2024 saya mengikuti test Uji Pengetahuan yang kedua…

    Alhamdulillah Saya dinyatakan Lulus. semua bisa berakhir begitu saja dengan rasa hampir tak saya percayai sendiri,,,,, jika tugas ini memang telah berakhir,,,, tapi saya berpegang kepada kata pepatah ,setiap ada kemauan pasti ada jalannya.

    Itulah sekelumit pengalaman kuliah PPG saya.  Sangat ingin menceritakan lebih panjang setiap jengkal peristiwa yang saya hadapi selama menjadi mahasiswa di PRODI PPG, namun sayang kemampuan tidak seperti James Cameron.

    Terima  kasih tak terhingga  saya ucapkan kepada pimpinan PTK ketua dan sekretarias prodi PPG bapak Dr. RIDWAN, S, Psi., M.Psi., Psikolog ( Ketua prodi ) PPG,  Bapak Indra Bangsawan, M.Pd (sesprodi)  yang selalu  memberi dukungan moril serta selalu menyemangati  agar terus berjuang untuk sampai tujuan yang diinginkan,,

    Saya do’akan  semoga  disetiap bait ucapan nya menjadi amal  ibadah dan diterima Allah swt, amin ya robbal alamin. Semoga semakin jaya dan terus maju kedepan nya,.LPTK  UIN Sulthan Thaha Saifudin  Jambi.

    catatan mengawali bulan ramadhan yang pernuh berkah, maret 2024

    WASSSLAM.

  • Udin Antoni, Menceritakan Pengalaman di PPG “Menginap di Hotel Demi Sebuah Sinyal” Akhirnya Dapat Lulus UP

    Udin Antoni, Menceritakan Pengalaman di PPG “Menginap di Hotel Demi Sebuah Sinyal” Akhirnya Dapat Lulus UP

    Assalamualaikum wr.wb.

    Perkenalkan, nama saya Udin Antoni, S.Pd.I. dan saya berasal dari kabupaten Ponorogo – Jawa Timur, sekarang saya berdomisili di ds. Bedaro Kab. Bungo Provinsi Jambi.

    Lain orang maka lain cerita, begitupun saya, maka disini saya akan berbagi sedikit cerita  sekelumit dari perjuangan saya selama mengikuti perkuliahan di PRODI Pendidikan Profesi Guru (PPG)  Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi hingga akhirnya dapat lulus dan menyelesailam kuliah saya tersebut.

    Sebelumnya pada saat ini saya bertugas sebagai guru PAI di SDN 92/II Talang Sungai Bungo Kecamatan Rantau Pandan Kabupaten Bungo Provinsi Jambi, sejak pertama kali diangkat pada CPNS th 2019 yang lalu.

    Syukur Alhamdulillah tepatnya di bulan agustus tahun 2023 yang lalu saya bersama teman-teman yang lain dipanggil untuk mengikuti pendidikan PPG  selama lebih kurang 6 bulan lamanya melalui perkuliahan secara daring.

    Karena tidak semua guru mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program ini maka patut saya syukuri, Alhamdulillah saya adalah salah satu guru yang beruntung tersebut karena terpilih menjadi mahasiswa PPG Dalam Jabatan (Daljab) Angkatan Batch 2 di Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi.

    Alhamdulillah saya dan teman- teman yang lain mendapatkan Dosen dan Guru Pamong yang sangat profesional dan penuh perhatian kepada para mahasiswa PPG, beberapa pengalaman yang dapat saya dapat mungkin tidak jauh beda dengan kawan–kawan yang lain, walaupun dipenuhi dengan stress dan menguras pemikiran dan tenaga yang luar biasa, dan juga biaya- biaya yang diperlukan  tidak sedikit, terkadang membuat kami ingin menyerah ditengah- tengah pendidikan PPG yang masih berlangsung.

    Namun dibalik itu semua kami mendapatkan banyak sekali ilmu yang terima terutama dalam merancang perangkat pembelajaran, dalam membuat perangkat pembelajaran, seperti Modul Ajar (RPP), bahan ajar, media ajar, LKPD, instrumen penilaian yang menarik dan berbasis TIK, dsb. Dan sampailah kami dinyatakan lulus dari serangkaian materi PPG dan akhirnya bisa mengikuti Uji Kompetensi (UP).

    Teringat momen pada saat mau ujian UP, saya memesan satu kamar di hotel untuk dipakai tempat ujian UP yang ada di kota, yang mana berjarak kurang lebih 25 km dari rumah, karena mengingat sinyal dan listrik ditempat saya kadang–kadang sering mati lampu dan akhirnya malam hari sebelum ujian UP, saya mengajak istri dan kedua anak saya berangkat malam hari menuju hotel yang sudah saya pesan, kami pun berangkat sekitar pukul 21.05 wib malam karena mengingat hujan yang tak kunjung reda, kamipun berangkat dari dusun atau rumah saya karena mengingat besok pagi pukul 07.00 sudah standby di ruang zoom ujian, akhirnya kami pun memutuskan untuk tetap berangkat malam itu juga ditengah–tengah hujan yang tengah mengguyur.

    Teringat betul momen yang sangat tidak bisa saya lupakan dan tidak kami sangka- sangka, ditengah perjalanan menuju tempat hotel yang ada di kota, ternyata motor yang kami naiki mengalami bocor ban ditengah jalan dan ditambah kami yang kehujanan disepanjang jalan,  akhirnya istri dan anak sayapun turun dari motor berjalan kaki sambil mencari tukang tambal ban, dan kamipun jauh berjalan kaki mencari bengkel.

    Sepanjang perjalanan mencari tukang tambal ban kami masih kehujanan, sayapun berpikir:

    mungkinkah ada bengkel motor yang masih buka pada saat ini, di tengah malam hujan deras, inikan waktu yang nikmat bagi orang-orang untuk istirahat tidur”,

    Bagaimana saya besok ujian UP kalo motor saya belum juga ditambal”,

    Bagaimana kalau besok pagi saya sakit demam karena kehujanan malam ini”,

    Menangis sedih hati saya merasakan itu semua, tapi Alhamdulillah ternyata pertolongan Allah itu dekat, akhirnya kamipun menemukan bengkel motor dan akhirnya kamipun bisa melanjutkan perjalanan.

    Ternyata, setelah kami melanjutkan perjalanan menuju hotel tempat yang akan saya gunakan untuk ujian UP, hujan pun semakin deras turunya, dan kamipun sempat berhenti berteduh disalah satu toko yang sudah tutup, dan saya pun berdo’a, “ Ya Allah semoga dengan berkah turunnya hujan malam ini dari perjalanan kami dari rumah sampai saat ini, semoga Engkau mudahkan urusan kami, ujian kami, dan akhirnya kami bisa lulus PPG ini”. Aamiin.

    Dan Alhamdulillah, setelah perjuangan berat itu, pengumuman kelulusan PPG pun akhirnya keluar, dan sayapun dinyatakan lulus PPG Batch 2 ini bersama teman- teman yang lain, dan sayapun mengambil hikmah bahwa ini semua adalah merupakan pendidikan yang sangat luar biasa dan sangat bermanfaat, karena meningkatkan kompetensi dan keahlian di bidang keguruan kita yang sangat bermanfaat dimasa pengabdian kita dibidang pendidikan seperti saat ini, dan menjadikan kita sebagai Guru yang Profesional.

    Terima kasih yang tidak terhingga kepada Bpk. Kaprodi dan Sekprodi, Dr. Ridwan, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan Indra Bangsawan, M.Pd, yang terus memberi kawalan dan arahan kepada kami, akhirnya kami tetap fokus dan bersemangat untuk lulus menyelesaikan studi PPG ini dan bisa menjadi Guru Profesional.

    Tetap Semangat teman- teman Guru semuanya Yakinlah usaha kita akan berhasil, salam kenal dan salam hangat dari kami dari dusun yang jauh dari Provinsi Jambi. Semoga ada manfaatnya,

    “Berakit- rakit ke hulu berenang- renang kemudian”,“Dan berjuanglah karena nikmat hidup itu di dalam perjuangan.(Imam Syafi’I Fi Madhis Safari)”

    Wassalamu’alaikum wr.wb.

  • Amir Syakib,Membentuk Masa Depan: Pengalaman Berharga Sebagai Guru Pamong di PPG FTK UIN Jambi

    Amir Syakib,Membentuk Masa Depan: Pengalaman Berharga Sebagai Guru Pamong di PPG FTK UIN Jambi

    Menjadi seorang guru pamong di Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Jambi adalah sebuah perjalanan yang penuh dengan inspirasi dan kepuasan. Terutama berkat kolaborasi yang membangkitkan semangat dengan Pak Dr. Ridwan, M.Psi., Psikolog.

    Pengalaman ini bukan hanya tentang mengajar, tetapi lebih kepada proses berbagi, belajar, dan tumbuh bersama calon guru-guru masa depan Indonesia.

    Menyemai Inspirasi

    Kerja sama dengan Pak Dr. Ridwan tidak hanya menjadi aspek penting, tetapi juga menjadi inti dari pengalaman saya sebagai guru pamong. Beliau bukan hanya seorang dosen dan mentor, tetapi juga teman yang selalu mendukung dan mendorong saya untuk memberikan yang terbaik bagi para mahasiswa PPG. Diskusi-diskusi mendalam tentang ilmu pendidikan, strategi pembelajaran, dan pendekatan yang efektif dalam mendukung pertumbuhan siswa telah membuka mata saya pada berbagai sudut pandang baru.

    Sejak awal bergabung sebagai guru pamong, saya diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan para mahasiswa PPG yang penuh semangat dan dedikasi. Melihat antusiasme mereka dalam belajar dan mengajar menjadi sumber inspirasi yang tak terhingga. Mengawali hari-hari dengan diskusi dan pertukaran ide tentang pendidikan, metode pengajaran, dan bagaimana kita bisa membuat proses belajar mengajar menjadi lebih efektif dan menyenangkan adalah momen yang selalu saya nantikan.

    Pembelajaran Berdampak

    Salah satu aspek paling memuaskan dari menjadi guru pamong adalah kesempatan untuk memberikan dampak langsung kepada calon guru. Saya memiliki kesempatan untuk memandu mereka dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang inovatif, yang tidak hanya teoretis tetapi juga aplikatif. Melihat mereka tumbuh, dari awalnya ragu-ragu menjadi lebih percaya diri dalam mengelola kelas dan menyampaikan materi, adalah bukti nyata dari pentingnya peran mentor dalam pendidikan.

    Salah satu hal terbaik dari kerja sama dengan Pak Dr. Ridwan adalah semangatnya dalam mendukung pertumbuhan pribadi dan profesional kami. Beliau tidak hanya memberikan arahan dan masukan yang berharga, tetapi juga menjadi teladan dalam dedikasi dan komitmen terhadap profesi pendidikan. Melalui dorongan dan dukungan beliau, saya merasa semakin termotivasi untuk terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi perkembangan calon guru di PPG FTK UIN Jambi.

    Kolaborasi yang Membuahkan Hasil

    Kolaborasi kami bukan hanya tentang pengalaman pribadi, tetapi juga tentang membentuk generasi penerus guru yang unggul dan berdedikasi. Bersama-sama, kami berusaha untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, memberdayakan, dan memotivasi para mahasiswa PPG untuk menjadi agen perubahan dalam dunia pendidikan. Dengan bimbingan dan inspirasi dari Pak Dr. Ridwan, kami berharap dapat menghasilkan guru-guru yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap kebutuhan individu siswa dan mampu menjadi pemimpin dalam mengubah paradigma pendidikan di masa depan.

    Keberhasilan program ini tidak lepas dari kerja sama tim yang solid antara Panitia Penyelenggara, dosen, guru pamong, dan mahasiswa. Kolaborasi ini menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, di mana setiap orang bisa berkontribusi dan berkembang. Diskusi-diskusi intens, persiapan materi bersama, hingga refleksi kegiatan mengajar menjadi kegiatan rutin yang memperkuat hubungan kami dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran.

    Refleksi dan Pertumbuhan

    Setiap interaksi dengan mahasiswa membawa saya pada refleksi diri tentang peran sebagai pendidik dan bagaimana saya dapat terus berkembang. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa pendidikan adalah tentang pertumbuhan bersama, di mana guru dan siswa sama-sama belajar dan menginspirasi satu sama lain. Menjadi guru pamong di PPG FTK UIN Jambi telah memberikan saya perspektif baru tentang pendidikan dan perannya dalam membentuk masa depan generasi penerus.

    Penutup

    Kerja sama dengan Pak Dr. Ridwan, M.Psi., Psikolog dalam PPG FTK UIN Jambi telah membawa pengalaman belajar dan mengajar saya ke tingkat yang baru. Menjadi bagian dari perjalanan pendidikan calon guru Profesional di FTK UIN Jambi adalah sebuah kehormatan dan pengalaman yang sangat berharga. Saya bersyukur atas kolaborasi yang inspiratif ini dan berharap dapat terus memberikan dampak positif bagi pendidikan di Indonesia. Semoga kita semua dapat terus menginspirasi dan membentuk generasi penerus yang cerdas, berempati, dan penuh dedikasi dalam membangun masa depan yang lebih baik. Dan Saya berharap dapat terus memberikan kontribusi positif dan membantu membentuk guru-guru yang berkualitas, yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan Umum dan Agama, tapi juga memiliki hati dan dedikasi untuk mendidik generasi penerus bangsa. Bersama, kita dapat menciptakan masa depan pendidikan Indonesia yang lebih cerah.

    Palembang, 11 Maret 2024

     

     

    Amir Syakib Arsalan.A.,S.Pd.I.,S.Pd