Blog

  • RAMLI “Istri Menangis” Menjemput Takdir di UP PPG

    RAMLI “Istri Menangis” Menjemput Takdir di UP PPG

    RAMLI, S.Pd. – Kisah Pengalaman ikut Program Profesi Guru Full Daring dan Gagal UKMPPG Retaker 2 Kali Akhirnya Lulus Diawal Tahun 2024 Berbuah manis semanis kurma

    Bismillahirrahmanirrahim

    Assalamu’alaikum  Wr. Wb

    Nama Saya RAMLI Lahir di Kabupaten Sumenep ketepatan di Pulau Garam Madura dan mengikuti Program Profesi Guru /PPG Dalam jabatan pada tahun 2023 dilaksanakan dengan Belajar dari Rumah secara Daring. selama kurang lebih empat bulan pada LPTK yang sudah ditunjuk masing-masing penyedia oleh Kemendikbud.

    Mengikuti PPG secara Daring ( Full daring ). Saya dan teman-teman dari berbagai Daerah mengikuti belajar bersama Dosen dan Pamong pengajar dengan mengerjakan tugas-tugas di LMS dengan online dari pagi hingga malam.

    Kesan dan Pengalaman belajar PPG tahun 2023, sungguh sangat menguras tenaga dan pikiran. Karena kami semua mahasiswa PPG daljab yang mengikuti belajar daring, tentunya menyiapkan alat-alat seperti Laptop, Hp dan Komputer yang memadai. Selain itu Jaringan wifi dan jaringan Data ( Pulsa ) wajib ada dan tidak putus. Pengalaman mengikuti zoom online bersama dosen, paginya dan malam hari, masih ada teman-teman yang mencari jaringan terlebih dahulu untuk bisa mengikuti zoom meeting bersama-sama dengan arahan Dosen untuk mengerjakan Tugas-tugas yang dikerjakan dan di Upload pada LMS masing-masing mahasiswa pada saat itu.

    Waktu juga menentukan, karena apabila terlambat maka Tugas/nilai tidak dapat dinilai, bukan hanyak dari dosen tapi sudah terprogram dan terpindai dari LMS yang ada masing-masing mahasiswa. Jadi waktu menentukan untuk mendapatkan nilai yang maksimal dan baik.

    Setelah mengikuti serangkaian Kegiatan Belajar secara Full daring bersama Dosen dan Guru Pamong, sudah menyelesaikan PPL dan Uji Komprehensip dari LPTK atau Kampus yang menyediakan layanan belajar PPG secara Daring. Maka kami mengikuti yang namanya Uji Pengetahuan / ujian Akhir yang merupakan bagian dari Ujian UKMPPG dengan cara mendaftar dan mengisi Formulir biodata yang Valid.

    Mengikuti UP dan UKMPPG tidak lah mudah dan seperti dibayangkan. soal yang disediakan secara Online sebanyak 120 buah soal dengan mata Pelajaran yang diampu oleh mahasiswa PPG. Ujian ini dilaksanakan diakhir pelaksanaan program PPG dan ujian pertama saya dinyatakan tidak lulus.

    Menunggu selama Beberapa bulan berikutnya, tibalah saatnya untuk mendaftar UP kembali ditahun yang sama pada Tahun 2023. Saya mendaftar kembali dan perbaruan data serta membayar dengan biaya 300.000,- untuk administrasi panitia pelaksana UKMPPG.

    Setelah terdaftar dan mengikuti Ujian dengan Berbasis Domisili secara Online. Mahasiswa yang mengulang (retaker) harus memiliki Perangkat dirumah dengan baik, seperti HP dan Laptop serta ruangan yang nyaman dari lalu lalang dan Keramaian orang-orang disekitar tempat tinggal. Ujian berbasis domisili ujian retaker dijalani terasa awalnya agar berat, karena resiko jaringan dan Mati lampu yang di cemaskan oleh semua peserta.

    Tapi Alhamdulillah mengikuti ujian lancar dengan Bimbingan dari Pengawas pada saat Online.

    Berselang 1 Bulan setelah UP, tibalah pengumuman yang dinanti-nanti. pada Up retaker pertama kali saya ikuti. Tapi lagi-lagi nama saya belum berhasil/tidak Lulus UKMPPG, Bagai rasanya sedih dan ada kekecewaan dalam hati. Karena saya sampaikan kepada isteri saya yang setia menemani saya baik dalam belajar pada saat PPG online dan bimbingan belajar membahas soal UP pada saat itu. Tapi isteri saya sangat sabar dan memahami karena rezeki saya katanya belum saat ini untuk lulus.

    Ada rasa sedih dan menangis saya rasakan sendirian, karena pada angkatan saya mengikuti Ujian PPG daljab terus menelpon dan menghubungi saya, menanyakan kepada saya kabar terbaru tentang kelulusan. Dari angkatan saya terhitung hanya ada 5-8 orang lagi belum lulus UP termasuk saya. Tapi saya tetap Tegar dan bersabar.

    Persiapan-persiapan saya lakukan, karena informasi dari Panitia penyelenggara UKMPPG dalam 1 Tahun ada 2 kali dilaksanakan Ujian UKMPPG bagi Mahasiswa Retaker ( mengulang). Jadi yang saya lakukan sebelum mengikuti UP retaker dengan masih memiliki semangat dan keyakinan.

    ” Bersungguh-sungguh dalam belajar dan Baca Soal-soal Ujian Tahun sebelumya..”

    Saya manfaat kan waktu hanya kurang lebih sebulan untuk Instropeksi diri, dan memperbaiki dengan belajar agar lebih serius. Saya baca dari pengalaman teman-teman yang lulus dan trik mereka agar dapat berhasil saat UP/UKMPPG retaker dan mengulang.

    Mereka menyarankan untuk bergabung pada Grup whatss app, Grup FB, grup Instagram dan membahas soal-soal khusus UP retaker. Semua itu saya jalani dan belajar selama 3 minggu kurang lebih sebelum pelaksaan UP retaker. Khusus membaca soal-soal UP PGSD dan membahasnya dengan jawaban yang sudah tersedia pada soal-soal Youtube yang ada. selain itu juga menjawab soal-sola yang ada di Instagram dengan langsung terjawab untuk soal yang sulit dan mudah yang kita ketahui langsung ada terlihat dan bisa kita ulang-ulang untuk terus mengingat ya.

    Minta Do’a dari Ibu dengan Sungguh-sungguh… ”
    Ini yang saya yakini, benar kata adanya. Surga adalah dibawah telapak kaki ibunda. Dari kata diatas, sungguh saya rasakan benar dan nyata. saya meminta dengan Tulus kepada ibunda ( Emak ). Untuk diberikan ketika saya mengikuti ujian dan minta selalu dido’akan agar saya Lulus dalam Ujian Up/UKMPPG. Saya meminta ridha dan mencium tangan ibunda saya dengan tulus agar dapat yang terbaik dalam ujian saya dan lulus.
    “Selalu berdo’a dalam setiap Sembahyang/Sholat 5 Waktu.

    Bagi seorang muslim tentunya mempercayai adanya Tuhan ya, Allah SWT. Dalam setiap sholat saya terus panjatkan untuk diberikan kemudahan dan kelancaran agar saya lulus dalam ujian UKMPPG. Dipenghujung do’a saya setelah selesai sholat saya selalu meminta kepadaNya untuk diberikan kemudahan dan kelulusan.

    Dari ketiga Pengalaman saya dan berkat yakin dan semangat. Pada Pengumuman UP/Ukmppg yang kedua kali saya ikuti di akhir Tahun 2023, tibalah Pengumuman Tapi pada saat itu saya tidak langsung buka dan cek kelulusan. Saya sampaikan kepada isteri saya kalau sudah ada pengumuman Up retaker, karena FB sudah banyak yang buka dan mengecek informasi demikian saya sampaikan.

    Saya cek Wa ternyata ada teman sudah cek yang diinformasikan ya bahwa teman saya satu Grup tersebut lulus. Jadi saya beranjak untuk mengambil Nomor Ujian tahun 2024 dan Pasword dengan tanggal bulan dan Tahun lahir saya. Saya berikan kepada isteri saya untuk cekkan data saya. Saya katakan kepada isteri saya apapun hasilnya saya terima. kalau lulus Alhamdulillah bersyukur banyak2 kepada Allah. Walaupun tidak Lulus harus bersabar.

    Pas dicek data saya, saya tidak lihat tapi Isteri saya langsung berlinang air mata dan sedih bahagia. Karena Nama saya ada dan dinyatakan ” LULUS UKMPPG”. Ketika itu saya merasa mau menangis sejadi-jadinya dan mengucapkan rasa syukur dan sujud syukur kepada Allah SWT. Karena perjuangan, yakin dan belajar selama ini berbuah manis walaupun dilalui dengan penuh kesabaran dan ujian.

    Terakhir saya ucapkan banyak terima kasih kepada Dr. Ridwan, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog selaku Ketua Prodi PPG FTK Universitas Islam Sulthan Thaha Saifuddin Jambi (STS Jambi) dan Indra Bangsawan M.Pd selaku sekretaris PRODI PPG.

    catatan dalam perjalanan panjang dengan segala alur cobaan kehidupan

  • Nurbaiti : “Sempat Diopname” Saat Dinyatakan Belum Lulus Kuliah Di PRODI PPG

    Nurbaiti : “Sempat Diopname” Saat Dinyatakan Belum Lulus Kuliah Di PRODI PPG

    Assalamu’alaikum, Wr, Wb..
    Suka Duka Perjuangan PPG
    Oleh : Nurbaiti, S.Pd.I

    Selama lebih kurang 4 Bulan mengikuti perkuliahan di Program Studi Pendidikan Profesi Guru secara daring benar-benar sebuah alur kehidupan yang sangat luar biasa dan mengubah hidup  saya. Dimana bukan hanya sekedar ilmu dibidang pendidikan yang saya dapatkan, namun juga ilmu kehidupan yang pada ahirnya sangat besar pengaruhnya dalam keberhasilan saya dalam mengikuti perkuliahan ini.

    Secara lahiriah, memang materi yang dipelajari selama perkuliahan murni seputar dunia pendidikan. Namun bagi saya tidak hanya sebatas itu, dalam posisi ini saya dituntut juga untuk lebih bijaksana dalam pengelolaan waktu dan manajemen diri yang meliputi pengelolaan pola fikir serta emosional. Betapa tidak, dalam padatnya jadwal perkuliahan serta tugas-tugas menumpuk yang harus diselesaikan dengan batasan deadline setiap harinya, saya juga harus berbagi peran sebagai seorang ibu rumah tangga sekaligus berprofesi sebagai pendidik di sekolah tempat saya bertugas.

    Meskipun bagi sebagian orang diluar sana hal-hal tersebut sangat sederhana dan biasa saja, tapi bagi saya benar-benar sebuah perjuangan yang tidak akan pernah terlupakan sampai kapanpun. Karena jauh sebelum mengikuti perkuliahan ini saya sudah diwanti-wanti oleh dokter untuk sebisa mungkin meminimalisir kegiatan yang menguras tenaga supaya tidak kelelahan yang pada ahirnya akan memicu stres.

    Namun dari awal saya sudah sadar sepenuhnya akan konsekuensi dari perkuliahan ini. Ditengah-tengah perkuliahan fisik saya sempat drop karena kelelahan dan beban fikiran akibat tugas yang menumpuk, berkat suport dari suami dan teman-teman ahirnya saya semangat kembali.

    Hingga tiba pengumuman hasil UP dan ternyata saya belum beruntung, disana tetera kalimat “Belum Lulus”, disitu badan saya langsung terasa lemas dan tak terkendali, ahirnya saya opname beberapa hari, ketika saya mulai sedikit lega saat dokter menyampaikan saya boleh istirahat dirumah, pada saat itu juga suami saya jatuh sakit dan harus dirawat inap.

    Ya Allah cobaan apa lagi ini. Sempat terbersit rasa ragu dihati, haruskah saya lanjutkan perkuliahan ini?? Mampukah saya dengan kondisi fisik yang seperti ini? Sedih dan tidak tahu tahu harus bagaimana lagi….

    Beruntungnya ada orang-orang terdekat yang terus mendoakan dan mensuport saya. Berbekal keyakinan yang kuat atas pertolongan Allah juga ridho suami, Bismillah… saya bertekad untuk berjuang menyelesaikan proses perkuliahan ini hingga ahirnya Allah memberikan hadiah terindah pada saya.

    “LULUS” kalimat itu ada pada pengumuman hasil ujian Retaker saya. Masya Allah… Tak terbendung air mata bahagia penuh haru. Puji syukur tak henti-hentinya kami ucapkan.

    Alhamdulillah Maha Agung Allah dengan segala Rahman RahimNya. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, dan beruntunglah mereka, manusia yang memiliki keyakinan yang kuat atas Tuhannya, juga yang tak kenal lelah dan terus bersabar atas kehidupannya. Memang benar ujaran orang bijak, من صبر زفرا Barangsiapa yang bersabar, maka ia akan menuai hasil yang indah, buah dari kesabarannya😊.

    Terima kasih kepada yang telah membantu membangkitkan semangat saya yang memudar,..keluarga, teman, dosen, pimpinan FTK UIN Jambi, Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd, Ketua dan sekretaris PRODI PPG, Dr. Ridwan, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan Indra Bangsawan, M.Pd serta seluruh pihak yang tidak dapat saya ucapkan satu persatu.

    Penutup kalam, Dikala senja..dibawah air mata yang telah mengering.. dibawah keharuan yang terpupuk..

    Maret 2024

    Wassalamualaikum, Wr. Wb

  • Cindra Irawan “Mengadu Ke PEMDA dan DPRD” Demi Berjuang Mengikuti PPG

    Cindra Irawan “Mengadu Ke PEMDA dan DPRD” Demi Berjuang Mengikuti PPG

    Assalamu’alaikum wr..wb..
    Saya salah satu dari Mahasiswa PPG UIN STS Jambi, perkenalkan nama saya Cindra Irawan, dari Kec. Jangkat, Kab. Merangin – Jambi.

    Bismillahirrahmanirrahim.. Alhamdulillah, Puji Syukur Kehdirat Allah Swt mudah-mudahan diridhoi setiap langkah kami ini.

    Yang terhormat bapak kaprodi PPG FTK UIN STS Jambi, Dr. Ridwan, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan bapak sekprodi, Indra bangsawan, M.Pd.

    Mohon izin dengan segala kerendahan hati untuk saya menyampaikan pengalaman selama memulai perkuliahan di PPG.

    Beberapa bulan jauh sebelum PPG berjalan begitu banyak hal dan rintangan yang saya hadapi, disitu juga menguras materi dan beban pikiran saya, yang mana kami beberapa kali dipanggil ke kota Bangko untuk panggilan PPG, namun kami tidak mendapati hasil yang sesuai yang diharapkan. Disana pulalah kami membentuk persatuan guru PAI sekabupaten Merangin.

    Kemudian buat beberapa orang utusan persatuan tersebut menemui anggota DPRD, Bupati dan Kadis Kabupaten Merangin mencari solusi ikut PPG, karena Merangin termasuk wilayah yang luas dan juga rata-rata guru PAI belum tersertifikasi.

    Beberapa bulan berikutnya ada panggilan lagi utk PPG, nah disini kami mulai khawatir lagi apa ini masih mencari solusi juga atau memang udah dipanggil. Ternyata Alhamdulillah kami diprioritaskan oleh Pemda dan DPRD Merangin menggunakan APBD .

    Antara senang dan juga gelisah perasaan ini setelah mendapati info ada panggilan PPG, senang itu yang ditunggu-tunggu gelisah adalah lebih kurang 8 tahun berlalu tidak pernah menyentuh yang namanya laptop apa lagi memilikinya.

    Kebetulan saja ada banyak dukungan dari keluarga dan anggota PPG lainya terus memberikan motivasi agar ikut perkuliahan PPG.

    Resiko waktu itu, jika ikut mesti banyak jadi korban contohnya sayuran cabe dan kentang harus ditinggalkan, kalaupun ditinggalkan modal sudah jutaan, belum lagi istri hamil 6 bulan anak ketiga kami, bila lahiran jalan dioperasi cecar yang ketiga kalinya, ditambah ilmu IPTEK yang kurang memadai.

    Awal mula PPG kami meminjam laptop punya teman agak seminggu rencananya ternyata baru satu hari sudah diambil sama yang punya, coba tanya ke yang lain lemotlah, udah tualah laptopnya, kemudian berembuklah dengan istri untuk beli laptop.

    Alhasil besoknya datanglah laptop baru, disini sudah sedikit tenang laptop sudah ada, sisi lainnya bingung bagaimana memakainya, akhirnya kebetulan ada keponakan yang baru tamat dari kuliah untuk memandu sebulan penuh dalam proses PPG awal.

    Seterusnya saya di bantu oleh teman seperjuangan dalam PPG, hingga sampai akhir.

    Alhamdulillah di dalam kegiatan PPG ini saya banyak mengenal orang-orang hebat, kaprodi lama, kaprodi baru, pak sekprodi yang gantengnya permanen, dosen-dosen hebat, bapak ibu pamong, dan yang juga tak kalah penting walas-walas hebat.

    Tiada kata-kata yang bisa kami ucap selain terimakasih banyak, Ya Allah.. angkatlah derajat beliau-beliau ini apa yang beliau sumbangsihkan kelak jadi amal jariah hendaknya amiin Yarabbal’aalamiin.

    Rasa senang tepat tgl 10-10-2023 lahirnya putra ketiga kami dalam keadaan sehat, ditambah kedatangan ketua kelas yang menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah sakit.

    Rasa sedih datang lagi seminggu tepat di ujian komprehensif ketua kelas 4 meninggal dunia, sebagai teman saudara kami kls 4 sangat terpukul dengan kejadian ini, kami mengenang beliau orang yg sangat baik, setidaknya kami selama lebih kurang 3 bulan link zoom beliau yang nanggungnya dengan alasan rezeki bersama, setiap mau transfer iuran beliau bilang tidak usah.

    Proses demi proses akhir kami dapat mengikuti ukmppg bulan 16 Desember 2023 dengan hasilnya anda belum beruntung perasaan pun tidak menentu.

    Bulan Februari 2024 tepat tanggal 17 UKMPPG yang kedua kalinya, tgl 3 Maret 2024 dengan hasilnya Alhamdulillah memuaskan.

    Kesimpulannya banyak pengetahuan dan hikmah yg didapat walau terkadang sering membuat senam jantung.
    Demikianlah itu adanya mohon maaf atas kesalahan dan kekurangan selama PPG, InsyaAllah terus menjalin silaturahmi ini amiin Yarabbal’aalamiin…

    Catatan senja menikmati jerih payah dalam selimut usaha yang tak pernah lelah

    Wassalamu’alaikum wr..wb..

  • Sianah “Pertama Mendapat Tugas Kuliah” Kepala Langsung Pusing tujuh Keliling

    Sianah “Pertama Mendapat Tugas Kuliah” Kepala Langsung Pusing tujuh Keliling

    Bismillahirrahmaanirrahiim..
    Assalamu’alaikum warahmatullahhi wabarakatuh..

    Perkenalkan saya SIANAH, saya berasal dari MI. Darul Istiqamah, Desa Srigading, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.

    Saya adalah salah satu mahasiswi Program Studi ( PRODI ) Pendidikan Profesi Guru ( PPG ) Batch 2 Tahun 2023 pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifudin Jambi pada Studi Guru Kelas.

    Tahun demi tahun saya jalani mengabdikan diri di Pendidikan tepatnya disebuah Lembaga swasta yaitu MI. Darul Istiqamah. Saya telah mengabdi disana dari sejak tamat Sekolah SMA Tahun 2002 sampai dengan sekarang, dari gaji honor satu bulannya sebesar SEPULUH RIBU denganhanya gaji honor SEPULUH RIBU itu saya tetap syukuri.

    Dan pada akhirnya saya terpanggil untuk ikut pretes, namun pretes pertama saya belum lulus, yang kedua belum lulus, yang ketiga belum lulus, yang ke empat belum lulus juga, barulah yang kelima ini tahun 2023 saya lulus dan terpanggil untuk mengikuti kuliah PPG.

    Alhamdulillah saya terdaftar pada K1.
    Dengan perasaan syukur, haru campur bahagia, berkumpul menjadi satu karena peristiwa ini yang menjadi harapan saya, yang selama ini hidup saya, saya abdikan di sekolah.

    Pada bulan Agustus tahun 2023 saya mendapatkan jadwal perdana perkuliahan PPG. Bulan pertama dan hari pertama mendapat tugas kuliah kepala sudah merasa pusing duluan, karena pagi belum beres kerjaan rumah
    harus menyelesaikan tugas kuliah pagi , setelah itu ngerjakan tugas lagi sampai malam tugas itu harus terselesaikan atau malam itu juga, karena besoknya sudah ganti tugas lagi, begitu seterusnya. Dalam pikiran saya, ini terasa sangat berat..tapi mau  tidak mau harus saya jalani selama 4 bulan lamanya.

    Disemua tugas-tugas itu yang sangat berkesan dan sangat berat menguras tenaga dan fikiran, yaitu diakhir-akhir sebelum ujian UKIN, karena hampir setiap malam belajar bersama satu kelas dalam zoom dan waktu zoom itulah yang berat, karena sampai jam satu malam tugas belum juga kelar.

    Diperistiwa pengerjaan tugas lewat zoom bersama- sama teman satu kelas inilah yang membuat saya kelelahan yang membuat saya hampir DROF..

    Saya sering merasakan kepala pusing, Karena seringnya tidur sampai larut malam…

    Tapi saya bersyukur Alhamdulillah, Allah beri kemudahan dan beri kelancaran disetiap hela napas saya yang berburu dengan tugas.

    Setelah selesai pengerjan tugas modul hari demi hari, bulan demi bulanpun berlalu dengan penuh perjuangan yang sangat berat, akhirnya tiba saatnya di penghujung perjuangan yang lebih berat lagi yaitu: UJI
    PENGETAHUAN ( UP ).

    Di UP Yang pertama saya melaksanakan pada tanggal 17 Desember tahun 2023. Di UP pertama ini Qodarullah, saya belum dinyatakan lulus. Sewaktu saya membaca informasi tersebut saya langsung menangis dan sangat sedih, dalam pikiran saya apakah saya berjuang di sekolah selama ini kurang ikhlas atau masih kurang ikhtiar..sampai sempat saya punya pikiran seperti itu, karena di UP pertamaku ini satu kelas hanya saya yang tidak lulus.

    Begitu sedih sedalam-dalamnya..terpuruk sejadi-jadinya..

    Setelah informasi kelulusan berlalu, saya mendapat info lagi bahwa yang belum lulus agar bergabung ke grup Retaker untuk mempermudah data yang belum lulus yang memudahkan untuk mendapat info bila ada tes UP lagi.

    Beberapa minggu kemudian keluar info untuk UP lagi yaitu tanggal 17 Februari tahun 2024, Saya ikut UP RETAKAER dan Alhamdulillah Allah berikan rezeki…Allah luluskan saya di UP RETAKAR. Kun Payakun..Aamiin

    Saya sangat mengucapkan banyak terimakasih pada semua dosen LPTK SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI, Ibu Dekan Dr. hj. Fadlilah, M.Pd, bapak Ka Prodi Dr. Ridwan, S.Psi., M.Psi., Psikolog, serta bapak Sek Prodi Indra Bangsawan, M.Pd, yang tidak bosan-bosannya terus memberi motivasi, suport, semangat kepada kami, sehingga saya lulus dan mendapatkan SERDIK.

    Semoga semua jerih payah, tenaga, fikiran dan waktu yang Bapak Ibu curahkan kepada kami, Allah ganti yang lebih baik, Aamiin.

    Demikian pengalaman yang saya dapatkan PPG, Dan sedikit cuplikan, perjalanan saya mengajar.
    Sekian atas perhatiannya saya ucapkan banyak terimakasih.

    catatan senja…untaian nada yang kini tak lagi sumbang terdengar..

    Wassalamu’alaikum warah matullahiwabarakatuh

  • Hindun “Mak Meninggal” Sempat Membuat Saya Drop Selagi Kuliah PPG

    Hindun “Mak Meninggal” Sempat Membuat Saya Drop Selagi Kuliah PPG

    Assalamualaikum teman-teman semuanya..

    Saya adalah salah satu peserta PPG LPTK UIN STS jambi dan saya berasal dari Muaro Bungo Propinsi Jambi bernama Hindun.

    Saya akan berbagi sebuah kisah pengalaman selama mengikuti PPG. Tau tidak teman-teman, pada awalnya saya merasa cemas dan takut dalam menjalani PPG, kebayangkan..dengan tugas yang begitu padat. Hari pertama kuliah saja sudah di kasih modul dan wajib mengerjakan resume setiap hari.

    Jujur..saya bingung bagaimana cara mengerjakan tugas sedangkan saya sendiri kurang  lihai dan mumpuni di bidang IT. Tapi, berkat keinginan tahu saya untuk belajar dan belajar serta berkat bantuan teman-teman yang lain  sehingga mampu membuat saya bisa menyelesaikan tugas tersebut sampai sepuluh modul…luar biasa bukan.

    Kemudian sampailah perkuliahan ke Loka Karya,  PPL P5. lagi-lagi dalam perkuliahan PPL ini saya menghadapi kebingungan bagaimana cara mengedit vidionya. Untunglah pertolongan tiba, dimana dengan di bantu keponaan yang sedang libur kuliahnya. Rasanya di sela saya kurang fokus dikarenakan orang tua sedang di rawat dirumah sakit. Tapi, Alhamdulillah PPL yang saya jalani berjalan dg lancar.

    Di saat mau PPL P5 orang tua saya (Mak) meninggal dunia, ini membuat saya sempat drop dan tidak dapat konsentrasi sehingga saya mendapat nilai P5 di bawah KKM dan saya berusaha tegar serta tabah menjalani. Sayapun  mengulang kembali tugas PPL P5 nya. lagi-lagi Alhamdulillah karena pada akhirnya berjalan dengan lancar

    Kemudian berlanjut ke Uji Pengetahuan (UP). UP pertama saya dinyatakan tidak lulus, bak disambar petir yang menggelegar, saya hanya bisa pasrah.. mungkin belum ada rezeki dari Allah.

    Setelah itu saya lebih bersemangat lagi, bangun dari keterpurukan dan kembali mengikuti UP ke dua kalinya..Rupanya semangat saja tidak cukup..kembali saya gagal lagi..Disinilah saya menangis sejadi-jadinya..saya merasa malu akan hal yang terjadi pada diri saya, teman dan keluarga.

    Suami yang selalu mendukung menenangkan say dan meminta agar saya  pantang menyerah..jangan pernah biarkan semangat itu luntur ujarnya sebelum mendapat kelulusan, makanya saya tetap semangat dan termotivasi kembali..

    Teman-teman sekelas yang selalu memotivasi dan menyemangatkan saya untuk menghapus air mata yang berderai dengan memberi dukungan sehingga mampu menaikkan moral saya yang sudah tercabik-cabik.

    Akhirnya.. berlanjut lah ke UP yang ke tiga kalinya….

    Alhamdulillah saya di nyatakan lulus.. semua ini berkat dukungan suami dan anak-anak saya serta keponaan saya, teman-teman seperjuangan saya.

    Tak lupa saya mengucapkan banyak terima kasih atas bimbingan para dosen,  wali kelas dan guru pamong yg selalu mensupport saya serta bu dekan, Dr. Hj.Fadilah, M.Pd,  pak kaprodi  Dr.Ridwan, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan  Indra Bangsawan, M.Pd. yang selalu membuat saya semangat dalam menjalani tugas yang terasa berat ini.

    Dengan adanya PPG ini saya merasa beruntung, dulunya saya tidak paham tentang IT, sekarang sudah agak bisa menggunakan IT.

    Walaupun tidak sepenuhnya dapat bersilaturahmi, namun dapat menambah banyak teman selama PPG, meski kami tidak bertemu secara lansung.

    Semoga silaturahmi ini dapat berlangsung seterusnya.

    Alhamdulillah sekarang hati saya sudah lega, semoga ilmu yang saya dapat di PPG bisa saya terapkan di sekolah saya, Aamiin,,

    Catatan : Air mata yang mengering tergantikan kebahagian dalam penantian

  • Beni hartanto “Sang Kepala Sekolah” Yang Mengakhiri Masa Kuliah Di PPG Dengan Penuh Tantangan

    Beni hartanto “Sang Kepala Sekolah” Yang Mengakhiri Masa Kuliah Di PPG Dengan Penuh Tantangan

    Assalamualaikum

    Perkenalkan, nama saya Beni Hartanto dan saya merupakan mahasiswa dari Program Studi (PRODI) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).

    Banyak pengalaman yang saya peroleh selama mengikuti kuliah di PRODI PPG. Meski saya sebagai kepala sekolah, namun proses perkuliahan ini saya rasakan sangat menantang adrenalin saya mengingat saya harus bisa membagi waktu dengan tugas dan tanggung jawab saya sebagai kepala sekolah

    Saya mesti  mampu membagi waktu dalam tugas yang sama antara waktu PPG Dan tugas sekolah..dan kondisi domisili tinggal saya yang sangat jauh dari perkotaan ditambah dengan sinyal yang tak bersahabat disaat yang sama pula tugas kuliah di PPG menumpuk serta selalu deadline dalam pengumpulannya, sungguh luar biasa bila diceritakan dengan kata-kata.

    Saya berusaha sekuat tenaga mendapatkan sinyal yang kadang lemot dan hilang timbul demi mengikuti perkuliahan dengan menggunakan aplikasi zoom. Saya bisa mengungsi di atas pohon atau menaiki perbukitan yang tinggi dan terjal.

    Namun.. Alhamdulillah perjuangan membuahkan hasil dan saya dinyatakan lulus setelah mengikuti serangkaian perkuliahan termasuk pelaksanaan UP. Tentu saja perjuangan yang selama ini saya lakukan membuat saya tersenyum bahagia dan ini tak lepas  berkat doa orang tua dan keluarga dan handai taulan yang memberi dukungan kepada saya.

    Terima kasih saya ucapkan pula pada pimpinan FTK, ketua dan sekretaris Prodi PPG, Dr. Ridwan, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan Indra Bangsawan yang selalu memberi dukungan moril serta selalu menyemangati saya agar terus berjuang dan fokus dalam menghadapi UP. Saya do’akan Prodi PPG semakin jaya dan terus maju kedepannya.

    Secarik goresan tinta dan ungkapan yang mendalam penuh makna seorang Beni Hartanto selama PPG

  • Ratna Dewi Menangis “Laptop Eror Saat Harus Digunakan” Ketika Mengikuti Kuliah PPG

    Ratna Dewi Menangis “Laptop Eror Saat Harus Digunakan” Ketika Mengikuti Kuliah PPG

    Bismillahirrohmanirrohim..izinkan saya untuk berbagi pengalaman selama mengikuti perkuliahan di Program Studi (PRODI) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi.

    Perkenalkan, Saya bernama Ratna Dewi yang berasal dari kabupaten Bungo, salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Jambi. Saya mengajar SMPN 3 Rantau Pandan kecamatan bathin lll ulu kabupaten Bungo, saya asli Jambi dan ikut ke kampung suami pada tahun 2008 dan Alhamdulillah di tahun 2010 saya menjadi menjadi CPNS setelah mengikuti dua kali tes dan PNS nya tahun 2012.

    Dalam menjalani perkuliahan di PPG terkadang ada rasa sedih, senang yang kesemuanya campur aduk bagi saya. Perasaan atau mood tak menentu serta sering berubah-ubah. Selama kuliah juga, saya banyak memiliki teman seperjuangan dari berbagai kabupaten lintas provinsi sehingga saya dapat mengenal berbagai latar belakang yang berbeda dari sisi budaya dan sosial mereka.

    Saya sempat dilanda kekhawatiran karena saat pertama mengikuti PPG, saya belum begitu  mahir dalam penguasaan IT dan bila menemui  kendala, saya segera menelpon teman sekelas, yang ada di kelas Pai D. Bersyukur, teman-teman sangat membantu kesulitan yang saya hadapi karena ada sedikit gaptek dengan tekhnologi.

    Hari-hari yang dijalani serta penuh perjuangan dengan segala cobaan yang dihadapi, tibalah saatnya pelaksanaan peerteaching. Disini  rasanya mau menangis sejadi-jadinya karena sedih laptop yang dipakai eror saat dibutuhkan. Akhirnya, untuk menunjukkan tampilan power point, saya dibantu oleh teman.

    Ketika Ujian komprehensif, kejadian lebih parah menimpa dimana saya tidak bisa mengikuti zoom bersama dosen dan guru pamong. Keputusan pun saya ambil dengan mengungsi ke rumah teman untuk mendapat pertolongan sinyal.

    Alhamdulillah setelah menunggu giliran ujian, akhirnya dapat terlaksana dengan baik diibantu oleh pak dosen yg  dan guru pamong yg baik hati. Saya banyak mendapat masukan  untuk kedepannya.

    Saat kegiatan PPL, saya kembali kesekolah tempat saya mengabdi. Disini kembali menemui kendala, dimana sinyal susah, bahkan saya  sering kali manjat ke atas, dan pula kepinggir sungai dimana  sinyal bisa saya temui dan saya dapatkan.

    Saat pengumuman hasil UP l, saya dinyatakan tidak lulus, sedih rasanyo. Tapi saya mendapatkan banyak support dari teman yang menguatkan agar saya terus melangkah…

    Akhirnya saya mengikuti UP lagi, eh gagal saya gagal lagi..sedih dan ingin menangis sejadi-jadinya dengan apa yang saya terima..

    Berbekal dengan semangat yang masih tersisa. Alhamdulillah UP yang ketiga kalinya saya dinyatakan lulus. Mungkin ini rezekinya dan kelulusan saya justru diberitahu oleh teman karena sinyal ditempat saya kembali bermasalah. Dengan perasaan was-was, saya mencoba menghubungi teman lewat chat wa maupun telepon dan benar saja kalau saya positif lulus di UP ke tiga ini.

    Akhirnya penantian berbuah manis , terima kasih teman seperjuangan atas bantuannya, supportnya. Semoga tali silaturahmi ini tidak sampai disini saja, berakhir sampai hayat memisahkan kita.

    Motto maju bersama lulus bersama, Alhamdulillah terwujud.

    Untuk keluarga ku yg kusayangi tuk buah hatiku yg sedang dalam jenjang pendidikan semuanya, semoga aku bisa menjadi guru profesional yg berkelanjutan. Terima kasih pula untuk Ketua dan Sekretaris PRODI PPG FTK UIN STS Jambi, bapak Dr. Ridwan, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog dan pak Indra Bangsawan, M.Pd atas segala motivasi yang diberikan sehingga saya tetap bangkit menatap masa depan yang cerah.

    secercah catatan dalam deraian peluh dan keringat menanti kebahagian

  • Syukur Alhamdulillah “Mahasiswa dan Alumni Berkah” Akhirnya PRODI PPG Terakreditasi Minimum.

    Syukur Alhamdulillah “Mahasiswa dan Alumni Berkah” Akhirnya PRODI PPG Terakreditasi Minimum.

    Jum’at barokah, mungkin itu kata yang tepat untuk melukiskan kegembiraan yang menyelimuti Pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi dibawah komando Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd lebih-lebih PRODI PPG FTK UIN STS JAmbi, yang mana pada hari Jum’at ini tanggal 8 Maret 2024 akhirnya PRODI PPG mendapat khabar dari badan akreditasi nasional LAMDIK, bahwa PRODI PPG telah terkareditasi minimum.

    Dekan FTK UIN STS Jambi, Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd mengucapka selamat atas pencapaian ini. Selama lebih kurang satu bulan ini kita sama-sama melakukan kerja keras dan cerdas demi meraih akreditasi yang kita harapkan. Buah upaya yang manis dari hasil kerja semua tim, ujar sang dekan menyemagati tim yang sudah bekerja maksimal.

    Dr. Ridwan, S.Psi., M.Psi., Psikolog didampingi Indra Bangsawan, M.Pd selaku ketua dan sekretaris PRODI PPG mengungkapkan pula rasa bahagianya. Menurut Ridwan, tidak sampai sebulan dia diamanahkan untuk menjabat sebagai ketua PRODI PPG, hal yang utama ia lakukan adalah menyolidkan terlebih dahulu tim yang sudah ada yang kemudian bergegas ia mempersiapkan akreditasi bagi PRODInya. Ridwan menyampaikan pula, bahwa akreditasi merupakan hal yang fundamental bagi PRODI. Mahasiswa dan alumni kita tentu harus mendapat pengakuan atas statusnya dan akreditasi inilah tujuan utamanya dan ini kado terindah yang kita berikan kepada para mahasiswa dan alumni.

    Senada, Indra Bangsawan mengucapkan syukurnya atas pencapaian yang ia lakukan, meski baru bekerja lebih kurang sebulan tapi kita berhasil menuntaskan PR yang sangat penting bagi sebuah institusi. Terima kasih atas kerja tim yang solid atas segala raihan yang luar biasa.

    Ucapan selamat pun berdatangan dari para mahasiswa dan alumni PPG FTK UIN STS Jambi yang menyampaikan kelegaannya. Kini mereka merasa aman dan nyaman atas kelulusan yang telah diraih sehingga merasa legal sebagai alumni maupun sebagai mahasiswa.

     

    -TIM PPG-

  • Rusmiati “Tak Ada Kata Menyerah” Meski Pernah Gagal Di UP

    Rusmiati “Tak Ada Kata Menyerah” Meski Pernah Gagal Di UP

    Halloo …

    Assalamualaikum warohmatullah hiwabarokatuh..

    Kenalin saya Rusmiati, Alumni Mahasiswa STIT AGUS SALIM METRO LAMPUNG dan terdaftar sebagai mahasiswa di PRODI PPG FTK UIN SULTAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI.

    Perjalanan saya menjadi mahasiswa PPG untuk pertama kalinya, saya merasa sangat gugup, takut juga merasa minder karena jujur saya gaptek dalam hal IT tapi Alhamdulillah saya dibantu oleh anak saya dan suami yang selalu menyemangati saya, dan  juga dosen yang membimbing selalu memaklumi kesulitan kami sebagai mahasiswa, bersyukur juga dapat mengenal teman-teman seperjuangan PPG yang selalu mensuport juga membantu jika ada yang kesulitan saya haturkan begitu banyak terima kasih  kepada semuanya yang selalu mensuport saya pada kegiatan ppg sampai selesai .

    Saya membaca artikel di internet dan mendapat kata motivasi yang bunyinya begini

    “kalau mimpimu belum tercapai, jangan ubah mimpinya, tapi ubahlah strateginya”

    By : Merry Riana

    Motivasi cocok untuk saya karena saya tidak lulus UP yang pertama dan yang kedua, dan Alhamdulillah dikesempatan ketiga saya lulus.

    Pesanya : perbanyak doa karena setiap hal yang diawali dengan doa tidak akan pernah menghianati hasil, jika kesempatan pertama belum berhasil berpikir positiflah jika dikesempatan berikutnya masih ada,,

    Terima kasih pula untuk semua pihak yang telah membantu dalam memberikan support kepada saya terutama pada pimpinan Faklutas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), bu Dekan Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd serta Ketua dan Sekretaris PPG FTK UIN STS Jambi, Dr. Ridwan, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan Indra Bangsawan yang selalu memberi semangat meski saya sudah pernah gagal dalam berbagai UP yang saya lalui.

    Mungkin hanya ini, sekian dari saya
    saya ucapkan  terima kasih.

    catatan kala asa yang tak pernah padam dalam penantian

    Wassalamualaikum warohmatullah hiwabarokatuh..

  • ESTI PURWANTI, Banyak Menghabiskan Waktu Di Sekolah Layaknya “Penjaga Sekolah”

    ESTI PURWANTI, Banyak Menghabiskan Waktu Di Sekolah Layaknya “Penjaga Sekolah”

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Perkenalkan nama saya ESTI PURWANTI, lahir di Pati 1 April 1990 , saya mengajar di SMP Negeri 27 Tanjung Jabung Timur  Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur sejak tahun 2018 s/d sekarang , Saya juga salah satu mahasiswa PPG dalam jabatan batch 2 kategori 2 UIN Sulhtan Thaha Saifudin Jambi tahun 2023.

    Meskipun tergolong guru baru,  saya ingin membagikan pengalaman dan semangat dalam mendedikasi diri sebagai seorang guru. Apalagi kalau boleh jujur cita-cita saya sejujurnya adalah polisi wanita, namun setelah melalui proses seleksi panjang akhirnya dinyatakan tidak lulus karena ada suatu hal dan tidak direstui oleh sang Ibu ketika itu. Ibu selalu menganjurkan agar saya menjadi guru sejak kecil. Akhirnya saya mendaftar di Universitas Islam Nahdlatul Ulama ( UNISNU) Jepara dan saat itulah pertama kalinya saya mengenakan jilbab dan belajar tentang Ilmu Agama lebih intens lagi.

    Selama mengikuti kegiatan PPG PAI (Pendidikan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam) di Program Studi (PRODI) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN STS Jambi, saya memiliki beberapa pengalaman yang menarik dimana PPG PAI adalah program pendidikan yang bertujuan untuk membentuk guru profesional dalam bidang Pendidikan Agama Islam.

    Berikut adalah beberapa pengalaman yang saya dapatkan:

    Pertama, bersyukur karena sudah diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan PPG ini, dimana jutaan guru diluar sana menunggu dipangggil untuk mengikuti PPG maka saya tidak akan menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang sudah diberikan. Menjalani proses tahap demi tahap perkuliahan ini penuh dengan semangat dan tanggung jawab karena sudah dibiayai pemerintah daerah dan tidak ingin mengecewakan semua pihak yang sudah mendukung selama ini.

    Kedua, pada tahap pendalaman materi ,  kegiatan PPG PAI dimulai dengan pendalaman materi, di mana peserta akan mempelajari modul-modul yang telah disediakan. Selama pendalaman materi, saya belajar secara mandiri melalui modul-modul yang telah disediakan Selama kegiatan ini, saya mendapatkan banyak pelajaran baru dan pengetahuan yang lebih mendalam tentang Pendidikan Agama Islam. Mengerahkan sekuat tenaga dengan penuh semangat yang membara , dibutuhkan energy yang luar biasa dan sinyal yang mendukung itu sebabnya selama PPG dari pagi , siang bahkan malam selalu di sekolah atau sering disebut penjaga sekolah dan selalu ditemani oleh siswa terbaik saya ada Karmila, Sindy Apriliani dan Zukhrufa Anestya Islamey. Bahkan mereka sangat antusias menyiapkan keperluan pribadi saya mulai dari menyiapkan sarapan , makan siang bahkan malam dengan penuh kerelaan, saya sangat bersyukur memiliki siswa yang sangat perhatian dan sayang kepada gurunya

    Ketiga, Lokakarya :   Setelah pendalaman materi, dilakukan kegiatan lokakarya. Lokakarya adalah pertemuan ilmiah yang kecil, di mana peserta berkumpul untuk memecahkan masalah tertentu dan mencari solusinya. Dalam PPG PAI, lokakarya fokus membahas perangkat pembelajaran dan penelitian tindakan kelas (PTK). Selama lokakarya, saya berdiskusi dengan teman-teman satu kelas dan mendapatkan informasi serta panduan yang berguna dalam mengembangkan perangkat pembelajaran.  Disini saya mendapatkan banyak pengalaman, pengetahuan dan ilmu baru yang sangat menyenangkan terutama pengetahuan dalam pembuatan modul kurikulum merdeka.

    Keempat, pada tahap PPL mulai dari PPL 1 sampai dengan PPL 4 saya kerjakan dengan penuh semangat dan tepat waktu. Pada tahap atau proses ini sangat senang dan semangat karena langsung praktik mengajar dengan berbagai metode pembelajaran mulai dari Problem based learning, Projeck Based Learning, Deferentiated Based Learning  dan TPACK. Hal tersebut membuat saya tertantang untuk membuat modul ajar yang sesuai dengan menggunakan media pembelajaran yang relevan sehingga siswa belajarnya menyenangkan.

    Kelima, Pada tahap selanjutnya yaitu UKIN atau Uji Kinerja disini cukup menguras energy karena harus menyiapkan berbagai dokumen , masih dengan perasaan yang sama, semangat yang membara penuh dengan vitalitas dan senyuman karena kebetulan saya juga memiliki tugas lain yaitu sekretaris PPS Pemilu di Desa Pandan Lagan. Cermat membagi waktu dan tetap tanggungjawab dalam mengerjakan semua tugas-tugas.

    Keenam, Menjelang UP atau Uji Pengetahuan banyak sekali tantangan yang saya hadapi. Berbarengan dengan kegiatan pemilu jadi tidak sempat untuk belajar atau membaca materi satupun. Hanya sekedar belajar melalui you tobe saja, itupun ketika saya putar soalnya di youtube yang ada malah ketiduran. Jadi untuk persiapan UP saya bermodalkan yakin lulus dan mohon doa dari Ibu, untuk pemilihan tempat  UP saya mengungsi ke Kota Jambi di rumah kawan untuk mencari sinyal yang aman dengan penuh  drama karena tidak tau rumahnya dimana,  akhirnya ditunjukkan melalui aplikasi Goole MAP disertai dengan guyuran hujan dari geragai tanjung jabung timur sampai kota jambi. Alhamdulillah sampai dengan selamat dan basah kuyub. Selama UP berlangsung saya selalu mendengarkan nasehat pengawas dan mentaati peraturan selama ujian. Dengan mengucap basmallah yakin lulus saya kerjakan soal dengan cermat dan teliti, Alhamdulillah ujian berjalan dengan lancar, sinyal aman dan materi yang diujikan adalah materi yang disampaikan ketika pendalaman modul.

    Ketujuh, Saya memiliki guru dosen yang sangat saya idolakan dan menginspirasi  disini yaitu Ibu Era Kartika Sari, M.Pd merupakan sosok yang sangat luar biasa, selalu membangkitkan kami seluruh mahasiswa untuk tetap semangat, selalu bersyukur dan terus belajar, belajar dan berikan yang terbaik untuk  melaksanakn tugas-tugas PPG ini, beliau juga selalu menjawab semua pertanyan-pertanyaan kami, menjelaskan hal-hal yang belum kami pahami, dan memberikan contoh yang kongkrit dan reel sehingga dapat dimengerti dan kami terapkan dalam mengerjakan tugas membuat modul ajar dan penelitian tindakan kelas.

    Terakhir, PPG yang sering ditakuti dari kebanyakan guru ternyata salah, PPG itu asyik dan menyenangkan jika kita lalui penuh dengan perasaan senang, gembira dan tidak mengeluh terhadap tugas-tugas yang diberikan. Selama mengikuti kegiatan PPG ini pada intinya saya kerjakan dengan penuh semangat dan tanggungjawab serta disiplin waktu , selain itu saya mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan baru dalam bidang Pendidikan Agama Islam. Saya belajar tentang perangkat pembelajaran, penelitian tindakan kelas, dan pengembangan pengalaman baik. Semua pengalaman ini sangat berharga dalam membantu saya menjadi seorang guru yang lebih profesional dan berkualitas.

    Trimakasih banyak atas bimbingan dan arahan oleh seluruh bapak/ibu dosen yang sudah membimbing kami selama ini, semoga ilmu yang bapak ibu dosen berikan berkah barokah serta dibalas kebaikan oleh Allah. Trimakasih kepada LPTK UIN STS Jambi, pimpinan FTK, bu Dr. Hj Fadlilah, M.Pd beserta Ketua dan Sekretaris PRODI PPG,  pak Dr. ridwan, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan pak Indra Bangsawan, M.Pd yang sudah membantu dari tahap awal hingga akhir dengan pelayanan yang sangat memuaskan, semoga UIN STS Jambi semakin jaya semakin jadi kampus idola kedepannya.

    Juga terima kasih yang banyak saya ucapkan kepada Ibu. Anita Sriyuanti, S.Pd selaku kepala sekolah SMP Negeri 27 Tanjung Jabung Timur dan teman-teman guru SMP Negeri 27 Tanjung Jabung Timur serta anak-anak hebat SMP negeri 27 Tanjung Jabung Timur yang selalu memberikan motivasi yang sangat luar biasa kepada saya.

    Beribu terimakasih juga tak lupa saya ucapkan untuk Ibu saya yang selalu mendoakan, membantu mengasuh anak saya selama PPG berlangsung, sungguh beliau adalah sosok Ibu terbaik didunia ini. Berkat doanya saya lulus PPPK dan PPG tahun ini.

    Catatan ringan dalam balutan kalam yang terpatri..